Ad Placeholder Image

Wegovy dan Mounjaro: Mengenal Dua Obat Obesitas yang Kini Tersedia di Indonesia

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 Juli 2026

Wegovy dan Mounjaro adalah dua opsi terapi berbasis hormon inkretin dengan bukti ilmiah kuat untuk pengelolaan obesitas, termasuk manfaat kesehatan tambahan di luar penurunan berat badan.

Wegovy dan Mounjaro: Mengenal Dua Obat Obesitas yang Kini Tersedia di IndonesiaWegovy dan Mounjaro: Mengenal Dua Obat Obesitas yang Kini Tersedia di Indonesia

Artikel ini telah direview oleh dr. Theresia Novi, SpPK yang merupakan bagian dari Board of Medical Excellence.

DAFTAR ISI


Penanganan obesitas mengalami perkembangan pesat berkat hadirnya terapi berbasis hormon inkretin. Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) adalah dua terapi yang banyak dibahas karena didukung data uji klinis skala besar terkait efektivitasnya dalam menurunkan berat badan.

Selain membantu penurunan berat badan, kedua obat ini memberi manfaat metabolik tambahan, seperti membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan risiko sejumlah komplikasi terkait obesitas. Keduanya telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk indikasi terkait obesitas, sehingga dapat diresepkan oleh dokter di Indonesia.

Yuk, kenalan lebih jauh dengan kedua obat ini, mulai dari kenapa obesitas perlu dipandang sebagai penyakit, cara kerjanya, profil, dosis, manfaat lain, hingga efek sampingnya.

Obesitas Itu Penyakit, Bukan Cuma Soal Angka di Timbangan

Sebelum membahas obatnya, ada satu hal penting yang perlu dipahami: obesitas bukan sekadar soal penampilan atau kurangnya kemauan menjaga pola makan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah lama mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit kronis, dan pandangan ini makin diperkuat lewat kerangka klasifikasi terbaru dari dunia medis.

Pada Januari 2025, Komisi Lancet Diabetes & Endocrinology, dipimpin oleh Prof. Francesco Rubino, menerbitkan kerangka diagnostik baru yang membedakan dua kondisi:

  • Obesitas praklinis (preclinical obesity): kelebihan lemak tubuh, namun fungsi organ masih normal. Risiko penyakit di masa depan meningkat, tapi belum ada gangguan aktif.
  • Obesitas klinis (clinical obesity): penyakit kronis sistemik akibat kelebihan lemak tubuh yang sudah menyebabkan gangguan fungsi organ secara nyata, dapat berujung pada komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Salah satu alasan obesitas bisa berkembang menjadi penyakit adalah keberadaan lemak viseral (visceral fat), lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam seperti hati, pankreas, dan usus, berbeda dari lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit dan lebih terlihat dari luar. Lemak viseral bersifat aktif secara metabolik: ia dapat melepaskan zat-zat yang memicu peradangan kronis tingkat rendah (low-grade inflammation) serta mengganggu sensitivitas insulin.

Semakin banyak lemak viseral yang menumpuk, semakin tinggi pula risiko berkembangnya berbagai komplikasi, seperti resistensi insulin dan diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, perlemakan hati (fatty liver), hingga gangguan hormonal. Inilah salah satu alasan mengapa dokter kerap menilai lingkar pinggang atau rasio pinggang-tinggi, bukan hanya berat badan atau BMI, untuk menilai risiko kesehatan seseorang yang berkaitan dengan obesitas.

Kenapa semua ini penting? Karena memandang obesitas sebagai penyakit berarti penanganannya memerlukan pendekatan medis yang serius dan personal, bukan sekadar soal “niat” atau “disiplin”, sama seperti penyakit kronis lain, misalnya diabetes atau hipertensi. Inilah salah satu dasar mengapa terapi farmakologis seperti Wegovy dan Mounjaro dikembangkan: membantu tubuh mengatasi disregulasi hormon yang mendasari obesitas, bukan sekadar menekan nafsu makan secara paksa.

Bagaimana Cara Kerja Wegovy dan Mounjaro?

Tubuh kita secara alami memproduksi hormon-hormon yang disebut inkretin, yang dilepaskan usus setelah makan. Dua di antaranya berperan penting mengatur rasa kenyang dan metabolisme: GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide). Keduanya bekerja dengan cara:

  • Memperlambat pengosongan lambung, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama
  • Mengirim sinyal ke otak (khususnya hipotalamus) bahwa tubuh sudah cukup menerima energi, sehingga nafsu makan menurun
  • Membantu tubuh melepaskan insulin secara lebih tepat sesuai kadar gula darah

Pada obesitas, produksi atau respons alami terhadap hormon-hormon ini sering kali kurang optimal. Wegovy dan Mounjaro bekerja dengan “meniru” hormon-hormon tersebut dalam bentuk sintetis yang bertahan jauh lebih lama di dalam tubuh, sehingga efeknya lebih kuat dan konsisten dibanding hormon alami:

  • Wegovy (semaglutide) meniru satu hormon, yaitu GLP-1. Disebut GLP-1 receptor agonist.
  • Mounjaro (tirzepatide) meniru dua hormon sekaligus, GLP-1 dan GIP. Disebut dual GIP/GLP-1 receptor agonist.

Karena bekerja pada dua jalur reseptor berbeda, Mounjaro berpotensi memberi efek metabolik yang saling melengkapi. Namun, bekerja pada lebih banyak jalur reseptor juga berarti profil efek sampingnya perlu diperhatikan tersendiri — tidak otomatis berarti salah satu lebih unggul secara keseluruhan.

Profil, Sejarah FDA, dan Status Izin BPOM RI

Wegovy (Semaglutide — Novo Nordisk)

Semaglutide punya rekam jejak klinis yang panjang, disetujui pertama kali untuk Diabetes Tipe 2 pada 2017 (Ozempic), lalu formulasi khusus untuk penurunan berat badan kronis disetujui dengan nama Wegovy pada Juni 2021. Pada 2024, FDA memperluas indikasi Wegovy secara khusus untuk menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor. Dengan hampir satu dekade data keamanan kumulatif sejak persetujuan pertamanya, semaglutide punya salah satu rekam jejak real-world terpanjang di kelasnya.

Wegovy telah mengantongi izin edar BPOM RI untuk indikasi anti-obesitas dan pengelolaan berat badan.

Mounjaro (Tirzepatide — Eli Lilly)

Tirzepatide disetujui pertama kali untuk manajemen Diabetes Tipe 2 dengan nama Mounjaro pada Mei 2022. Untuk indikasi penurunan berat badan kronis, zat aktif yang sama dirilis di AS dengan nama komersial Zepbound pada akhir 2023. Sebagai molekul yang relatif lebih baru di pasar, data real-world jangka panjang untuk tirzepatide masih lebih terbatas dibanding semaglutide, dan terus bertambah seiring waktu.

Menyusul persetujuan awal untuk Diabetes Tipe 2 pada Februari 2026, BPOM RI memperluas izin edar tirzepatide (Mounjaro) pada Juli 2026 untuk mencakup indikasi manajemen berat badan (obesitas), melengkapi pilihan terapi metabolik yang telah mendapat izin edar resmi di Indonesia bersama Wegovy.

Pilihan Dosis yang Tersedia

Kedua obat menggunakan pena suntik sekali seminggu dengan sistem titrasi bertahap untuk meminimalkan efek samping pencernaan.

  • Dosis Wegovy: 0,25 mg, 0,5 mg, 1,0 mg, 1,7 mg, hingga dosis pemeliharaan standar 2,4 mg. Pada uji klinis STEP UP, dosis pemeliharaan yang lebih tinggi (hingga 7,2 mg) turut dievaluasi.
  • Dosis Mounjaro: 2,5 mg, 5,0 mg, 7,5 mg, 10,0 mg, 12,5 mg, dan dosis pemeliharaan maksimal 15,0 mg — varian transisi yang lebih banyak untuk fleksibilitas penyesuaian.

Dosis ditentukan dan disesuaikan oleh dokter berdasarkan kondisi dan respons masing-masing pasien.

Ini adalah pengobatan jangka panjang. Wegovy maupun Mounjaro tidak dirancang sebagai program singkat atau solusi instan. Sama seperti pengobatan penyakit kronis lain, misalnya hipertensi atau diabetes, manfaatnya bergantung pada penggunaan berkelanjutan sesuai anjuran dokter, dan dosis dinaikkan bertahap selama beberapa bulan sebelum mencapai dosis pemeliharaan. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba, tanpa strategi transisi, dapat memengaruhi hasil terapi dalam jangka panjang (dibahas lebih lanjut di bagian efek samping dan dampak jangka panjang).

Bukan Cuma Menurunkan Berat Badan: Ini Manfaat Kesehatan Lainnya

Selain membantu menurunkan berat badan, penelitian menunjukkan bahwa Wegovy dan Mounjaro juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan tambahan, yang membuat keduanya semakin relevan bagi orang dengan obesitas yang juga memiliki risiko komplikasi metabolik.

  • Perlindungan jantung Studi SELECT pada pengguna Wegovy (17.604 subjek dewasa dengan obesitas non-diabetes) menunjukkan penurunan risiko kejadian kardiovaskular berat, seperti stroke dan serangan jantung, sebesar 20%. Temuan ini menjadi dasar perluasan indikasi resmi FDA pada 2024 untuk penurunan risiko kardiovaskular. Pada Mounjaro, studi SURPASS-CVOT turut menunjukkan hasil yang mendukung keamanan kardiovaskular jangka panjang pada penderita diabetes.
  • Perlindungan ginjal Studi FLOW, yang dirancang khusus untuk penderita diabetes tipe 2 dengan penyakit ginjal kronis, menunjukkan bahwa Wegovy dapat memperlambat perburukan fungsi ginjal serta menurunkan kadar protein dalam urine (UACR). Pada Mounjaro, analisis dari rangkaian uji klinis SURPASS turut menunjukkan penurunan risiko kebocoran protein ginjal pada penderita diabetes tipe 2.
  • Kesehatan hati Kedua obat diuji pada orang dengan gangguan hati berlemak (MASLD) dan sama-sama menunjukkan efektivitas dalam mengurangi penumpukan lemak di hati serta menurunkan kadar enzim hati (ALT dan AST) yang berkaitan dengan peradangan sel hati.
  • Kontrol gula darah pada diabetes tipe 2 Wegovy telah diteliti secara luas lewat rangkaian studi SUSTAIN dan terbukti membantu menurunkan serta menstabilkan HbA1c (gula darah jangka panjang). Mounjaro, lewat studi SURPASS-5, juga menunjukkan penurunan HbA1c yang signifikan berkat mekanisme aktivasi ganda GIP/GLP-1.

Manfaat-manfaat ini menjadi salah satu alasan mengapa terapi berbasis hormon inkretin kini dipandang sebagai pendekatan yang lebih menyeluruh dalam penanganan obesitas — bukan sekadar untuk menurunkan angka di timbangan, tapi juga membantu mengelola risiko kesehatan jangka panjang yang menyertainya.

Efek Samping dan Dampak Jangka Panjang

Berikut beberapa efek samping dan dampak panjangnya:

  • Efek samping pencernaan: Efek samping pencernaan (mual, muntah, konstipasi, diare) dapat terjadi pada kedua obat, umumnya pada fase titrasi awal, dan cenderung membaik seiring waktu.
  • Kehilangan massa otot (muscle mass loss): Ketika berat badan turun signifikan, sebagian dari massa bebas lemak (termasuk otot) ikut menyusut. Studi real-world pada pengguna Wegovy (SEMALEAN, 115 subjek) melaporkan bahwa penyusutan massa otot cenderung stabil setelah bulan ke-7, disertai peningkatan kekuatan genggaman tangan pada bulan ke-12 — meski studi ini masih berskala kecil dan belum dikonfirmasi lebih luas. Data komposisi tubuh pada pengguna Mounjaro (sub-studi SURMOUNT-1) juga menunjukkan adanya penyusutan lean mass yang perlu diimbangi dengan strategi yang tepat.
  • Kenaikan kembali berat badan (weight regain): Penghentian suntikan pada kedua obat, tanpa manajemen transisi gaya hidup, umumnya memicu kembalinya nafsu makan dan kenaikan berat badan dalam waktu satu tahun setelah berhenti, menurut data dari masing-masing uji klinis jangka panjang (STEP-4 untuk Wegovy, SURMOUNT-4 untuk Mounjaro). Inilah mengapa penggunaan kedua obat ini perlu dipandang sebagai bagian dari pengelolaan jangka panjang, bukan program sesaat.

Keduanya juga membawa peringatan kontraindikasi terkait riwayat keluarga kanker tiroid meduler (MTC).

Kesimpulan

Wegovy dan Mounjaro adalah dua opsi terapi berbasis hormon inkretin dengan bukti ilmiah kuat untuk pengelolaan obesitas, termasuk manfaat kesehatan tambahan di luar penurunan berat badan. Karena keduanya bekerja dengan mekanisme yang sedikit berbeda dan telah diuji pada desain studi yang berbeda pula, pemilihan di antara keduanya sebaiknya didasarkan pada kondisi kesehatan, riwayat penyakit penyerta, toleransi tubuh terhadap efek samping, serta penilaian klinis dokter, bukan sekadar memilih salah satu karena dianggap “lebih unggul” secara umum.

Mengingat adanya risiko penurunan massa otot dan kenaikan berat badan kembali pasca-penghentian pada kedua obat, penting untuk mengimbangi terapi dengan asupan tinggi protein, latihan beban (resistance training) konsisten, serta strategi tapering off bertahap yang dibarengi perubahan perilaku jangka panjang, di bawah pengawasan dokter.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan terapi obesitas, diskusikan riwayat kesehatan dan tujuanmu dengan dokter untuk menentukan pilihan yang paling sesuai, termasuk lewat program pendampingan dokter di Halofit by Halodoc.


Referensi:
Drugs.com. Diakses 2026. Wegovy.
British Heart Foundation. Diakses 2026. Wegovy: what to know about the weight-loss injection.
Healthline. Diakses 2026. Wegovy Injection Overview.
European Medicines Agency. Diakses 2026. Wegovy.
Food and Drug Administration (FDA). Diakses 2026. Mounjaro Prescribing Information.
Healthline. Diakses 2026. Mounjaro (Tirzepatide): Uses, Side Effects, Cost, and More.
National Institute of Health. Diakses 2026. Tirzepatide for the treatment of adults with type 2 diabetes.
The Lancet Diabetes & Endocrinology. Januari 2025. Definition and diagnostic criteria of clinical obesity (Rubino F, et al.).
The Lancet (SELECT trial). Diakses 2026. Semaglutide and cardiovascular outcomes by baseline and changes in adiposity measurements.
American Diabetes Association. Diakses 2026. Semaglutide and Cardiovascular Outcomes by Baseline HbA1c and Change in HbA1c in People With Overweight or Obesity but Without Diabetes in SELECT.
New England Journal of Medicine. Diakses 2026. Semaglutide and Cardiovascular Outcomes in Patients with Type 2 Diabetes.
Journal of Cardiometabolic Syndrome. Diakses 2026. An Observational Study of Cardiovascular Outcomes of Tirzepatide vs GLP-1 Receptor Agonists.

FAQ

1. Apakah Wegovy dan Mounjaro sama?

Tidak. Wegovy mengandung semaglutide (GLP-1 receptor agonist), Mounjaro mengandung tirzepatide (dual GIP/GLP-1 receptor agonist). Keduanya obat injeksi mingguan untuk penurunan berat badan, dengan mekanisme kerja, produsen, dan profil klinis yang berbeda.

2. Berapa lama harus menggunakan Wegovy atau Mounjaro?

Keduanya dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Penghentian umumnya disertai kenaikan berat badan kembali. Durasi penggunaan didiskusikan dengan dokter berdasarkan respons terapi dan tujuan individual.

3. Di mana bisa konsultasi tentang obat penurun berat badan di Indonesia?

Kamu bisa memulai konsultasi lewat program Halofit di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis dan rekomendasi terapi penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisimu.