12 February 2019

Awas, 4 Penyakit Ini Disebabkan Gigitan Nyamuk

Awas, 4 Penyakit Ini Disebabkan Gigitan Nyamuk

Halodoc, Jakarta - Meski terbilang kecil, namun hewan yang satu ini banyak sekali menimbulkan masalah kesehatan global. Menurut data dari WHO, setidaknya 725 ribu orang harus kehilangan nyawa setiap tahunnya, karena penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

Oleh sebab itu, nyamuk menempati urutan pertama sebagai hewan yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Pertanyaannya, penyakit apa yang ditularkan nyamuk itu apa saja, ya?

1. Filariasis

Filariasis umumnya dikelompokkan berdasarkan lokasi habitat cacing dewasa dalam tubuh manusia. Jenisnya meliputi filariasis kulit, limfatik, dan rongga tubuh. Tapi, filariasis limfatik merupakan jenis yang cukup banyak dialami orang-orang. Di negara kita, jenis yang satu ini lebih sering dikenal dengan sebutan kaki gajah. Setidaknya, menurut WHO sekitar 120 juta orang di dunia mengidap kaki gajah pada tahun 2000.

Baca juga:Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Biang keladi kaki gajah bisa disebabkan karena parasit Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Tapi, kata ahli, Wuchereria bancrofti merupakan parasit yang paling sering menyerang manusia. Kira-kira 9 dari 10 pengidap kaki gajah disebabkan oleh parasit ini.

Nah, parasit filaria ini bisa masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Nantinya parasit ini akan tumbuh dewasa dan berbentuk cacing. Yang bikin resah, cacing ini bisa bertahan hidup selama 6–8 tahun, dan terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia

2. Chikungunya

Selain filariasis, penyakit yang ditularkan nyamuk lainnya adalah chikungunya. Chikungunya sendiri merupakan jenis virus yang ditularkan oleh nyamuk. Virus ini pertama kali teridentifikasi selama wabah pada 1952 di Tanzania. Virusnya adalah virus Ribonucleic Acid (RNA), masih satu kerabat dengan genus alphavirus keluarga Togaviridae.

Baca juga:6 Penyebab Orang isukai Nyamuk

Virus chikungunya ini disebarkan oleh nyamuk bernama Aedes Albopictus dan Aedes Aegypti. Orang-orang yang mengidap penyakit ini akan mengalami demam berulang selama 3n5 hari. Enggak hanya itu saja, virusnya juga bisa menyebabkan pembengkakkan kelenjar getah bening, nyeri pada persendian lutut dan area lainnya, serta bintik merah pada tangan dan kaki.

Kamu mesti waspada, saking hebatnya nyeri yang ditimbulkan penyakit ini, bisa saja membuat pengidapnya tak mampu berjalan. Nah, oleh sebab itu, banyak orang yang mengidapnya seringkali disangka lumpuh. Kok bisa?

Penyakit yang ditularkan nyamuk ini menyerang otot-otot persendian. Nah, rasa sakit yang teramat pada beberapa titik organ tubuh inilah yang membuat pengidapnya sulit bergerak. Rasa sakit yang tinggi ini bisa saja timbul pada sikut, pergelangan tangan, hingga jari-jari kaki.

3. Demam Berdarah Dengue

Dalam kebanyakan kasus, demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit musiman. Kasusnya akan meningkat saat musim penghujan, di mana lingkungan yang lembap jadi tempat yang tepat untuk nyamuk berkembang biak.

Penyakit demam dengue (DD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk ini banyak hidup di wilayah tropis dan subtropis. Diperkirakan, setidaknya ada 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.

Pengidap demam dengue akan mengalami nyeri sendi, otot, dan tulang. Nyerinya akan terasa setelah demam muncul. Enggak cuma itu, penyakit ini juga bisa menyebabkan pengidapnya sakit kepala parah, mual, dan muntah.

Di samping itu, pada kulit pengidap demam dengue akan muncul bintik merah yang terjadi akibat pendarahan. Bila ditekan, bintik ini tak akan pudar. Selain itu, pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi.

4. Malaria

Malaria juga menjadi salah satu penyakit yang ditularkan nyamuk. Penyakit ini disebarkan melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Ingat, infeksi malaria ini bisa terjadi hanya dengan satu gigitan infeksi parasit. Yang perlu digarisbawahi, bila penyakit ini tak ditangani dengan benar, maka nyawa pengidapnya yang akan menjadi taruhannya.

Baca juga:Yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue

Gejala malaria ini biasanya akan muncul antara satu sampai dua minggu setelah tubuh terinfeksi. Tapi, dalam kasus yang jarang terjadi, gejalanya juga bisa muncul setahun setelah gigitan nyamuk. Pengidap malaria biasanya akan mengalami gejala umum, seperti demam, berkeringat, mengigil atau kedinginan, muntah-muntah, sakit kepala, diare, dan nyeri otot.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!