• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Depresi Bisa Sebabkan Gangguan Penyalahgunaan Zat

Waspada, Depresi Bisa Sebabkan Gangguan Penyalahgunaan Zat

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kini sudah banyak sekali masyarakat yang semakin peduli akan kesehatan mental. Pasalnya, kesehatan mental juga merupakan aspek yang penting untuk mencapai kesejahteraan hidup. Salah satu gangguan mental yang cukup serius dan perlu mendapatkan perawatan adalah depresi. Jika tidak, maka depresi bisa memicu masalah kesehatan, bahkan bisa membuat seseorang melakukan penyalahgunaan obat atau zat berbahaya. 

Hubungan Depresi dan Gangguan Penyalahgunaan Zat

Dilansir dari American Addiction Centers, depresi dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk gangguan penyalahgunaan zat (substance abuse disorder). Hingga sepertiga dari orang yang mengalami depresi klinis terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan, alkohol, atau zat-zat berbahaya lainnya.

Hal ini sering dilakukan sebagai bentuk pengobatan sendiri untuk menenangkan perasaan dan dianggap menjadi solusi untuk mengatasi masalah mereka. Padahal, pengidap depresi yang juga alami gangguan penyalahgunaan zat bisa memperparah penyakitnya. 

Semua jenis zat ini juga membuat ketagihan. Semakin banyak mengkonsumsinya, maka semakin tergantung tubuh pada efeknya. Seiring waktu, penyalahgunaan zat ini memperburuk gejala depresi serta menyebabkan masalah kesehatan lain.

Baca juga: Ternyata, Ada Hubungan Antara Depresi dan Kebiasaan Merokok

Memahami Depresi

Mereka yang mengalami depresi menghadapi perjuangan berat setiap hari. Banyak elemen depresi tumpang tindih dengan tanda-tanda kecanduan, sehingga penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat untuk kedua gangguan tersebut. Baik depresi maupun kecanduan zat terlarang bisa membuat seseorang melakukan beberapa hal, seperti: 

  • Menghentikan kegiatan sosial atau hobi.

  • Menolak untuk mengakui masalah yang sedang dihadapinya.

  • Mengalami masalah dengan hubungan pribadi.

  • Mengasingkan diri dari orang lain.

Melansir dari Addiction Center, orang yang mengidap depresi memiliki risiko bunuh diri sekitar 10 persen. Ketika dikombinasikan dengan penyalahgunaan zat, maka risiko bunuh diri ini naik menjadi sekitar 25 persen.

Oleh karena itu, kamu tidak boleh menyepelekan tanda-tanda depresi yang dialami seseorang. Semakin cepat ia diberi pertolongan, maka semakin cepat mencegahnya dari efek samping yang merugikan.

Kamu juga bisa mendiskusikannya dengan psikolog di Halodoc mengenai gejala-gejala awal depresi dan penanganan awal yang bisa dilakukan. Ambil smartphone kamu dan manfaatkan fitur chat untuk bisa terhubung dengan dokter kapan saja dan di mana saja. 

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Awal Depresi yang Sering Diabaikan

Gejala Umum Depresi

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa gejala umum depresi yang perlu kamu ketahui, antara lain:

  • Selalu merasa bersalah;

  • Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga;

  • Rasa cemas dan khawatir yang berlebihan;

  • Suasana hati buruk atau sedih berkelanjutan;

  • Mudah marah atau sensitif;

  • Mudah menangis;

  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan;

  • Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal;

  • Selalu merasa kelelahan dan hilang tenaga;

  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita;

  • Konstipasi;

  • Gerakan tubuh dan bicara yang lebih lambat dari biasanya;

  • Hilang gairah seksual;

  • Gangguan tidur;

  • Perubahan berat badan dan selera makan.

Mayoritas pengidap depresi mungkin mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala umum ini dalam kehidupan mereka. Bagi orang dengan tipe depresi berat, gejalanya bisa berbahaya, atau bahkan mengancam jiwa, seperti: 

  • Pikiran untuk bunuh diri;

  • Halusinasi atau delusi;

  • Perilaku sembrono.

Baca juga: Alasan Narkotika Bisa Beri Efek Negatif pada Tubuh

Jika kamu atau orang terdekat kamu mengalami tanda-tanda depresi, segera dapatkan bantuan yang dibutuhkan dengan menghubungi profesional kesehatan mental. Kamu juga bisa buat janji dengan psikiater di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Addiction Center. Diakses pada 2020. Depression and Addiction.
American Addiction Centers. Diakses pada 2020. Depression & Substance Abuse.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Depression.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Depression.