• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Asam Lambung Tidak Diobati, Apa Bahayanya?

Asam Lambung Tidak Diobati, Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Asam Lambung Tidak Diobati, Apa Bahayanya?

Halodoc, Jakarta - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux (GERD) mungkin merupakan salah satu penyakit yang cukup umum terjadi. Kondisi ini muncul saat asam lambung mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan lambung (kerongkongan). Naiknya asam lambung ini dapat mengiritasi lapisan esofagus Anda.

Banyak orang mengalami refluks asam dari waktu ke waktu. Kebanyakan orang dapat mengatasi ketidaknyamanan akibat penyakit asam lambung dengan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Namun, pada beberapa kasus mungkin diperlukan obat atau operasi yang lebih kuat untuk meredakan gejalanya.

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Hal yang Terjadi Jika Penyakit Asam Lambung Tak Diobati

Jika tidak diobati, asam lambung bisa menyebabkan peradangan kronis di kerongkongan dan kemudian menyebabkan beberapa komplikasi seperti: 

  • Penyempitan Esofagus (Striktur Esofagus). Kerusakan esofagus bagian bawah akibat asam lambung bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut ini kemudian akan mempersempit jalur makanan dan membuat seseorang mengalami masalah saat menelan makanan.
  • Luka Terbuka di Kerongkongan (Tukak Esofagus). Asam lambung juga bisa merusak jaringan di kerongkongan, sehingga menyebabkan terbentuknya luka terbuka. Ulkus esofagus bisa berdarah dan kemudian menyebabkan nyeri hebat dan membuat sulit menelan.
  • Perubahan Pra Kanker pada Esofagus (Esofagus Barrett). Kerusakan akibat asam dapat menyebabkan perubahan pada jaringan yang melapisi esofagus bagian bawah. Perubahan ini juga terkait dengan peningkatan risiko kanker esofagus.

Oleh karena itu, kamu tak boleh menyepelekan penyakit asam lambung. Segera diskusikan dengan dokter di Halodoc jika kamu mengalami gejala kenaikan asam lambung. Dokter akan memberikan saran dan obat-obatan yang sekiranya dibutuhkan untuk meringankan gejala yang kamu alami.

Baca juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

Kenali Berbagai Penyebab Penyakit Asam Lambung

GERD disebabkan oleh refluks asam yang sering naik. Saat kamu menelan, pita otot melingkar di sekitar bagian bawah esofagus (sfingter esofagus bagian bawah) akan relaks guna memungkinkan makanan dan cairan mengalir ke perut. Kemudian sfingter menutup kembali.

Jika sfingter mengendur secara tidak normal atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Asam yang terus-menerus naik ini akan mengiritasi lapisan esofagus, dan sering kali menyebabkannya peradangan.

Sementara itu, ada beberapa kondisi juga yang bisa meningkatkan risiko GERD, antara lain: 

  • Kegemukan.
  • Bagian atas perut menggembung hingga ke diafragma (hernia hiatal).
  • Kehamilan.
  • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma.
  • Pengosongan perut tertunda.

Ada juga faktor-faktor yang dapat memperburuk refluks asam meliputi:

  • Merokok.
  • Makan dalam porsi besar atau makan larut malam.
  • Makan makanan (pemicu) tertentu seperti makanan berlemak atau gorengan.
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol atau kopi.
  • Minum obat tertentu, seperti aspirin.

Baca juga: Nyeri Ulu Hati Setelah Makan? Awas, Bisa Jadi Gejala Dispepsia

Pilihan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Asam Lambung

Untuk mencegah dan meredakan gejala asam lambung, dokter mungkin memintamu untuk mengubah kebiasaan makan atau perilaku lainnya. Dokter juga mungkin menyarankan minum obat yang dijual bebas, seperti:

  • Antasida.
  • Penghambat reseptor H2.
  • Penghambat pompa proton (PPI).

Dalam beberapa kasus, mereka mungkin meresepkan penghambat reseptor H2 atau PPI yang lebih kuat. Jika GERD parah dan tidak merespons pengobatan lain, pembedahan mungkin disarankan.

Operasi untuk Atasi Penyakit Asam Lambung 

Dalam kebanyakan kasus, perubahan gaya hidup dan pengobatan cukup untuk mencegah dan meredakan gejala penyakit asam lambung. Namun terkadang, diperlukan operasi juga. Misalnya, dokter mungkin merekomendasikan operasi jika perubahan gaya hidup dan pengobatan saja tidak menghentikan gejala. Dokter juga mungkin menyarankan operasi jika kamu telah mengalami komplikasi GERD.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. GERD. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Medical News Today. Diakses pada 2020. GERD.