Adakah Pencegahan untuk Kondisi Sakit Kepala Cluster?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Adakah Pencegahan untuk Kondisi Sakit Kepala Cluster?

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala mungkin adalah kondisi umum yang pernah dialami siapapun. Namun, bagaimana dengan sakit kepala cluster? Namanya masih asing, bukan? Sakit kepala cluster atau cluster headache adalah nyeri kepala yang terjadi secara berulang dalam suatu siklus atau pola tertentu. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai gejala alergi musiman. Adakah cara mencegahnya?

Baca juga: Bedanya Sakit Kepala Cluster dengan Sakit Kepala Biasa

Meski sulit ditebak dan dapat terjadi pada periode tertentu tanpa diketahui alasannya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya sakit kepala cluster yang bisa datang secara mendadak, yaitu:

  • Menghindari hal-hal yang dapat memicu sakit kepala. Seperti minuman beralkohol, parfum, senyawa kimia berbau, cat, atau bensin.

  • Tidak melakukan olahraga saat cuaca panas.

  • Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri yang khusus untuk sakit kepala cluster pada saat periode serangan sakit kepala cluster dimulai. Konsumsi obat-obatan tetap dilakukan hingga serangan sakit kepala diperkirakan sudah selesai.

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri tertentu, ada baiknya konsultasikan dahulu gejala sakit kepala yang dialami dengan dokter di aplikasi Halodoc, melalui Chat atau Voice/Video Call. Kemudian jika mendapat rekomendasi obat, kamu bisa memesannya langsung lewat fitur Buy Medicine di aplikasi Halodoc. Kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam.

Baca juga: Lakukan ini untuk Redakan Gejala Sakit Kepala Cluster

Gejala yang Dialami Ketika Mengidap Sakit Kepala Cluster

Secara umum, sakit kepala cluster dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sakit kepala episodik dan sakit kepala kronis. Sakit kepala cluster episodik terjadi sebanyak 1-2 kali dalam jangka waktu 7 hari hingga satu tahun, dengan periode remisi (bebas sakit kepala) minimal 1 bulan. Sementara sakit kepala cluster kronis terjadi lebih sering dibanding cluster episodik, dan tanpa periode remisi atau periode remisi kurang dari 1 bulan.

Gejala sakit kepala yang dialami sering kali muncul tiba-tiba, tanpa ada gejala yang mendahului. Peningkatan rasa nyeri hingga mencapai puncak biasanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Namun pada beberapa kasus, kemunculan sakit kepala cluster kadang didahului dengan rasa mual dan migrain. Lebih jelasnya, gejala sakit kepala cluster yang seringkali muncul adalah:

  • Nyeri yang menyiksa. Umumnya muncul di daerah sekitar mata dan dapat menyebar ke daerah leher, kepala, bahu, atau wajah.

  • Tidak dapat beristirahat atau tidur.

  • Pengeluaran air mata secara berlebihan.

  • Nyeri di sebelah tubuh.

  • Salah satu mata menjadi merah atau bengkak, tergantung kepada sisi kepala yang mengalami nyeri.

  • Salah satu lubang hidung menjadi pilek atau tersumbat, tergantung kepada sisi kepala yang mengalami nyeri.

  • Muncul keringat di bagian dahi dan wajah.

  • Kulit sekitar wajah menjadi pucat.

  • Kelopak mata turun.

  • Pupil mengecil.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk Diagnosis Sakit Kepala Cluster

Meski sakit kepala cluster sering menyerang secara tiba-tiba, beberapa dari gejala tersebut dapat muncul sebelum serangan nyeri meningkat. Munculnya gejala-gejala merupakan peringatan bagi pengidap sebelum sakit kepala cluster mencapai puncak nyerinya. Selama periode cluster, pengidap juga dapat mengalami hal-hal berikut:

  • Sakit kepala yang terjadi hampir setiap hari, dengan durasi 15 menit hingga 3 jam.

  • Sakit kepala dapat muncul beberapa kali dalam sehari.

  • Sakit kepala sering muncul pada malam hari, biasanya sekitar 1-2 jam setelah tidur.

  • Sakit kepala dapat muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Setelah serangan sakit kepala berakhir, kebanyakan orang tidak akan merasakan nyeri kembali, tetapi akan mengalami kelelahan.

  • Menjadi gelisah dan tidak tenang.

  • Tidak mau beristirahat dan lebih memilih untuk bergerak di sekeliling.

  • Menjerit kesakitan.

Referensi:

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Cluster Headache

WebMD (Diakses pada 2019). Cluster Headache

Healthline (Diakses pada 2019). How to Treat Cluster Headaches Yourself Naturally