• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Ini Bahaya Iridosiklitis yang Menyerang Mata

Waspada, Ini Bahaya Iridosiklitis yang Menyerang Mata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Iridosiklitis adalah peradangan pada iris (bagian mata yang berwarna) serta otot dan jaringan yang terlibat dalam fokus mata. Kondisi ini juga kerap disebut dengan uveitis anterior dan iritis.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Sciencedirect, 25–30 persen orang pernah mengalami iridosiklitis. Penyakit ini bila tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk katarak, yang merupakan pengaburan lensa atau kornea, timbulnya cairan di retina, glaukoma yang merupakan tekanan tinggi di mata, ablasi retina, sampai hilangnya penglihatan. Informasi selengkapnya mengenai iridosiklitis, bisa dibaca di bawah ini!

Gejala dan Penyebab Iridosiklitis

Jika kamu mengalami kemerahan yang parah di mata disertai dengan rasa sakit, bintik-bintik mengambang gelap dalam penglihatan, sensitivitas cahaya, sampai dengan penglihatan yang mengabur, bisa jadi kamu mengalami iridosiklitis. 

Baca juga: Mata Merah, Jangan Biarkan Berlama lama!

Penyebabnya kerap dikaitkan dengan penyakit lain, seperti kelainan autoimun atau infeksi dari virus atau bakteri. Penyakit autoimun sendiri terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh. Kondisi autoimun yang mungkin terkait dengan penyakit ini adalah:

  1. Radang sendi.

  2. Ankylosing spondylitis.

  3. Psoriasis.

  4. Radang sendi.

  5. Kolitis ulseratif.

  6. Penyakit Kawasaki.

  7. Penyakit Crohn.

  8. Sarkoidosis.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, iridosiklitis bisa disebabkan karena infeksi. Di antaranya adalah AIDS, herpes, Retinitis CMV, Virus West Nile, sipilis, toksoplasmosis, TBC, dan histoplasmosis. 

Selain karena kondisi penyakit maupun infeksi tertentu, iridosiklitis bisa juga dikarenakan  paparan racun yang menembus mata, memar, cedera, serta trauma. Terkadang, penyakit ini juga muncul sebagai efek samping dari obat. 

Baca juga: Filter Tiktok Dapat Sebabkan Kebutaan, Benarkah?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Health Publishing, 50 persen dari kasus penyakit iridosiklitis yang dipicu oleh pengobatan tertentu kerap dikaitkan dengan kondisi genetik. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa beberapa orang rentan terhadap iridosiklitis, karena memiliki gen yang memprogram sistem kekebalan untuk menyerang uvea, yaitu suatu proses yang dapat dipicu oleh infeksi.

Informasi lebih lengkap mengenai iridosiklitis tanyakan saja langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc. lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis? Dokter mata akan memeriksa mata, termasuk mengecek riwayat kesehatan secara lengkap juga melakukan tes laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi atau gangguan autoimun. Jika mencurigai kemungkinan kondisi lain, bisa jadi kamu akan dirujuk ke dokter spesialis lain.

Jika kamu mengalami kondisi ini, maka obat resep dan kunjungan rutin diperlukan sebagai upaya penanganan dan tindak lanjut untuk penyakit ini. Ada baiknya juga kamu memerhatikan hal-hal sebagai berikut, mulai dari:

  1. Menggunakan obat resep yang sudah ditentukan 

Pengobatan iridosiklitis berfokus pada pengurangan peradangan dan menghilangkan rasa sakit. Jika memiliki infeksi, dokter akan meresepkan antibiotik untuk infeksi bakteri atau obat antivirus jika disebabkan oleh virus. 

  1. Mengenakan kacamata gelap jika cahaya memperburuk kondisi matamu 
  2. Menggunakan obat dalam bentuk tetes mata atau pil untuk memungkinkan penyembuhan dan membantu mengurangi rasa sakit mata.

Obat tetes ini digunakan untuk melebarkan (memperlebar) pupil serta mencegah kejangnya otot-otot iris, sehingga iris yang meradang dapat beristirahat. Ini memungkinkan untuk penyembuhan dan membantu mengurangi rasa sakit pada mata. 

Mencegah penyakit iridosiklitis bisa dilakukan dengan cara mencari pengobatan yang tepat untuk penyakit autoimun atau infeksi yang menjadi penyebab penyakit ini. Jika kamu sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu yang dapat memicu iridosiklitis, akan sulit melakukan pencegahan. 

Pastinya, deteksi dan perawatan dini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko kehilangan penglihatan yang bisa bersifat permanen.

Referensi:

Science Direct. Diakses pada 2020. Iridocyclitis.
Healthline. Diakses pada 2020. What is uveitis?
WebMD. Diakses pada 2020. Your Eyes and Iritis.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Uveitis.