• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Kifosis Akibat Kebiasaan Duduk yang Salah
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada Kifosis Akibat Kebiasaan Duduk yang Salah

Waspada Kifosis Akibat Kebiasaan Duduk yang Salah

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Mei 2022

“Bentuk tubuh bungkuk dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk, atau berdiri dalam posisi yang kurang tepat. Nah, salah satu jenis kifosis yang dapat terjadi akibat kebiasaan tersebut adalah postural kifosis.”

Waspada Kifosis Akibat Kebiasaan Duduk yang SalahWaspada Kifosis Akibat Kebiasaan Duduk yang Salah

Halodoc, Jakarta – Kifosis merupakan kondisi kelainan di lengkungan tulang belakang. Seseorang yang mengidap kondisi tersebut akan memiliki punggung bagian atas terlihat bengkok tidak normal. Biasanya terjadi akibat kebiasaan duduk yang salah. Alhasil, bentuk tubuh pengidap kifosis akan terlihat membungkuk. 

Nah, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena kifosis. Salah satunya adalah kebiasaan duduk dengan posisi yang tidak tepat. Namun, benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya di sini! 

Kebiasaan Duduk yang Asal dapat Menyebabkan Kifosis Postural 

Banyak orang yang mengira bahwa bentuk tubuh yang bungkuk atau kifosis merupakan efek pertambahan usia semata. Faktanya, bentuk tubuh bungkuk dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk, berjalan, atau berdiri dalam posisi yang kurang tepat. Nah, salah satu jenis kifosis yang dapat terjadi akibat hal tersebut adalah postural kifosis. 

Perlu diketahui bahwa penyebab utama dari postural kifosis adalah postur tubuh yang buruk di masa kanak-kanak, seperti membungkuk, bersandar di kursi dan membawa tas sekolah yang berat. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan ligamen dan otot yang menopang tulang belakang meregang. Peregangan tersebut dapat menarik vertebra toraks keluar dari posisi normalnya, sehingga menyebabkan kifosis.

Jenis kifosis ini sering terjadi dan terlihat saat masa pertumbuhan, terutama masa remaja. Pengidap kifosis postural biasanya mengalami kondisi tulang belakang yang melengkung hingga 50 derajat atau lebih. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, jenis kifosis postural lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki. Selain itu, kondisi tersebut jarang menimbulkan nyeri, sehingga tidak menghambat aktivitas pengidapnya. 

Maka, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan duduk dengan posisi yang salah memang benar dapat menyebabkan kifosis. Terutama jika kebiasaan tersebut dilakukan sedari usia kanak-kanak hingga remaja. 

Bagaimana Kifosis Postural Diobati? 

Berita baiknya, bungkuk pada pengidap kifosis jenis postural dapat disembuhkan melalui beberapa perawatan. Salah satunya seperti dengan fisioterapi rutin dan pemeriksaan sinar-X untuk memantau kurva. Dalam beberapa kasus, penyangga punggung juga mungkin akan digunakan.

Faktor Lain yang Juga Dapat Menyebabkan Kifosis 

Selain posisi duduk atau postur yang kurang tepat, nyatanya ada beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan kifosis. Berbeda faktor penyebab, berbeda pula jenis dari kifosisnya. Nah, berikut adalah penyebab kifosis lainnya berdasarkan jenisnya, yaitu: 

1. Scheuermann’s Kifosis

Penyebab pasti kyphosis Scheuermann masih belum diketahui. Namun, para peneliti percaya bahwa kondisi ini dipicu oleh gangguan pertumbuhan tulang belakang. Selayaknya kifosis postural, jenis kifosis yang satu ini umumnya terdeteksi selama masa remaja. 

Namun, kifosis Scheuermann’s dapat menyebabkan deformitas yang lebih parah, jika dibandingkan dengan kifosis postural. Kondisi ini disebabkan oleh disebabkan oleh kelainan struktural di tulang belakang secara tidak beraturan. Alhasil, tulang belakang pengidap kifosis struktural akan terjepit bersama ke arah depannya. 

2. Congenital Kifosis

Kifosis congenital merupakan kifosis yang disebabkan oleh bawaan saat lahir. Kondisi ini terjadi ketika tulang belakang gagal berkembang secara normal ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Tulang pengidapnya mungkin tidak terbentuk sebagai mestinya, atau beberapa tulang belakang mungkin akan menyatu. 

Berita buruknya, kifosis congenital umumnya akan memburuk seiring bertambahnya usia anak. Maka dari itu, pengidap kifosis congenital sering membutuhkan perawatan bedah pada usia yang sangat muda. Perawatan bedah tersebut bertujuan untuk menghentikan perkembangan kurva. 

Itulah penjelasan terkait posisi duduk yang salah dapat menjadi penyebab dari kifosis, yaitu kifosis postural. Penyebab utama dari postural kifosis adalah postur tubuh yang buruk di masa kanak-kanak, seperti membungkuk, bersandar di kursi dan membawa tas sekolah yang berat. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan ligamen dan otot yang menopang tulang belakang meregang. 

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar kifosis, kamu bisa tanya dokter spesialis di aplikasi Halodoc untuk meminta saran medis yang tepat. Tentunya melalui fitur chat/video call secara langsung pada aplikasinya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Kyphosis. 
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Diakses pada 2022. Kyphosis (Roundback) of the Spine. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Kyphosis. 
Spine Universe. Diakses pada 2022. Scheuermann’s Kyphosis (Scheuermann’s Disease): Abnormal Curvature of the Spine.