• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 04 Juni 2021
Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Halodoc, Jakarta – Kulit kepalamu sering terasa gatal dan mengelupas? Mungkin kamu akan berpikir bahwa kepalamu berketombe. Namun, jangan salah, bisa jadi kamu mengalami penyakit dermatitis seboroik

Meskipun terlihat sama, tetapi ketombe dan dermatitis seboroik ternyata berbeda, loh. Supaya lebih jelas, coba kamu simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Inilah 3 Fakta Penting Mengenai Dermatitis Seboroik

Kenali Perbedaan Ketombe dan Dermatitis Seboroik

Ketombe merupakan salah satu kondisi yang sangat umum dialami oleh siapa saja. Umumnya, ketombe disebabkan oleh kulit kepala yang berminyak, kulit kepala yang kering, mengalami dermatitis kontak, hingga adanya infeksi jamur Malassezia pada kulit kepala.

Selain itu, dermatitis atopik menjadi salah satu penyakit kulit yang juga dapat menyerang area kulit kepala. Meskipun hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab dermatitis seboroik, tetapi jamur Malassezia juga dinilai menjadi penyebab utama dari kondisi ini.

Tidak hanya itu, dermatitis seboroik juga dapat terjadi ketika terjadi gangguan kekebalan tubuh. Dermatitis seboroik umumnya rentan terjadi pada orang-orang dengan kondisi, seperti daya tahan tubuh yang lemah, mengalami gangguan kesehatan mental, menggunakan obat tertentu, dan terpapar suhu cuaca ekstrim.

Lalu, apa perbedaan antara keduanya? Kamu bisa melihat perbedaannya dari gejala yang kamu alami. Saat kamu mengalami ketombe, biasanya kamu akan mengalami pengelupasan kulit kepala dan rasa gatal yang sangat mengganggu. Biasanya, kondisi ini dapat diatasi dengan menjaga kebersihan rambut serta kulit kepala.

Sedangkan dermatitis seboroik, terjadi ketika muncul ketombe pada kulit kepala dan disertai dengan gejala lain. Mulai dari bercak kulit yang bersisik, berminyak, kemerahan, dan mengalami pembengkakan. Bahkan tidak jarang, ketombe bisa menyebar pada bagian kumis, jenggot, hingga alis.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan jika kondisi ini tidak kunjung membaik dan kamu mengalami infeksi pada bagian kulit kepala. Penanganan tepat membuat kondisi kesehatan menjadi lebih baik.

Baca juga: 6 Cara Mudah Hilangkan Gatal Ketombe

Pengobatan Dermatitis Seboroik dan Ketombe

Meski disebabkan oleh infeksi jamur yang sama, tetapi ketombe dan dermatitis seboroik ternyata memiliki cara penanganan dan pengobatan yang berbeda.

Umumnya, kamu bisa menghilangkan ketombe yang mengganggu kepalamu dengan rajin membersihkan rambut dengan sampo. Kandungan zinc, belerang, selenium, dan asam salisilat yang terdapat pada sampo akan mampu membersihkan ketombe sekaligus menyegarkan kulit kepalamu. 

Agar tidak kembali mengganggu, kamu mungkin bisa mengurangi pemakaian minyak rambut, hairspray, atau produk untuk merapikan rambut lainnya.

Sementara itu, bagi para pengidap dermatitis seboroik, obat yang biasa digunakan untuk menguranginya adalah menggunakan krim yang mengandung bahan antijamur, seperti ketoconazole.

Pencegahan Dermatitis Seboroik

Baik ketombe maupun dermatitis seboroik bisa menyerang siapa saja. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan melakukan tips-tips berikut ini:

  1. Bersihkan kulit kepala secara teratur. Umumnya, waktu yang disarankan untuk mencuci rambut adalah dua hari sekali. Namun, membersihkan kepala setiap hari juga tidak masalah, apalagi kalau kamu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
  2. Jangan menggaruk bagian tubuh yang terkena dermatitis seboroik, karena hanya akan menyebabkan iritasi dan infeksi yang semakin parah.
  3. Khusus untuk pria, meredakan gejala munculnya dermatitis seboroik bisa dilakukan dengan mencukur jenggot atau kumis secara rutin.
  4. Jika menyerang kulit tubuh lainnya, iritasi berlebih bisa dikurangi dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari katun.

Baca juga: Jangan Salah, Ini 6 Fakta Ketombe yang Harus Diketahui

Segera gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter ketika kamu mengalami gejala yang berkaitan dengan dermatitis seboroik. Penanganan yang tepat tentunya membuat kondisi kesehatan kulit menjadi lebih baik. Yuk, download Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dandruff.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Seborrheic Dermatitis.