Advertisement

Wajah Tiba-Tiba Bruntusan dan Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   28 November 2025

Bruntusan biasanya muncul dalam bentuk bintik kecil, terasa kasar saat disentuh.

Wajah Tiba-Tiba Bruntusan dan Gatal? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaWajah Tiba-Tiba Bruntusan dan Gatal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI

  1. Wajah Bruntusan dan Gatal? Ternyata Ini Penyebabnya
  2. Cara Mengatasi Wajah Bruntusan dan Gatal
  3. Tips Cegah Wajah dari Bruntusan
  4. Kapan Harus ke Dokter?
  5. Konsultasikan Masalah Bruntusan ke Dokter Kulit Ini

Bruntusan di wajah yang disertai rasa gatal sering kali bikin tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba, bahkan pada kulit yang sebelumnya terlihat sehat. 

Meski tampak ringan, wajah bruntusan dan gatal bisa menjadi tanda adanya iritasi atau gangguan pada kulit yang perlu kamu perhatikan.

Yuk, kenali berbagai penyebabnya dan cara mengatasinya agar kulit kembali halus dan sehat!

wajah Tiba-Tiba Bruntusan dan Gatal? Ternyata Ini Penyebabnya

Bruntusan biasanya muncul dalam bentuk bintik kecil, terasa kasar saat disentuh, dan kadang disertai rasa gatal atau perih. 

Ada banyak faktor yang bisa membuat wajah tiba-tiba bruntusan dan gatal, mulai dari reaksi alergi hingga kebiasaan sehari-hari. 

Ini dia beberapa penyebab umumnya:

1. Reaksi Alergi terhadap Produk Perawatan

Penggunaan skincare atau kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulit bisa memicu reaksi alergi. 

Kandungan seperti pewangi, alkohol, atau bahan aktif tertentu (misalnya AHA/BHA dalam kadar tinggi) dapat menyebabkan iritasi, gatal, dan bruntusan, terutama pada kulit sensitif.

Kulitmu sensitif? Jangan khawatir, Ini Berbagai Rekomendasi Skincare untuk Kulit Sensitif.

2. Penumpukan Sel Kulit Mati dan Minyak

Kulit wajah secara alami menghasilkan sebum. Jika tidak dibersihkan dengan baik, minyak ini bisa bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori, memicu timbulnya bruntusan. 

Hal ini sering terjadi pada area dahi dan pipi, terutama pada orang dengan tipe kulit berminyak.

3. Faktor Lingkungan dan Polusi

Debu, polusi udara, serta paparan sinar matahari berlebih dapat mengiritasi kulit wajah. 

Paparan ini membuat kulit lebih rentan mengalami peradangan yang akhirnya memunculkan bruntusan.

4. Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon, seperti menjelang menstruasi atau masa pubertas, bisa meningkatkan produksi minyak pada wajah.

Hal ini berpotensi menyebabkan penyumbatan pori dan timbulnya bruntusan disertai gatal ringan.

5. Infeksi Bakteri atau Jamur

Dalam beberapa kasus, bruntusan yang terasa gatal bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes atau jamur Malassezia

Kondisi ini perlu penanganan medis karena bisa memburuk jika tidak diobati dengan tepat.

Cara Mengatasi Wajah Bruntusan dan Gatal

Mengatasi bruntusan dan gatal di wajah perlu disesuaikan dengan penyebabnya. 

Namun, beberapa langkah umum berikut ini bisa membantu meredakan gejalanya:

1. Hentikan Penggunaan Produk Pemicu

Jika bruntusan muncul setelah kamu mencoba produk baru, sebaiknya hentikan pemakaian segera. 

Perhatikan kandungan aktif dalam produk tersebut dan hindari bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

2. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut

Pilih sabun wajah dengan formula ringan, bebas alkohol, dan pH seimbang. 

Selain itu. sebaiknya hindari menggosok wajah terlalu keras saat mencuci, karena bisa memperparah iritasi dan menambah rasa gatal.

3. Kompres Dingin untuk Meredakan Gatal

Kompres wajah menggunakan kain lembut yang telah direndam air dingin dapat membantu menenangkan kulit yang meradang dan mengurangi rasa gatal sementara.

Baca selengkapnya: Ini 9 Cara Atasi Bruntusan di Wajah yang Bisa Dilakukan di Rumah.

4. Gunakan Obat Topikal Sesuai Anjuran Dokter

Jika bruntusan disebabkan oleh alergi atau infeksi, dokter kulit dapat meresepkan obat oles yang mengandung kortikosteroid ringan, antibiotik, atau antijamur untuk mengatasinya.

5. Jaga Kelembapan Kulit

Aplikasikan pelembap non-komedogenik yang cocok untuk jenis kulitmu. 

Kulit yang lembap akan lebih cepat pulih dan tidak mudah iritasi.

Tips Cegah Wajah dari Bruntusan

Selain mengobati, pencegahan juga penting agar wajah tetap halus dan bebas gatal. 

Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Rutin membersihkan wajah dua kali sehari, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap hari untuk melindungi kulit dari sinar UV yang bisa memicu iritasi.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, karena bisa memindahkan kuman dan minyak ke kulit wajah.
  • Rajin mengganti sarung bantal dan handuk, sebab benda-benda ini dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan bakteri.
  • Perhatikan kandungan skincare sebelum membeli, pilih produk dengan label “non-comedogenic” atau “for sensitive skin” untuk meminimalkan risiko bruntusan.
  • Konsumsi makanan bergizi, seperti buah dan sayur yang kaya antioksidan dan air, agar kulit tetap sehat dari dalam.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, kamu bisa mencegah munculnya bruntusan dan menjaga kulit tetap bersih serta lembut.

Nah, ini dia Rekomendasi Sunscreen Terbaik yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit.

Kapan Harus ke Dokter?

Kebanyakan kasus bruntusan memang bisa hilang dengan perawatan rumahan sederhana. 

Namun, kamu perlu segera berkonsultasi ke dokter kulit jika:

  • Bruntusan tidak kunjung membaik setelah lebih dari satu minggu.
  • Rasa gatal semakin parah atau disertai nyeri.
  • Muncul tanda infeksi, seperti kulit kemerahan, bengkak, atau mengeluarkan cairan.
  • Bruntusan menyebar ke area tubuh lain.

Dokter akan membantu menentukan diagnosis penyebab pasti, baik itu reaksi alergi, infeksi bakteri, atau gangguan kulit lainnya, serta memberikan terapi yang sesuai dengan kondisimu.

Konsultasikan Masalah Bruntusan ke Dokter Kulit Ini

Apabila kamu mengalami masalah bruntusan yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan pada dokter spesialis kulit via Halodoc.

Dokter spesialis kulit di Halodoc berpengalaman dalam memberikan penanganan berbagai masalah kulit, serta mendapatkan rating positif dari pasien sebelumnya.

Inilah beberapa dokter yang bisa kamu hubungi melalui Halodoc:

  • dr. Frieda, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 8 tahun, lulusan Universitas Sebelas Maret (2022). Saat ini praktik di Bogor, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dyah Ayu Nirmalasari, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 10 tahun, lulusan Universitas Hasanuddin (2022). Kini praktik di Bima, NTB, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Made Martina W., M.Biomed, Sp.D.V.E: Dokter spesialis kulit dan kelamin dengan pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Udayana (2017). Kini praktik di Denpasar, Bali, anggota PERDOSKI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter-dokter tersebut mampu memberikan saran perawatan kulit yang bruntusan secara aman dan tepat.

Dengan Halodoc, kamu bisa berkonsultasi secara mudah, aman, dan nyaman tanpa harus keluar rumah.

Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan Halodoc sekarang juga!

Referensi:
DermNet. Diakses pada 2025. Comedonal acne.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Whiteheads.
MedicalNewsToday. Diakses pada 2025. What to know about comedonal acne.
Verywell Health. Diakses pada 2025. Treating and Preventing Closed Comedones.