Advertisement

Baby Blues: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   04 Agustus 2025

Baby blues adalah kondisi emosional sementara yang dialami ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, dan mudah menangis.

Baby Blues: Penyebab, Ciri, dan Cara MengatasinyaBaby Blues: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Daftar Isi: 


Setelah melahirkan, banyak ibu mengalami perubahan suasana hati yang drastis. Dari rasa bahagia yang meluap-luap, tiba-tiba berubah menjadi sedih, cemas, atau bahkan mudah menangis tanpa alasan jelas. 

Kondisi ini disebut baby blues dan umum dialami oleh banyak ibu baru dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan.

Meskipun umum terjadi, baby blues sering kali membuat ibu merasa bingung, kesepian, atau bahkan merasa tidak pantas menjadi seorang ibu. 

Penting bagi setiap ibu dan orang terdekatnya untuk memahami apa itu baby blues, penyebabnya, tanda-tandanya, serta cara mengatasi dan mencegahnya.

Yuk, cari tahu lebih lanjut agar kamu bisa lebih siap menghadapi masa pasca melahirkan!

Apa Itu Baby Blues?

Baby blues adalah kondisi emosional sementara yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. 

Kondisi ini biasanya muncul dalam 2–3 hari pasca persalinan dan dapat berlangsung hingga dua minggu. 

Gejala umumnya meliputi perasaan sedih, mudah marah, cemas, dan sulit tidur.

Baby blues berbeda dengan depresi pascapersalinan. Meskipun keduanya sama-sama memengaruhi suasana hati ibu baru, baby blues bersifat ringan dan umumnya akan mereda dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus.

Tak hanya ibu, ayah juga bisa mengalami baby blues. Yuk, Mengenal Lebih Dekat Baby Blues Syndrome pada Ayah.

Penyebab Baby Blues

Baby blues bisa dipicu oleh kombinasi perubahan fisik, emosional, dan hormon setelah melahirkan. Beberapa penyebab utamanya antara lain:

  • Perubahan hormon secara drastis

Setelah melahirkan, kadar hormon estrogen dan progesteron menurun tajam, yang bisa memengaruhi keseimbangan emosional.

  • Kurang tidur dan kelelahan fisik

Merawat bayi baru lahir sering membuat ibu sulit tidur dan kelelahan secara fisik, yang turut memperburuk kondisi emosional.

  • Perubahan peran dan tanggung jawab

Ibu baru mungkin merasa tertekan karena tanggung jawab besar sebagai orang tua, terutama jika kurang dukungan dari lingkungan sekitar.

  • Rasa khawatir atau tidak percaya diri

Banyak ibu merasa cemas apakah mereka cukup baik atau mampu merawat bayinya dengan benar.

Ciri-Ciri Baby Blues

Tanda-tanda baby blues bisa berbeda pada setiap ibu, tetapi beberapa ciri umum yang sering muncul antara lain:

  • Perasaan sedih atau menangis tanpa alasan jelas.
  • Mudah tersinggung atau marah.
  • Merasa cemas atau gelisah berlebihan.
  • Susah tidur meskipun tubuh lelah.
  • Merasa kewalahan dan tidak mampu mengurus bayi.
  • Kurangnya konsentrasi atau fokus.
  • Perubahan selera makan.

Cara Mengatasi Baby Blues

Baby blues biasanya akan mereda dengan sendirinya, tetapi beberapa hal berikut bisa membantu mempercepat pemulihan:

  • Beristirahat sebanyak mungkin

Gunakan waktu tidur bayi untuk ikut beristirahat dan jangan ragu meminta bantuan orang lain.

  • Curhat dan terbuka

Bicarakan perasaan ibu dengan pasangan, keluarga, atau teman. Jangan memendam semuanya sendiri.

  • Jaga pola makan dan hidrasi

Pastikan ibu mengonsumsi makanan sehat kaya nutrisi. Nutrisi yang baik membantu menstabilkan suasana hati dan energi tubuh.

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri

Meski hanya 15 menit, me time penting untuk menjaga kesehatan mental. Ibu bisa gunakan waktu tersebut untuk beristirahat atau melakukan hobi. Contohnya seperti membaca buku, menonton film menarik, atau menulis jurnal.

  • Terima bantuan dari orang sekitar

Jangan merasa bersalah jika butuh bantuan dalam mengurus rumah atau bayi. Ibu bisa coba minta bantuan ke orang terdekat, seperti suami atau keluarga yang dipercaya untuk mengurus bayi. 

  • Hindari tekanan untuk jadi ibu “sempurna”

Setiap ibu punya cara dan ritme masing-masing dalam beradaptasi. Jadi, ibu tak perlu merasa tidak sempurna atas apa yang sudah dijalani. 

Cara Mencegah Baby Blues

Meski tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, berikut beberapa langkah yang dapat membantu mencegah atau meminimalkan baby blues:

  • Persiapkan mental sejak masa kehamilan, termasuk memahami perubahan yang akan terjadi setelah melahirkan.
  • Bangun sistem dukungan yang kuat, baik dari pasangan, keluarga, maupun tenaga medis.
  • Ikut kelas prenatal atau edukasi tentang perawatan bayi, agar merasa lebih siap.
  • Komunikasi terbuka dengan pasangan sangat penting untuk menghindari rasa terisolasi.
  • Rutin periksa kesehatan mental, terutama jika memiliki riwayat gangguan suasana hati sebelumnya.

Kesimpulan

Baby blues adalah hal yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, dan bukan tanda bahwa kamu ibu yang buruk. 

Memahami gejalanya dan mengetahui cara menghadapinya akan membantu ibu melewati masa transisi ini dengan lebih tenang dan sehat secara emosional.

Jika ibu merasa gejala baby blues tak kunjung membaik atau semakin berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater di Halodoc agar mendapatkan bantuan yang sesuai.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Health Service. Diakses pada 2025. Feeling depressed after childbirth.
NCBI. Diakses pada 2025. Postpartum Blue is Common in Socially and Economically Insecure Mothers.
WebMD. Diakses pada 2025. Which Antidepressants Treat Postpartum Depression?
Kemkes.go.id. Diakses pada 2025. Kesehatan Mental pada Ibu Hamil dan Pasca Melahirkan.
Healthline. Diakses pada 2025. Baby Blues vs. Postpartum Depression.