• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Cara Penularan Penyakit Zoonosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini 4 Cara Penularan Penyakit Zoonosis

Waspada, Ini 4 Cara Penularan Penyakit Zoonosis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 November 2022

“Penyakit zoonosis adalah infeksi yang ditularkan hewan ke manusia dan dapat berpotensi fatal. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari tentang bahaya penularan penyakit ini.”

Waspada, Ini 4 Cara Penularan Penyakit ZoonosisWaspada, Ini 4 Cara Penularan Penyakit Zoonosis

Halodoc, Jakarta – Memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing memang tampak menyenangkan. Namun, hubungan dekat antara hewan dan manusia dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama jika kamu tidak memerhatikan kesehatan hewan yang kamu pelihara. 

Nah, ada sebutan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh kuman berbahaya seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang dibawa oleh hewan dan menyebar ke manusia.  Penyakit itu disebut dengan penyakit zoonosis.

Penyakit ini sangat umum terjadi di seluruh dunia. Namun, masih banyak orang yang belum menyadari tentang penularan penyakit zoonosis ini. Padahal, penyakit zoonosis dapat memiliki beberapa gejala dan banyak kasus berpotensi fatal bahkan hingga mengakibatkan kematian.

Jenis Hewan Penyebab Penyakit Zoonosis 

Penyakit zoonosis dapat ditularkan melalui berbagai jenis hewan, baik hewan ternak, hewan liar, atau bahkan hewan peliharaan sekalipun. Berikut beberapa hewan yang dapat menularkan penyakit ini.

  • Nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles.
  • Unggas dan burung, seperti ayam dan bebek.
  • Serangga, seperti tungau dan kutu.
  • Hewan liar, misalnya kelelawar, monyet, dan tikus.
  • Hewan ternak, seperti sapi dan babi.
  • Hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing.
  • Hewan yang hidup di air, seperti keong dan siput.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang tergolong sebagai zoonosis:

  • Antraks.
  • COVID-19.
  • Cacingan, misalnya infeksi cacing gelang (askariasis) dan cacing pita (taeniasis).
  • Demam berdarah.
  • Malaria.
  • Kaki gajah atau filariasis.
  • Chikungunya.
  • Pes.
  • Infeksi bakteri Salmonella atau demam tifoid (tifus/tipes).
  • Toksoplasmosis.
  • Flu burung.
  • Rabies.
  • Leptospirosis.
  • Cacar monyet.
  • Listeriosis.
  • Ebola.
  • Dermatofitosis, seperti tinea corporis, tinea capitis, atau tinea barbae.

Cara Penularan Penyakit Zoonosis yang Perlu Diketahui

Secara umum, zoonosis adalah infeksi yang menyebar dari hewan ke manusia. Infeksi ini disebabkan oleh mikroorganisme (patogen) pembawa penyakit, seperti bakteri, virus, atau parasit.  Setelah mengalami sejumlah perubahan genetik, patogen yang berasal dari hewan dapat melakukan perjalanan dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. 

Hal inilah yang memungkinkan patogen-patogen ini menginfeksi manusia dan menyebarkan penyakit menular. Nah, berikut adalah cara penularan penyakit zoonosis yang umum terjadi:

1. Kontak Langsung

Ketika seseorang melakukan kontak fisik langsung dengan hewan atau cairan tubuh hewan yang terkontaminasi, penyakit zoonosis dapat dengan mudah menular ke manusia. Cairan tubuh hewan ini dapat mencakup air liur, darah, urin, lendir, dan kotoran.

Selain itu, gigitan atau cakaran binatang juga dapat membuat seseorang terkena infeksi zoonosis. Gigitan nyamuk, kutu, dan tungau merupakan contoh serangga yang dapat menyebarkan penyakit zoonosis.

2. Kontak Tidak Langsung

Penyakit ini juga dapat ditularkan secara tidak langsung. Misalnya, ketika seseorang menyentuh sesuatu yang tidak disadari telah terkontaminasi cairan tubuh hewan yang mengandung bakteri patogen, virus, atau parasit, risiko tertular penyakit zoonosis bisa terjadi. Air di tangki akuarium, wadah makanan dan minuman, kandang, tanah, dan makanan hewan peliharaan adalah beberapa contohnya.

3. Mengonsumsi Makanan yang Telah Terkontaminasi

Buah dan sayuran mentah yang terkontaminasi dengan kotoran atau urine hewan yang sakit, susu yang tidak dipasteurisasi, daging atau telur yang kurang matang, dan produk susu mentah juga dapat membawa penyakit zoonosis. Baik manusia maupun hewan, semuanya bisa sakit karena memakan makanan yang terkontaminasi. 

Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan lebih ekstra terkait kebersihan makanan dan lingkunganmu. Sebab, makanan yang terkontaminasi ini mungkin berasal dari dalam rumah.

4. Air Kotor

Ketika seseorang mengonsumsi atau menggunakan air yang telah tercemar kotoran hewan, darah, atau urine, mereka berisiko tertular penyakit menular zoonosis. Secara umum, penyakit zoonosis dapat menginfeksi siapa saja, meskipun lebih banyak terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk atau dengan air yang tercemar, di mana hewan dan serangga penyebab penyakit zoonosis tersebar luas.

Itulah pembahasan seputar penularan penyakit zoonosis. Jika kamu ingin berkonsultasi ke dokter terkait masalah kesehatan, kamu bisa menghubunginya melalui Halodoc. Bila dokter meresepkan obat, cek kebutuhan medis di Halodoc. Tunggu apa lagi, segera download Halodoc sekarang! 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2022. Zoonotic Disease.
Minnesota Department of Health. Diakses pada 2022.  Zoonotic Disease.