Kifosis

Pengertian Kifosis

Kifosis merupakan salah satu bentuk kelainan postur dalam bidang sagital yang bisa dialami karena bawaan sejak lahir maupun karena kesalahan posisi tubuh, baik itu saat duduk, tidur, berdiri atau berolahraga. Dalam keadaan normal, punggung atas atau area tulang belakang bagian atas tiap manusia memiliki bentuk seperti kurva yang menyerupai lengkungan, tetapi hanya sedikit.

Kifosis terjadi pada kondisi ketika kurva tulang belakang dada adalah di luar kisaran normal, sehingga membuat postur menjadi bungkuk. Sudut kurva dada pada kifosis berkisar antara 10 sampai 40 derajat dalam pengukuran sudut antara lempengan ujung atas T5 dan lempengan ujung bawah T12.

Seseorang yang mengidap kifosis dapat terlihat dari kondisi fisiknya, dimana bagian belakang tubuhnya akan terdapat punuk, tepatnya berada di punggung bagian atas. Jika punuk tersebut dilihat dari tubuh bagian samping, maka akan terlihat seperti punggung atas yang menonjol atau membulat.

Gejala Kifosis

Gejala kifosis yang biasanya terjadi, antara lain:

  • Postur tubuh bungkuk.
  • Nyeri punggung.
  • Kekakuan.
  • Beda tinggi antara bahu kiri dan kanan
  • Beda tinggi atau posisi pada tulang belikat
  • Saat membungkuk, punggung atas terlihat tidak normal
  • Otot hamstring tegang

Penyebab dan Faktor Risiko Kifosis

Kifosis dapat terjadi ketika tulang belakang pada punggung atas mengalami perubahan bentuk (deformitas). Deformitas tersebut dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • Osteoporosis

Kondisi yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat menyebabkan fraktur akibat kompresi tulang. Osteoporosis paling sering terjadi pada orang dengan usia lanjut, terutama wanita, dan orang yang mengonsumsi kortikosteroid dosis tinggi selama jangka panjang.

  • Degenerasi diskus

Diskus yang lunak dan sirkuler berfungsi sebagai bantalan pada tulang belakang. Seiring dengan bertambahnya usia, diskus menjadi semakin kering dan mengecil, yang memperburuk kondisi kifosis.

  • Cacat bawaan

Bila tulang belakang dari bayi tidak berkembang dengan baik pada saat di dalam rahim, maka tulang dapat tidak terbentuk secara sempurna yang menyebabkan kifosis.

  • Adanya sindrom tertentu

Kifosis pada anak-anak dapat berkaitan dengan beberapa sindrom, seperti sindrom Marfan atau Prader-Willi.

  • Kanker dan pengobatan kanker

Kanker pada tulang belakang dapat membuat tulang belakang menjadi lemah dan lebih rentan terhadap fraktur kompresi, demikian pula halnya dengan kemoterapi dan terapi radiasi pada kanker.

Diagnosis Kifosis

  • Pemeriksaan fisik: pasien diminta membungkukan badan ke depan lalu dokter akan melihat posisi tulang belakang dari samping
  • Pemeriksaan penunjang:
    • Rontgen untuk melihat derajat kurvatura dan deformitas.
    • CT scan atau MRI jika dicurigai adanya tumor atau infeksi.

 Penanganan Kifosis

Pada kebanyakan pengidap kifosis tidak membutuhkan pengobatan dikarenakan hanya kesalahan pada postur tubuh. Walau begitu, pengidapnya harus memperbaiki postur melalui fisioterapi. Selain itu, pada kifosis dengan kelainan tulang belakang, pengobatannya tergantung dari faktor penyebabnya. Faktor tersebut adalah usia dan jenis kelamin, juga tingkat keparahan penyakit tersebut.

Penanganan lainnya yang mungkin dilakukan dokter untuk mengatasi kifosis yaitu dengan cara memberikan obat-obatan. Obat-obatan yang mungkin diberikan oleh dokter yaitu obat pereda nyeri dan obat untuk osteoporosis. Selain memberikan obat, dokter juga akan memberikan saran pada pengidapnya untuk rutin melakukan peregangan.

Penanganan kifosis tergantung dari penyebabnya, antara lain:

  • Anti nyeri.
  • Pengobatan osteoporosis.
  • Fisioterapi.
  • Jika menjepit saraf, maka dokter akan menyarankan tindakan pembedahan.

Pencegahan Kifosis

Kifosis yang disebabkan oleh osteoporosis dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya akan kalsium dan vitamin D.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak membuahkan hasil, segera berdiskusi dengan dokter.