Awasi Jajanan Berbahaya di Sekolah Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awasi Jajanan Berbahaya di Sekolah Anak

Halodoc, Jakarta - Berbicara makanan, ada dua syarat yang harus dipenuhi. Coba tebak? Pertama, harus bergizi seimbangan. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. 

Kedua, lebih simpel, yakni higienis. Makanan harus bersih dari kontaminasi bakteri hingga parasit. Nah, kini pertanyaannya, sudahkah jajanan anak di sekolah memenuhi dua syarat tersebut? 

Anak-anak di sekolah umumnya suka sekali jajan sembarangan tanpa memikirkan kebersihan dan kandungan makanan tersebut. Hmm, namanya juga anak-anak. Betul, namanya juga anak-anak, tetapi bukan berarti orangtua “lepas tangan”. 

Misalnya, berpikir pintas untuk memberikan uang saku padanya. Lalu menyuruh mereka untuk memilih menu makanan dari jajanan di sekolah, alih-alih membekali mereka dengan menu-menu sehat dari rumah. Nah, cobalah edukasi dirinya mengenai bahaya dari jajan sembarangan.  

Baca juga: Si Kecil Suka Jajan Sembarangan, Ini Dampaknya

Bahan Berbahaya hingga Cemaran Logam Berat 

Menyoal jajanan berbahaya di sekolah, ada riset menarik yang bisa kita simak. Studi dalam Infodatin - Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, “Situasi Pangan Jajanan Anak Sekolah” tahun 2014 mengatakan, terdapat jajahan berbahaya di sekolah yang mesti diwaspadai. 

Dalam penelitian tersebut dikatakan, penyebab Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) jadi berbahaya karena disebabkan beberapa hal. Misalnya, pencemaran mikroba, bahan tambahan pangan berlebih, dan penggunaan bahan berbahaya. 

Di tahun 2013 ada 7 jenis jajanan yang diuji pada pengawasan PJAS. Mulai dari bakso (sebelum diseduh/disajikan), jelly/agar-agar/produk gelatin lainnya/ minuman es (es mambo, lolipop, es lilin, es cendol, es campur, dan sejenisnya), mie (disajikan/siap dikonsumsi), minuman berwarna dan sirup, kudapan (makanan gorengan seperti bakwan, tahu goreng, cilok, sosis, dan lain-lain), dan makanan ringan (kerupuk, keripik, produk ekstrusi dan sejenisnya). Coba tebak mana yang paling berbahaya?

Menurut hasil penelitian tersebut, dari pemeriksaan sampel pangan yang paling tidak memenuhi syarat secara berturut-turut adalah minuman berwarna/sirup, minuman es, jelly/agar-agar, dan bakso. Alasannya, jajanan tersebut menggunakan bahan berbahaya yang digunakan untuk pangan, menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas, dan mengandung cemaran logam berat melebihi batas maksimal, serta kualitas mutu mikrobiologis yang tidak memenuhi syarat.

Baca juga: Sering Jajan Sembarangan Bisa Bikin Sakit Tipes?

Nah, bagaimana, yakin masih mau membiarkan Si Kecil jajan sembarangan di sekolah? 

Zat-Zat Berbahaya Menghantui Anak

Jangan main-main kondisi di atas. Sebab mengonsumsi yang tak memenuhi syarat tersebut bisa menyebabkan berbagai masalah, sebut saja diare atau tifus. 

Nah, kini coba tebak zat-zat berbahaya seperti apa yang umumnya terkandung dalam jajanan berbahaya baik dipinggir jalan atau sekolah anak? 

  • Pengawet Formalin

Inilah yang paling berbahaya. Formalin biasanya banyak ditemukan pada ikan, ayam, tahu, dan mie. Bahan pengawet mayat ini sering digunakan untuk membuat makanan jadi segar, awet, dan tidak mudah busuk. Padahal, menurut ahli formalin sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Jika terpapar secara kronik dan berulang-ulang bisa membuat sakit kepala, mual-mual, gangguan pernapasan, radang hidung kronis, hingga gangguan persarafan berupa susah tidur. Bahkan, formalin juga termasuk zat beracun dan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker. Tuh, serem, kan?

  • Zat pewarna

Bahan pewarna makanan terbagi menjadi dua, yakni pewarna alami dan buatan. Nah, pewarna yang harus diwaspadai adalah Rhodamin B. Zat ini biasa digunakan untuk industri tekstil, tetapi sering disalahgunakan untuk pewarna makanan dan kosmetik. 

Baca juga: Suka Jajan Sembarangan? Hati-hati Disentri

Biasanya zat ini sering ditemukan pada kerupuk, terasi, dan makanan ringan. Selain itu,  Rhodamin B juga bisa ditemukan pada sirup, manisan, kembang gula, bubur, cendol, dan ikan asap. 

  • Pemanis Buatan 

Bahan yang satu ini sering digunakan pada minuman berwarna. Sebenarnya, terdapat peraturan yang mewajibkan produsen mencantumkan pemanis buatan di dalamnya. Namun, di pasaran masih banyak lho produsen yang memakai pemanis buatan tanpa mencantumkannya di kemasan. Mau tahu bahayanya bagi tubuh?

Penelitian dari Eropa mengatakan, risiko diabetes tipe 2 dapat meningkat dua kali lipat lebih tinggi akibat konsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan. Bahkan, minuman sekali saja dalam sehari bisa meningkatkan risiko tersebut. Selain itu, pemanis buatan juga bisa meningkatkan berat badan, sindrom metabolisme (gejalanya hipertensi, kadar gula tinggi, lemak di pinggang). 

Ingat, enggak sedikit lho, kasus keracunan makanan dari bahaya jajanan anak di sekitar sekolah maupun rumah yang bisa kamu lihat di media massa. Nah, itulah bukti kalau bahaya jajanan anak kini mengintai dirinya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada Oktober 2019. Infodatin - Situasi Pangan Jajanan Anak .