• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • WHO Sebutkan Campak Jadi Ancaman Global, Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • WHO Sebutkan Campak Jadi Ancaman Global, Ini Faktanya

WHO Sebutkan Campak Jadi Ancaman Global, Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 November 2022

“Campak adalah penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan ruam kemerahan di seluruh tubuh. Faktanya, campak kembali berkembang tahun inidan menginfeksi lebih dari 40 juta anak.”

WHO Sebutkan Campak Jadi Ancaman Global, Ini FaktanyaWHO Sebutkan Campak Jadi Ancaman Global, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Campak adalah infeksi virus yang menyerang anak-anak. Penyakit yang bisa juga disebut dengan rubeola ini mudah menyebar dan bisa berdampak fatal bagi mereka yang belum melakukan vaksinasi.

Campak merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Tandanya menyerupai flu dan ruam kulit di sekujur tubuh, dari wajah, kepala hingga kaki. Gejalanya muncul dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah terpapar virus.

Masalah campak kembali berkembang tahun ini. Penyakit yang menginfeksi ini menyasar lebih dari 40 juta anak yang tidak melakukan vaksinasi campak tahun lalu. Akibatnya, terjadi kemunduran dalam upaya memberantas penyakit menular ini. 

Pemberian Vaksin Campak Terhambat Akibat COVID-19

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang disampaikan pada Rabu (23/11/2022), kampanye vaksinasi di beberapa negara terganggu akibat pembatasan terhadap pandemi COVID-19. 

Cakupan vaksinasi global yang seharusnya efektif mencegah campak merosot dari 86 persen pada 2019, menjadi 81 persen pada 2021. Kini, lebih dari 40 juta anak yang tidak mendapat vaksin sangat rentan terhadap ancaman penyakit tersebut.

Akibat pandemi yang melanda dunia sejak hampir 3 tahun lalu, kampanye vaksinasi yang digalakkan sebagai program imunisasi rutin sangat terganggu. Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, “Jutaan anak tidak bisa mendapat vaksinasi yang menyelamatkan nyawanya dari penyakit mematikan seperti campak”.

Pada 2021, diperkirakan ada 9 juta kasus campak, dengan jumlah kematian anak berkisar 128.000 jiwa. Korban ditemukan pada 22 negara akibat penurunan cakupan vaksin, melemahnya pengawasan infeksi dan berlanjutnya interupsi dan penundaan kegiatan imunisasi akibat COVID-19.

Gejala yang Dialami

Tanda penyakit muncul dalam 10 hingga 14 hari setelah anak terpapar virus penyebab campak. Adapun beberapa gejalanya, yakni:

  • Demam.
  • Batuk kering.
  • Pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata memerah (konjungtivitis).
  • Lesi putih di mulut dan lapisan dalam pipi (bintik koplik).
  • Ruam kulit berupa bercak besar dan rata yang sering mengalir satu sama lain

Infeksi terjadi secara bertahap selama 2 sampai 3 minggu. Adapun tingkatan gejala yang dialami oleh pengidap, yakni:

  • Infeksi dan inkubasi. Selama 10 hingga 14 hari pertama setelah infeksi, virus campak akan menyebar ke seluruh tubuh. Tidak ada tanda atau gejala di tahap ini.
  • Tanda dan gejala nonspesifik. Pertama-tama, pengidap akan mengalami demam ringan sampai sedang, disertai dengan batuk terus-menerus, pilek, mata memerah (konjungtivitis) dan sakit tenggorokan. Tandanya berlangsung selama 2 sampai 3 hari.
  • Penyakit akut dan ruam. Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil yang menyebar ke area lengan, dada dan punggung. Kemudian ke paha, tungkai bawah dan kaki. Di tahap ini, pengidap juga mengalami demam tinggi mencapai 41 derajat Celsius.
  • Pemulihan. Ruam campak akan membaik dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari. Di mulai dari wajah dan terakhir dari paha dan kaki. Sementara gejala lainnya seperti batuk dan pengelupasan kulit akan hilang dalam 10 hari setelahnya.

Silakan buat janji rumah sakit jika melihat gejala campak pada Si Kecil. Penanganan dibutuhkan guna mencegah komplikasi yang dapat membahayakan, seperti dehidrasi parah atau peradangan pita suara.

Jika ibu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan anak, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2022.Nearly 40 million children are dangerously susceptible to growing measles threat.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Measles.