Ad Placeholder Image

Waspada Bahaya Kembang Api bagi Kesehatan dan Keselamatan

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   21 Januari 2026

Kembang api mengandung polutan logam dan gas berbahaya yang berisiko memicu gangguan pernapasan serta cedera mata jika tidak waspada.

Waspada Bahaya Kembang Api bagi Kesehatan dan KeselamatanWaspada Bahaya Kembang Api bagi Kesehatan dan Keselamatan

DAFTAR ISI


Kembang api adalah pertunjukan piroteknik yang memukau, seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan seperti tahun baru, festival, dan acara khusus lainnya.

Ledakan warna-warni di langit, suara gemuruh yang menggelegar, dan serpihan cahaya yang menari-nari menciptakan suasana meriah dan tak terlupakan.

Kembang api adalah perangkat piroteknik yang menghasilkan efek visual dan suara yang spektakuler. Namun, di balik keindahannya, tersembunyi potensi bahaya yang perlu diwaspadai.

Bagaimana Kembang Api Bekerja?

Kembang api bekerja melalui reaksi kimia yang kompleks. Warna-warna yang kita lihat dihasilkan dari garam logam yang dipanaskan pada suhu tinggi.

Misalnya, litium menghasilkan warna merah muda, natrium menghasilkan warna kuning atau jingga, tembaga menghasilkan warna biru atau hijau, dan stronsium menghasilkan warna merah.

Komponen utama kembang api meliputi:

  • Bahan peledak.
  • Bahan bakar.
  • Perekat.
  • Pewarna.
  • Asap.
  • Serbuk berkilau.

Saat kembang api dinyalakan, terjadi serangkaian ledakan yang menghasilkan efek suara, cahaya, asap, dan bahan terbang seperti konfeti.

Jenis-Jenis Kembang Api yang Umum Digunakan

Ada berbagai jenis kembang api yang tersedia, masing-masing dengan karakteristik dan efek yang unik. Beberapa jenis yang umum meliputi:

  • Sparkle.
  • Roman Candles (Obor Romawi).
  • Dandelion.
  • Pinwheel (Kincir Angin).
  • Chrysanthemum.
  • Palm.
  • Peony.
  • Brocade.

Bahaya Kembang Api yang Mengintai Kesehatan

Meskipun indah, kembang api dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Beberapa bahaya utama meliputi:

  • Asap berbahaya: Asap kembang api mengandung gas berbahaya seperti sulfur dioksida dan partikel logam (aluminium, mangan, kadmium). Paparan asap ini dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi mata, dan memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada seperti asma.
  • Risiko kebakaran dan luka bakar: Kembang api adalah bahan yang mudah terbakar. Penggunaan yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kebakaran dan luka bakar serius. Percikan api dan serpihan panas dapat mengenai kulit dan menyebabkan luka bakar.
  • Cedera mata: Ledakan kembang api yang tidak terkontrol dapat menyebabkan cedera mata serius, termasuk kebutaan.
  • Gangguan pendengaran: Suara ledakan kembang api yang keras dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen, terutama pada anak-anak. Yuk, ketahui lebih dalam Apa Itu Gangguan Pendengaran – Penyebab dan Pengobatannya supaya kamu bisa mencegah kondisi ini di kemudian hari.
  • Polusi udara: Kembang api berkontribusi terhadap polusi udara dengan melepaskan partikel dan gas berbahaya ke atmosfer.

Setiap tahun terjadi peningkatan kasus luka bakar dan gangguan pernapasan akibat kembang api selama perayaan tertentu.

Tips Aman Menikmati Pertunjukan Kembang Api

Untuk menikmati pertunjukan kembang api dengan aman, ikuti tips berikut:

  • Jaga jarak aman: Menjauhlah dari lokasi peluncuran kembang api. Ikuti instruksi dan arahan dari petugas keamanan.
  • Gunakan pelindung mata dan telinga: Kenakan kacamata pelindung dan penutup telinga, terutama jika kamu berada dekat dengan lokasi peluncuran.
  • Hindari menyalakan kembang api sendiri: Biarkan profesional yang terlatih menangani kembang api.
  • Perhatikan arah angin: Berdirilah searah dengan angin agar asap tidak mengarah ke kamu.
  • Cuci tangan setelah menyentuh kembang api: Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menyentuh kembang api, bahkan jika kamu tidak menyalakannya.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Kembang Api

Jika kamu atau orang di sekitar kamu terkena kembang api, segera lakukan tindakan pertolongan pertama:

  • Luka bakar: Siram luka bakar dengan air mengalir selama 10-20 menit. Tutup luka dengan kain bersih dan kering. Segera cari pertolongan medis. Simak informasi lebih dalam mengenai Luka Bakar – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.
  • Iritasi mata: Bilas mata dengan air bersih selama 15-20 menit. Jika iritasi berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Masalah pernapasan: Pindahkan korban ke tempat yang berudara segar. Jika korban mengalami kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis.

Kesimpulan

Kembang api dapat menjadi bagian yang menyenangkan dari perayaan, tetapi penting untuk diingat bahwa mereka juga dapat berbahaya.

Dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, kamu dapat menikmati pertunjukan kembang api dengan aman dan meminimalkan risiko cedera dan masalah kesehatan.

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti asma atau penyakit jantung, konsultasikan dengan dokter di Halodoc sebelum menghadiri pertunjukan kembang api. Selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya: