Ad Placeholder Image

Waspada, Inilah Berbagai Ciri-ciri Kena DBD yang Perlu Dicek

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 24 September 2026

Waspadai ciri-ciri kena dbd lebih awal agar penanganan medis bisa segera dilakukan dengan tepat.

Waspada, Inilah Berbagai Ciri-ciri Kena DBD yang Perlu DicekWaspada, Inilah Berbagai Ciri-ciri Kena DBD yang Perlu Dicek

DAFTAR ISI


Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kondisi ini dapat memburuk dengan cepat, terutama saat memasuki fase kritis.

Ciri-ciri kena DBD tidak selalu sama pada setiap orang. Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi lain, pemeriksaan dokter dan tes darah diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Ciri-Ciri DBD

Gejala DBD biasanya muncul sekitar 4–10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Tanda yang umum meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta tubuh terasa sangat lemah.

Beberapa orang mengalami ruam kemerahan pada kulit yang dapat muncul setelah beberapa hari demam. Perdarahan ringan, seperti gusi berdarah, mimisan, mudah memar, atau bintik merah yang tidak memudar saat ditekan, juga perlu diwaspadai.

Fase kritis sering terjadi ketika demam mulai turun, bukan berarti kondisi sudah aman. Nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, napas cepat, tubuh dingin, gelisah, mengantuk berlebihan, buang air kecil berkurang, atau perdarahan merupakan tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan segera.

DBD disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengobatinya. Jangan mengonsumsi aspirin atau ibuprofen tanpa arahan dokter karena obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan; gunakan obat penurun demam hanya sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter Halodoc bila demam tinggi berlangsung lebih dari 24–48 jam, terutama jika disertai muntah, ruam, perdarahan, atau nyeri perut. Konsultasi juga diperlukan jika demam turun tetapi kondisi tubuh justru memburuk.

  • Perbanyak minum untuk membantu mencegah dehidrasi, kecuali ada larangan medis.
  • Istirahat dan pantau suhu tubuh serta jumlah buang air kecil.
  • Jangan membeli atau menggunakan antibiotik tanpa resep.
  • Bawa pasien ke unit gawat darurat jika mengalami penurunan kesadaran, sesak napas, perdarahan banyak, atau tidak mampu minum.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Gejala DBD dapat berkembang cepat dan tidak dapat dipastikan hanya dari keluhan. Melalui chat dokter Halodoc, kamu dapat memperoleh arahan awal dari dokter dan mengetahui kapan perlu menjalani pemeriksaan langsung.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Dengue and Severe Dengue.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Dengue pada Dewasa.
PubMed. Diakses pada 2026. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control.
WebMD. Diakses pada 2026. Dengue Fever: Symptoms, Causes, and Treatment.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Obat dan Penggunaan Obat yang Aman.

FAQ

Apakah demam tinggi pasti DBD?

Tidak. Demam tinggi juga dapat disebabkan oleh infeksi lain, seperti flu, tifus, atau COVID-19. Pemeriksaan dokter dan tes darah diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah DBD selalu menyebabkan bintik merah?

Tidak semua pengidap DBD mengalami bintik merah atau ruam. Tidak adanya bintik merah bukan berarti DBD dapat disingkirkan.

Apakah demam turun berarti DBD sudah sembuh?

Belum tentu. Pada DBD, fase kritis dapat terjadi ketika demam turun, sehingga kondisi tetap perlu dipantau, khususnya jika muncul lemas berat, nyeri perut, muntah, atau perdarahan.

Kapan pasien DBD perlu dibawa ke rumah sakit?

Segera ke rumah sakit jika terjadi perdarahan, muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, sesak napas, mengantuk berlebihan, kejang, atau tidak bisa minum. Jangan menunda pertolongan karena kondisi dapat memburuk dengan cepat.