Awas, Inilah Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan

Awas, Inilah Tanda Kekerasan Emosional dalam Hubungan

Halodoc, Jakarta - Sebenarnya sih enggak ada jaminan kalau hubunganmu dan pasangan akan selalu berjalan dengan mulus selamanya. Sebab, ada kalanya masalah datang tanpa diundang dan membuat keadaan menjadi runyam. Misalnya, pasangan yang tiba-tiba menjadi kasar secara emosional.

Hmmm, padahal, kesetiaan emosional merupakan salah satu faktor yang bisa menentukan langgeng-tidaknya hubungan yang kamu dan pasangan jalani. Nah, pertanyaannya, seperti apa sih tanda kekerasan emosional dalam hubungan?

Baca juga: Pacaran Lama, Ini 6 Tanda Si Dia Benar Belahan Jiwa

1. Pasangan Mengontrol Kehidupan Kita

Tanda kekerasan emosional pertama bisa dilihat dari caranya yang mulai mengontrol kehidupan kita. Nah, bagi kamu yang memiliki pasangan seperti ini, rasanya harus harap-harap cemas, sebab itu bisa menjadi tanda dari kekerasan emosional.

Misalnya, mereka mengatur cara berpakaian hingga pengeluaran bulanan pasangannya. Selain itu, pelakunya bisa juga sering mendikte ke mana korban boleh dan tidak boleh pergi.

Bahkan, dalam kasus yang lebih parah, enggak jarang pelakunya tak membolehkan kekasih untuk berteman dengan lawan jenis. Kamu harus tahu, ini bukanlah bentuk perhatian, tapi  bentuk kontrol yang tak lagi logis.

2. Mempertanyakan Tingkat Kesadaran

Apa pasangan sering menanyakan tingkat kewarasanmu? Misalnya, bertanya “Kamu sudah gila ya?” Contoh lainnya, pasangan juga sering menyalahkanmu atas setiap kesalahan-kesalahan kecil. Tujuannya, untuk lebih membuatmu merasa bersalah dan meminta maaf.

Baca juga: Benarkah Perasaan Cinta Hanya Permainan Hormon Semata?

3. Melontarkan Kalimat Kasar

Tanda kekerasan emosional yang satu ini tak perlu lagi dipertanyakan. Faktor utama dari kekerasan emosional ini adalah membuat pasangan merasa “kerdil” dan malu. Pelakunya memang enggak pernah memukul atau melakukan kekerasan fisik, tapi mereka membuat pasangannya merasa, seperti “sampah”. Contohnya, melontarkan kalimat kasar, hingga melukai perasaan pasangan.

Misalnya, “Jika kamu tidak melakukannya, aku akan meninggalkanmu”. Enggak cuma itu, terkadang pelaku kekerasan emosional juga mungkin saja mengatakan bahwa enggak ada orang lain yang akan mencintai, menerima, dan menginginkan korban selain pelaku.

4. Selalu Merasa Curiga

Selalu merasa curiga juga merupakan tanda kekerasan emosional yang perlu diwaspadai. Yang ini kerap kali membuat jengkel korban kekerasan emosional. Pelakunya. selalu merasa tidak percaya dan menaruh rasa curiga pada pasangannya. Parahnya lagi, pelakunya mengira semua hal yang korban lakukan bertujuan untuk menyakitinya. Bahkan, enggak jarang mereka menuduh korbannya sedang menggoda pria atau wanita lain.

5. Selalu Kontra dengan Pendapat Kita

Pada dasarnya, sih kita enggak harus selalu sepaham mengenai sesuatu dengan pasangan. Namum, jika pasangan selalu menunjukkan sikap kontra dalam hal apapun terhadap dirimu, waspadalah. Apalagi bila dia selalu mendominasi percakapan dan hanya mempertahankan pendapatnya. 

Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Jatuh Cinta

Selain itu, pelaku kekerasan emosional yang melakukan tindakan ini, biasanya enggak menunjukkan ketertarikannya terhadap pendapatmu atau orang lain. Nah, yakin masih mau mempertahankan hubungan dengan pasangan yang telah melakukan kekerasan emosional pada dirimu?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke psikolog atau dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!