Atasi Sakit Kepala Cluster dengan Pemberian Oksigen

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Atasi Sakit Kepala Cluster dengan Pemberian Oksigen

Halodoc, Jakarta – Kondisi sakit kepala dapat mengganggu aktivitas seseorang ketika tidak segera diatasi. Apalagi jika sakit kepala sebabkan nyeri yang hebat hingga muncul pada sekitar mata dan menyebar pada area leher, kepala, bahu atau beberapa bagian wajah lainnya.

Baca juga: Lakukan ini untuk Redakan Gejala Sakit Kepala Cluster

Sebaiknya jangan sepelekan kondisi sakit kepala yang menyebar, bisa jadi kamu alami sakit kepala cluster. Sakit kepala cluster merupakan nyeri yang dirasakan pada bagian kepala yang terjadi secara berulang, rutin dan memiliki pola. Kondisi sakit kepala yang muncul secara rutin, terkadang pengidap sakit kepala cluster menganggap sakit kepala yang dialaminya merupakan dampak dari tingkat stres yang tinggi. Sebaiknya ketahui penyebab dari sakit kepala cluster dan pengobatan yang tepat.

Ketahui Lebih Banyak Mengenai Sakit Kepala Cluster

Siklus sakit kepala cluster dapat terjadi dalam periode mingguan hingga bulanan. Ada dua jenis sakit kepala cluster, yaitu sakit kepala episodik dan sakit kepala kronik. Sakit kepala cluster episodik terjadi dengan frekuensi 1-4 sakit kepala singkat dalam 1 hari yang berlangsung selama 15-20 menit. Sakit kepala cluster episodik bisa terjadi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Sedangkan sakit kepala cluster kronik terjadi sering dibandingkan sakit kepala cluster episodik. Sakit kepala cluster kronik berlangsung selama 1 tahun atau lebih dengan periode remisi kurang dari sebulan lamanya.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami sakit kepala cluster. Ya, tingkat stres seseorang menjadi penyebab mengapa seseorang alami sakit kepala cluster. Selain kondisi stres yang dialami, sakit kepala cluster dapat muncul akibat cuaca panas atau perubahan suhu yang cukup ekstrem.

Sakit kepala cluster sangat umum terjadi dan sering dialami oleh seorang laki-laki dibandingkan wanita. Kondisi sakit kepala cluster juga rentan dialami oleh seseorang yang memiliki rentang usia antara 20 hingga 50 tahun.

Kebanyakan pengidap sakit kepala cluster memiliki kebiasaan merokok. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga dapat menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi alami sakit kepala cluster.

Baca juga: Sakit Kepala Cluster adalah Penyakit Genetik, Benarkah?

Sakit kepala cluster yang tidak ditangani dengan tepat dapat menjadi gangguan kesehatan sepanjang hidup pengidapnya. Namun, kondisi ini tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti kematian.

Pengidap sakit kepala cluster umumnya mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda, seperti sakit kepala yang cukup hebat dan menyebar hingga ke area mata, leher, punggung, dan bahu. Kulit menjadi pucat dan tubuh mengeluarkan keringat menjadi gejala lain dari sakit kepala cluster.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala lain, seperti sakit kepala yang muncul setelah 1-2 jam tertidur dan sakit kepala disertai dengan mual, muntah, gangguan mental serta kejang. Kamu bisa membuat janji dengan dokter pilihan hanya melalui aplikasi Halodoc.

Ketahui Pengobatan untuk Sakit Kepala Cluster

Ada beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan neurologis dan pemindaian untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami. Setelah kondisi ini dipastikan, kamu bisa lakukan beberapa pengobatan yang bertujuan mengurangi gejala yang dialami oleh pengidap sakit kepala cluster.

Sakit kepala cluster dapat diatasi dengan pemberian oksigen murni sebanyak 7-15 liter per menit kepada pasien. Pengobatan ini mampu untuk menurunkan rasa nyeri yang dialami pengidap sakit kepala cluster. Pengobatan lainnya bisa dilakukan melalui injeksi subkutan sumatriptan.

Baca juga: Adakah Pencegahan untuk Kondisi Sakit Kepala Cluster?

Pengobatan preventif juga dapat dilakukan dengan pemberian beberapa jenis obat-obatan agar gejala yang dialami pengidap sakit kepala cluster dapat berkurang. Lakukan gaya hidup sehat dengan menghindari alkohol dan rokok serta jangan berolahraga pada saat cuaca panas.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cluster Headache
NHS. Diakses pada 2019. Cluster Headache