Awas, Ini 2 Hal Bisa Sebabkan Dermatitis Seboroik

Dermatitis Seboroik, jamur malassezia, kuit kepala

Halodoc, Jakarta -  Dermatitis Seboroik merupakan gangguan berupa kulit kering, mengelupas, dan merah. Gangguan ini umum terjadi dan penampakannya mirip dengan gangguan kulit seperti psoriasis dan eksim. Penyakit ini dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Umumnya, kondisi ini cukup sering terjadi pada area kulit yang banyak mengandung banyak kelenjar sebum (minyak) seperti kulit kepala, wajah, dada, dan punggung.

Penyakit ini tidak menular dan tidak memengaruhi kondisi kesehatan secara umum. Namun, dermatitis ini memengaruhi penampilan dan rasa gatalnya sering menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman bagi pengidap.

Baca juga: Ketombe atau Dermatitis Seboroik Ketahui Bedanya

Sementara itu, penyebab paling umum dari ketombe adalah infeksi jamur Malassezia yang menyerang kulit kepala, sehingga terjadi pengelupasan kulit secara berlebihan. Banyak ahli yang berpendapat bahwa ketombe adalah bagian dari gejala dermatitis seboroik yang paling ringan. Itulah mengapa karakteristik gejala ketombe (Pityriasis capitis) dan dermatitis seboroik adalah sama. Hal yang membedakan keduanya hanyalah lokasi dan tingkat keparahannya.

Untuk mengenali penyakit ini, berikut penyebab yang perlu kamu ketahui:

  1. Jamur Malassezia

Umumnya, jamur ditemukan dalam minyak yang ada di permukaan kulit dan diduga sebagai salah satu penyebab dermatitis seboroik. Itulah mengapa orang-orang yang memiliki kulit berminyak, seperti bayi yang baru lahir dan orang dewasa yang berusia sekitar 30-60 tahun (terutama wanita), berisiko lebih besar terkena penyakit kulit tersebut.

  1. Psoriasis

Peradangan yang disebabkan psoriasis juga merupakan salah satu penyebab dermatitis seboroik. Beberapa faktor berikut juga dapat memicu terjadinya penyakit kulit ini, yaitu:

  • Kebiasaan menggaruk kulit wajah.

  • Cuaca yang dingin dan kering. Itulah sebabnya penyakit ini sering bertambah buruk saat musim semi dan dingin.

  • Stres dan faktor genetik.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

  • Gagal jantung.

  • Gangguan .

  • Gangguan mental dan saraf, seperti depresi dan penyakit parkinson.

  • Penyakit yang menyebabkan menurunnya sistem imunitas tubuh, seperti HIV/AIDS, kanker, dan pankreatitis alkoholik.

Sebagian besar bagian tubuh dapat terkena dermatitis. Namun, area yang paling sering terserang adalah kulit kepala, bulu mata, alis, dan sisi hidung kamu. Dada atas, punggung dan banyak bagian tubuh lain yang berminyak, seperti lipat paha, ketiak juga dapat terkena. Gejala dapat berupa ketombe, ruam popok, kulit kering mengelupas, sisik berminyak, gatal ringan, ruam, kulit seperti lilin (khususnya di belakang telinga), dan kulit memerah (khususnya sekitar hidung dan di tengah dahi).

Dermatitis seboroik dapat terjadi pada area tubuh lain. Biasanya, gangguan ini terjadi pada area kulit seperti kulit kepala, alis, kelopak mata, hidung, bibir, dan di belakang telinga, saluran telinga luar dan daerah dada.

Gejala umum yang muncul saat mengalami dermatitis seboroik, yaitu:

  • Lesi kulit.

  • Tampak plak pada area yang luas.

  • Kulit berminyak.

  • Tampak kulit bersisik putih atau kekuningan dan mudah mengelupas.

  • Gatal.

  • Kulit kemerahan.

  • Rambut rontok.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika kamu memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima secara praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!