Ad Placeholder Image

Waspadai 6 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Diabaikan

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 22 Juni 2026

“Penting untuk mewaspadai gejala infeksi ginjal, karena penyakit ini bisa berujung serius. Penyebabnya adalah karena infeksi bakteri.”

Waspadai 6 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering DiabaikanWaspadai 6 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Diabaikan

DAFTAR ISI


Ginjal adalah sepasang organ berbentuk seperti kacang merah yang memiliki peran sangat vital bagi tubuh. Fungsi utamanya adalah menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah, yang kemudian dibuang melalui urine. Mengingat fungsinya yang sangat penting, gangguan pada ginjal, sekecil apa pun, dapat berdampak besar pada kesehatan secara keseluruhan. Salah satu kondisi yang sering mengancam organ ini adalah infeksi ginjal.

Dalam dunia medis, infeksi ginjal dikenal dengan istilah pielonefritis. Kondisi ini pada dasarnya adalah jenis spesifik dari infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi biasanya dimulai dari uretra atau kandung kemih (saluran kemih bagian bawah) yang kemudian menyebar ke atas hingga mencapai satu atau kedua ginjal. Jika tidak segera ditangani, bakteri dapat merusak jaringan ginjal secara permanen atau bahkan masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan kondisi fatal yang disebut sepsis.

Mengingat bahayanya, mengenali ciri2 infeksi ginjal sejak dini adalah langkah krusial. Sayangnya, banyak orang yang salah mengira gejala awal infeksi ginjal sebagai pegal linu biasa atau sekadar masuk angin. Padahal, keterlambatan dalam penanganan dapat membuat infeksi semakin parah dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Berbeda dengan keluhan kesehatan ringan, infeksi ginjal memerlukan penanganan medis dan obat resep dokter seperti antibiotik, sehingga tidak ada obat bebas yang direkomendasikan untuk menyembuhkannya secara mandiri. Lantas, apa saja tanda-tanda tubuh sedang mengalami infeksi ginjal? Berikut ulasan lengkapnya!

Ciri-ciri Infeksi Ginjal yang Patut Diwaspadai

Gejala infeksi ginjal biasanya muncul dengan cepat, hanya dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari setelah bakteri mencapai ginjal. Berikut adalah ciri2 infeksi ginjal yang paling umum dialami:

1. Demam Tinggi dan Menggigil

Demam adalah respons alami sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi bakteri. Pada infeksi ginjal, demam yang terjadi biasanya cukup tinggi, sering kali melebihi 38,9 derajat Celcius. Demam ini umumnya disertai dengan rasa menggigil hebat (rigor), di mana tubuh gemetar meski suhu di sekitar terasa normal atau hangat.

2. Nyeri pada Punggung, Pinggang, atau Selangkangan

Nyeri ginjal (flank pain) adalah ciri khas yang membedakan infeksi ginjal dengan infeksi kandung kemih biasa. Rasa sakit ini biasanya terasa di bagian punggung bawah, tepat di bawah tulang rusuk, atau di area panggul. Nyeri terjadi karena kapsul ginjal membengkak akibat peradangan. Rasa sakit ini bisa menjalar hingga ke perut bagian bawah atau selangkangan.

3. Perubahan pada Kebiasaan Buang Air Kecil

Karena infeksi ginjal adalah bentuk lanjutan dari infeksi saluran kemih, penderitanya sering kali merasakan gejala ISK klasik. Kamu mungkin akan merasa ingin buang air kecil terus-menerus (anyang-anyangan), merasakan sensasi terbakar atau perih saat kencing (disuria), dan merasa kandung kemih tidak sepenuhnya kosong setelah buang air.

4. Urine Berbau Menyengat, Keruh, atau Berdarah

Ciri2 infeksi ginjal yang sangat terlihat secara fisik ada pada kondisi urine. Urine bisa tampak keruh karena penumpukan nanah atau sel darah putih yang sedang melawan bakteri. Selain itu, infeksi juga dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di ginjal atau saluran kemih bocor, sehingga memunculkan darah dalam urine (hematuria). Bau urine pun biasanya menjadi sangat menyengat dan tidak sedap.

5. Mual dan Muntah

Ginjal memiliki hubungan saraf yang erat dengan saluran pencernaan. Oleh karena itu, peradangan parah pada ginjal dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan hilangnya nafsu makan. Kondisi ini berisiko menyebabkan penderita mengalami dehidrasi jika cairan yang keluar tidak segera diganti.

6. Kelelahan Ekstrem dan Kebingungan (Pada Lansia)

Tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi berat akan menguras banyak energi, menyebabkan rasa lemas dan kelelahan yang ekstrem. Secara khusus pada orang lanjut usia (lansia), ciri2 infeksi ginjal terkadang tidak muncul sebagai demam atau nyeri perut, melainkan sebagai perubahan kondisi mental. Lansia yang terkena infeksi ginjal mendadak bisa terlihat sangat kebingungan, linglung, meracau, atau mengalami halusinasi.

Faktor Risiko Infeksi Ginjal yang Perlu Kamu Tahu
  1. Jenis Kelamin: Wanita lebih rentan karena uretra mereka lebih pendek, sehingga bakteri lebih cepat mencapai kandung kemih dan ginjal.
  2. Sumbatan Saluran Kemih: Adanya batu ginjal atau pembesaran prostat dapat memperlambat aliran urine, memberi ruang bagi bakteri untuk berkembang biak.
  3. Sistem Imun Lemah: Kondisi seperti diabetes, HIV, atau penggunaan obat imunosupresan menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
  4. Penggunaan Kateter: Alat bantu kencing ini dapat menjadi jalan masuk bakteri jika tidak dirawat kebersihannya.

Perbedaan Infeksi Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih Bawah

Banyak orang sering menyamakan infeksi kandung kemih (sistitis) dengan infeksi ginjal. Meskipun keduanya saling berkaitan, tingkat keparahannya sangat berbeda.

Infeksi saluran kemih bagian bawah umumnya hanya menyebabkan keluhan seputar buang air kecil, seperti nyeri saat kencing, anyang-anyangan, dan urine yang berbau. Penderita ISK bawah jarang mengalami demam tinggi, mual, atau nyeri punggung yang parah.

Sebaliknya, infeksi ginjal melibatkan keluhan sistemik. Artinya, infeksi ini memengaruhi seluruh tubuh yang ditandai dengan demam tinggi, menggigil, nyeri punggung akut, hingga mual dan muntah. Jika kamu memiliki riwayat ISK bawah dan tiba-tiba mengalami demam atau nyeri pinggang, itu adalah tanda infeksi telah naik ke ginjal.

Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi Ginjal

Penyebab paling umum dari infeksi ginjal adalah bakteri *Escherichia coli* (E. coli). Bakteri ini sebenarnya hidup secara normal dan tidak berbahaya di dalam usus manusia. Namun, jika bakteri ini berpindah ke area genital dan masuk melalui uretra, ia dapat berkembang biak dengan cepat di saluran kemih.

Bakteri kemudian naik dari kandung kemih menuju ginjal melalui ureter (saluran penghubung ginjal dan kandung kemih). Dalam kasus yang lebih jarang, infeksi ginjal juga dapat terjadi melalui aliran darah. Misalnya, jika kamu mengalami infeksi kulit atau infeksi sendi yang parah, bakteri tersebut dapat menyebar melalui peredaran darah dan akhirnya bersarang di ginjal.

Kapan Harus ke Dokter dan Langkah Diagnosis

Infeksi ginjal bukanlah penyakit yang bisa diobati secara mandiri di rumah. Jika kamu mencurigai adanya ciri2 infeksi ginjal, tidak perlu menunda lagi. Oleh karena itu, segera konsultasi ke dokter Halodoc jika mengalami gejala ini, terutama jika demam tak kunjung turun, ada darah di urine, atau nyeri punggung sangat tidak tertahankan.

Dalam proses diagnosis, dokter umumnya akan merekomendasikan serangkaian tes untuk memastikan infeksi ginjal, antara lain:

1. Tes Urine (Urinalisis)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat keberadaan bakteri, sel darah putih, dan sel darah merah dalam urine. Tingginya kadar sel darah putih menandakan tubuh sedang bereaksi terhadap infeksi.

2. Kultur Urine

Pemeriksaan ini bertujuan untuk membiakkan bakteri dari sampel urine guna mengidentifikasi jenis bakteri spesifik yang menyebabkan infeksi. Dengan mengetahui jenis bakterinya, dokter dapat meresepkan antibiotik yang paling ampuh dan tepat sasaran.

3. Pemeriksaan Pencitraan

Pada kasus infeksi ginjal yang berulang atau sangat parah, dokter mungkin merekomendasikan USG atau CT scan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan anatomi, batu ginjal, atau sumbatan lain di saluran kemih yang menjadi pemicu infeksi.

Cara Mencegah Infeksi Ginjal

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Langkah terbaik untuk mencegah infeksi ginjal adalah dengan menghindari infeksi saluran kemih bagian bawah. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu terapkan setiap hari:

  • Minum Air Putih yang Cukup: Asupan cairan yang memadai membantu membilas saluran kemih secara alami, mengeluarkan bakteri sebelum sempat berkembang biak.
  • Jangan Menahan Buang Air Kecil: Segera buang air kecil jika sudah terasa ingin. Menahan urine terlalu lama memberikan waktu bagi bakteri untuk berlipat ganda.
  • Cara Membersihkan Diri yang Benar: Bagi wanita, selalu basuh area intim dari arah depan (vagina) ke belakang (anus) setelah buang air kecil maupun besar. Hal ini mencegah bakteri dari anus berpindah ke uretra.
  • Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seksual: Ini membantu membersihkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra selama aktivitas seksual.
  • Jaga Kebersihan dan Daya Tahan Tubuh: Konsumsi gizi seimbang dan cukup istirahat. Untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, kamu juga bisa beli vitamin, suplemen kesehatan, atau produk kesehatan harian secara online di Halodoc.

Studi Terkait Infeksi Ginjal

The Journal of Urology menerbitkan studi di tahun 2018 yang menjelaskan bahwa peningkatan resistensi antibiotik pada kasus pielonefritis akut menjadi tantangan global dalam pengobatan infeksi ginjal.

Studi ini menekankan pentingnya kultur urine awal sebelum pemberian antibiotik. Selain itu, temuan ini memperingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan antibiotik untuk infeksi saluran kemih ringan, guna mencegah bakteri bermutasi menjadi kebal terhadap pengobatan saat infeksi telah menyebar ke ginjal.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Kidney Infection.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Pyelonephritis (Kidney Infection).
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Kidney Infection (Pyelonephritis).
National Health Service (NHS) UK. Diakses pada 2024. Kidney infection.
PubMed Central (NCBI). Diakses pada 2024. Acute Pyelonephritis.

FAQ

1. Apa saja ciri2 infeksi ginjal pada wanita?

Ciri2 infeksi ginjal pada wanita tidak jauh berbeda dengan pria, yakni demam tinggi, nyeri pinggang yang tajam, mual, muntah, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat disertai rasa perih. Wanita lebih sering mengalaminya karena ukuran uretra yang lebih pendek.

2. Apakah infeksi ginjal bisa sembuh sendiri tanpa obat?

Tidak, infeksi ginjal tidak bisa sembuh sendiri dan bukan kondisi yang bisa diobati dengan obat bebas. Penyakit ini membutuhkan evaluasi medis dan resep antibiotik dari dokter untuk membunuh bakteri penyebab infeksi secara tuntas.

3. Minuman atau makanan apa yang harus dihindari saat mengalami ciri2 infeksi ginjal?

Saat terjadi peradangan pada ginjal dan saluran kemih, sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein (kopi, teh), alkohol, serta makanan yang terlalu pedas atau asam, karena dapat mengiritasi kandung kemih dan memperburuk gejala.

4. Berapa lama penyembuhan infeksi ginjal setelah minum obat?

Dengan pemberian antibiotik yang tepat dari dokter, gejala biasanya mulai membaik dalam waktu 2 hingga 3 hari. Namun, kamu harus tetap menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diberikan selama 7 hingga 14 hari agar bakteri benar-benar mati dan tidak menyebabkan infeksi berulang.