Aturan Puasa Bagi Pengidap Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Aturan Puasa Bagi Pengidap Penyakit Ginjal

Halodoc, Jakarta – Pengidap penyakit ginjal juga memiliki kekhawatiran yang sama dengan pengidap masalah lambung saat menjalani puasa. Selama puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama hampir 14 jam. Padahal pengidap ginjal sedang mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi agar kondisinya segera pulih.

Baca Juga: 7 Tanda Awal Penyakit Ginjal

Pengidap Penyakit Ginjal Boleh Berpuasa, Asalkan...

Meski masih menjadi perdebatan, puasa berdampak positif pada kondisi ginjal, misalnya pada pengidap ginjal kronik. Aktivitas berpuasa mengurangi beban kerja ginjal karena asupan cairan cenderung rendah. Itu mengapa pengidap ginjal kronik tidak diperbolehkan minum terlalu banyak karena bisa membuat tubuhnya membengkak karena urine yang dikeluarkan sedikit.

Kondisi ini berbeda dengan pengidap batu ginjal. Kebalikan dengan penyakit ginjal kronik, pengidap batu ginjal dianjurkan minum air lebih banyak. Puasa juga diklaim berdampak positif bagi pengidap batu kandung kemih (urolithiasis), transplantasi ginjal, dan penyakit ginjal lainnya. Meski begitu, tidak semua pengidap penyakit ginjal boleh berpuasa karena tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing pengidap.

Umumnya seseorang tidak dianjurkan berpuasa jika mengidap poliuria, kadar gula darah dalam tubuh tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, dan mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung. Bila dipaksakan, puasa berpotensi memperburuk kondisi tersebut. Pengidap penyakit ginjal yang kondisinya stabil dan tidak mengalami komplikasi bisa dipertimbangkan untuk puasa.

Baca Juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pengidap Penyakit Ginjal Saat Berpuasa

Pengidap penyakit ginjal boleh berpuasa atas pertimbangan dan izin dari dokter yang menangani. Secara umum, berikut ini hal yang harus diperhatikan pengidap selama menjalani puasa:

  • Konsumsi obat yang diresepkan dokter secara rutin. Minum ketika sahur dan berbuka sesuai petunjuk yang diberikan dokter. Hindari secara sengaja menghentikan konsumsi obat karena bisa berakibat fatal.

  • Hindari konsumsi makanan mengandung kalium dan fosfor tinggi seperti kurma, aprikot, dan gorengan. Prinsip diet pengidap penyakit ginjal adalah menjaga agar kadar elektrolit, mineral, dan cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan seimbang. Makanan yang dianjurkan meliputi nasi, roti, buah (apel, nanas, pir, ceri), dan sayuran (brokoli, kol, wortel).

  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Aturannya dua gelas air putih saat sahur, dua gelas air putih saat berbuka, dan empat gelas air putih saat makan malam. Sebaiknya hindari atau batasi konsumsi minuman berkafein, bersoda, dan beralkohol.

  • Rutin periksa ke dokter, setidaknya 1-2 minggu sekali selama bulan puasa. Hal ini untuk memastikan kondisi ginjal pengidap, sehingga bila ditemukan kelainan, dokter bisa mempertimbangkan kembali boleh tidaknya pengidap melanjutkan puasa. Pengidap dianjurkan segera ke dokter jika mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh, merasa pusing, susah bernapas, dan merasa kelelahan.

Baca Juga: 6 Uniknya Ramadan di Berbagai Belahan Dunia

Kesimpulannya, semua tergantung pada seberapa parah penyakit ginjal yang diidap. Sehingga sebaiknya segera berdiskusi pada dokter spesialis penyakit dalam dan ahli gizi.  Kamu bisa menghubunginya lewat aplikasi Halodoc dan menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!