Bagaimana Cara Ampuh Mencegah Gigitan Serangga?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Bagaimana Cara Ampuh Mencegah Gigitan Serangga?

Halodoc, Jakarta – Pernahkan kamu digigit semut? Kalau pernah, pasti rasanya gatal-gatal atau perih dan menimbulkan bentol-bentol. Meski kedengarannya tidak berbahaya, tetapi gigitan serangga juga berisiko menyebabkan infeksi lho. Apalagi jika serangga yang menggigit membawa bakteri atau virus penyebab penyakit, seperti demam berdarah, malaria, chikungunya dan lain-lain.

Baca Juga: 5 Fakta Semut Charlie dan Cara Mudah Penanganannya 

Contoh serangga yang rentan menggigit kulit kita meliputi tawon, lebah, semut, kutu, nyamuk, laba-laba, dan lain-lain. Bukan cuma gatal dan bentol-bentol, tergigit salah satu jenis serangga tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi yang parah. Karena risikonya yang membahayakan, yuk ikuti tips berikut untuk mencegah gigitan serangga. 

Cara Ampuh Mencegah Gigitan Serangga

Beberapa gigitan serangga memang cenderung tidak berbahaya, tetapi ada jenis-jenis serangga yang telah terinfeksi virus yang dapat menularkannya ke manusia. Karena alasan ini, kamu mungkin perlu melakukan beberapa tips dibawah ini : 

1. Memakai Obat Pembasmi Serangga

Pertama, kamu bisa gunakan obat pembasmi serangga, terutama obat nyamuk. Obat serangga banyak tersedia dalam bentuk semprot maupun losion. Semprotkan obat di bagian-bagian rumah yang digemari oleh nyamuk atau serangga lainnya, seperti di bawah tempat tidur, tumpukan baju kotor, atau di dekat gudang. 

Sedangkan obat dalam bentuk lotion, sebaiknya dipakai sebelum tidur dan sebelum beraktivitas. Apabila kamu diharuskan untuk memakai tabir surya, sebaiknya oleskan tabir surya terlebih dahulu, biarkan mengering, baru oleskan obat nyamuk setelahnya. Kalau kamu butuh membeli obat nyamuk maupun tabir surya, belinya lewat Halodoc aja. Setelah dipesan, obat akan segera diantar ke tempatmu. Download aplikasinya di sini ya !

2. Kenakan Pakaian Tertutup

Bagia kamu yang ingin bepergian ke tempat-tempat yang banyak dihuni serangga, sebaiknya kenakan pakaian yang tertutup. Tutupi kulit yang berisiko tergigit dengan mengenakan baju lengan panjang, celana, kaos kaki, dan sepatu tertutup. Agar perlindungan lebih maksimal, tarik kaus kaki  ke atas celana dan selipkan baju ke celana. 

3. Gunakan Kelambu

Apabila kamu tinggal dilingkungan yang dekat dengan habitat serangga, sebaiknya gunakan kelambu untuk tempat tidurmu. Ini juga berlaku apabila kamu sedang berkemah atau tidur di luar ruangan. Kelambu bertujuan untuk melindungi seseorang tergigit serangga saat tidur. Meski kelambu mencegah gigitan serangga, kamu juga tetap perlu menggunakan losion nyamuk sebelum tidur ya.

Baca Juga: 13 Reaksi Tubuh Akibat Digigit Serangga

4. Waspadai Wabah

Selalu cari berita terkini terkait wabah apa yang sedang viral dalam waktu dekat. Tujuannya agar kamu lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan sesegera mungkin. Contohnya, jika sedang marak wabah DBD yang terjadi, kamu bisa mencegahnya dengan mengubur barang bekas, menutup tampungan air, menggunakan obat nyamuk dan lain-lain.

5. Hindari Menggunakan Wewangian

Tahukah kamu bahwa wewangian bisa menarik perhatian serangga? Faktanya, serangga tertarik dengan wewangian yang berasal dari parfum, sabun, sampo, dan deodoran. Artinya, bukan berarti kamu dilarang menggunakannya sama sekali ya. Kamu tetap boleh memakai produk-produk wewangian tersebut asalkan tidak terlalu berlebihan.

6. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Hindari tanaman berbunga, sampah, kompos, genangan air, dan lain-lain. Tempat-tempat tersebut merupakan area yang digemari oleh serangga. Jangan lupa untuk menutupi makanan agar tidak dihinggapi oleh serangga. Tutup pintu dan jendela atau letakkan jaring tipis pada pintu untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Hobi Berenang, Hati-Hati Parasit Feses di Kolam Renang

7. Hindari Sarang Serangga

Jangan pernah sekali-kali mengganggu sarang serangga. Apabila terdapat sarang serangga di dalam rumah atau kebun minta seorang ahli atau hati-hati apabila kamu ingin memindahkannya.  Hindari pula berkemah di dekat air, seperti kolam dan rawa atau hutan.