• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Anthrax Ditularkan dari Hewan ke Manusia?

Bagaimana Cara Anthrax Ditularkan dari Hewan ke Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimana Cara Anthrax Ditularkan dari Hewan ke Manusia?

Halodoc, Jakarta - Daging sapi adalah salah satu makanan yang menjadi favorit beberapa orang karena rasanya yang nikmat. Meski begitu, kamu harus benar-benar memastikan daging yang dikonsumsi benar-benar bersih dari bakteri karena dapat menyebabkan beberapa gangguan. Salah satu gangguan yang dapat menyerang adalah anthrax. Kamu harus berhati-hati dengan gangguan ini karena dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit anthrax adalah dengan menghindari penularannya. Maka dari itu, dengan mengetahui cara penularan anthrax dari hewan ke manusia, risiko untuk mengidapnya dapat dihindari. Berikut pembahasan lebih lengkapnya terkait cara penularan anthrax untuk menyerang!

Baca juga: Komplikasi Serius yang Bisa Disebabkan Anthrax

Cara Penularan Anthrax dari Hewan ke Manusia

Anthrax adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri jenis Bacillus anthracis. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang sangat kuat, sehingga menimbulkan infeksi pada hewan yang terkontaminasi. Seseorang dapat mengidap gangguan ini dari hewan ke manusia, tetapi penularan antar manusia belum pernah terdeteksi. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh hewan ternak yang mengonsumsi spora di tanah.

Penularan dari penyakit anthrax terbagi dalam beberapa jenis. Dengan mengetahui proses penularan tersebut, kamu dapat menghindari diri untuk terserang bakteri penyebab penyakit tersebut. Berikut beberapa cara penularan anthrax dari hewan ke manusia yang dapat terjadi:

1. Pekerjaan yang Berhubungan dengan Hewan Ternak

Salah satu cara penularan anthrax yang dapat terjadi dari hewan ke manusia adalah kerap berada di lingkungan tempat hewan ternak berada. Kamu dapat terserang penyakit ini saat melakukan kontak dengan hewan hingga produk hewan yang telah terinfeksi, seperti kulit, rambut, dan daging. Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi saat secara tidak sengaja menghirup spora penyakit anthrax yang berterbangan di udara.

2. Mengonsumsi Daging Ternak yang Terinfeksi

Cara penularan anthrax lainnya yang dapat terjadi adalah saat kamu mengonsumsi daging hewan ternak yang telah terinfeksi. Hal ini lebih sering terjadi saat seseorang mengonsumsi daging mentah atau setengah matang yang sudah terkandung bakteri sebelumnya. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada negara-negara yang ternaknya tidak mendapat vaksin secara rutin dan yang belum diperiksa sebelum disembelih.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait cara penularan penyakit anthrax dan metode yang efektif untuk menghindarinya. Pada aplikasi Halodoc, kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call agar lebih mudah untuk berkomunikasi dengan dokter. Caranya mudah sekali, cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan!

Baca juga: 5 Pemeriksaan Penunjang Jika Terjangkit Antraks

3. Luka Terbuka pada Kulit

Kamu juga dapat mengidap penyakit anthrax ketika terdapat luka terbuka pada kulit yang membuat bakteri tersebut masuk ke tubuh. Hal ini paling umum terjadi saat luka tersebut berada di kepala, leher, lengan, dan tangan. Saat terjadi, beberapa gejala yang memengaruhi kulit dan jaringan sekitar infeksi dapat timbul. Gejalanya berupa kemerahan di kulit, pembengkakan pada kelenjar getah bening, hingga nyeri otot. Seseorang yang mengalami gangguan ini perlu mendapatkan pengobatan secara dini dan tepat untuk menghindari komplikasi berat dan kematian.

4. Jarum Suntik

Pengidap anthrax dapat menyebarkan penyakit ini ke orang lain melalui penggunaan jarum suntik. Seseorang yang kerap berbagi jarum suntik, seperti pada pengguna narkoba sering berbagi jarum suntik. Bakteri yang menempel pada alat tersebut masuk ke tubuh orang yang sehat dan menimbulkan gangguan.

Baca juga: 4 Bagian Tubuh Ini yang Umum Terserang Antraks

Itulah beberapa cara penularan dari penyakit anthrax yang dapat terjadi. Dengan mengetahui cara penularannya, kamu dapat lebih berhati-hati. Sehingga, risiko untuk terserang penyakit anthrax dapat diredam. Memang, pencegahan di awal lebih baik daripada mengobati di akhir.

Referensi
WHO. Diakses pada 2020. Anthrax: Questions and Answers.
CDC. Diakses pada 2020. How People Are Infected.