• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Claustrophobic?

Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Claustrophobic?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Claustrophobic?

“Claustrophobic adalah kondisi saat seseorang mengalami rasa takut dan cemas berlebih saat harus berada di dalam ruangan gelap atau sempit. Selain merasa takut, kondisi ini juga bisa memicu gejala fisik, seperti berkeringat, gemetar, kehilangan kontrol diri, serta detak jantung menjadi cepat dan tidak beraturan.

Halodoc, Jakarta – Claustrophobic merupakan istilah untuk fobia tempat sempit. Kondisi ini menyebabkan pengidapnya memiliki rasa takut yang berlebihan saat berada di ruang sempit atau di ruangan tertutup. Rasa takut terasa sangat mengancam, padahal tidak ada bahaya yang menyerang. Lantas, adakah cara untuk mengatasi kondisi ini? 

Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa takut dan cemas berlebihan saat berada di ruang sempit. Kabar baiknya, ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi gejala kondisi ini. Pengidap claustrophobic biasanya akan merasa takut, cemas, dan khawatir saat berada di ruangan sempit, seperti lift, terowongan, bahkan toilet umum. 

Baca juga: Ini Penyebab Fobia Bisa Muncul

Beragam Terapi untuk Mengatasi Claustrophobic 

Fobia ini menyebabkan pengidapnya merasa takut dan cemas saat berada di ruangan sempit. Pada kondisi yang parah, pengidap gangguan ini bahkan bisa mengalami serangan panik saat berhadapan dengan hal yang membuatnya takut, yaitu tempat sempit dan gelap. Bahkan, ada kemungkinan gejala cemas atau takut muncul hanya karena memikirkan situasi tertentu tanpa benar-benar mengalaminya. 

Gejala fisik yang bisa muncul pada pengidap gangguan ini adalah gemetar, berkeringat, kepanasan atau kedinginan, sesak napas, detak jantung cepat dan tidak beraturan, mual dan muntah, sakit kepala, telinga berdengung, hingga merasa bingung atau disorientasi. Pada kondisi yang parah, pengidapnya juga bisa mengalami kehilangan kontrol, perasaan ingin pingsan, hingga pikiran negatif terkait kematian.  

Kabar baiknya, ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Seperti jenis fobia lainnya, claustrophobic juga bisa disembuhkan. Namun, hal ini tergantung pada semangat dan kemauan pengidap untuk sembuh.

Penangan Ahli untuk Meredakan Gejala

Secara umum, ada beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya: 

  1. Terapi Flooding 

Saat menjalani terapi ini, pengidap claustrophobic akan diminta untuk berada di tempat yang membuatnya merasa takut, yaitu ruangan sempit dan gelap. Tujuannya untuk memicu rasa panik dan cemas muncul. Setelah itu, pengidap fobia akan diminta untuk terus berada di ruangan tersebut hingga serangan panik yang dialaminya berakhir. Terapi ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa berada di ruangan sempit dan tertutup bukanlah hal yang membahayakan.

Baca juga: Hati-Hati, Fobia Bisa Sebabkan Depresi

  1. Counter Conditioning 

Dibutuhkan keberanian besar untuk menjalani terapi flooding. Jika pengidap claustrophobic belum cukup bernyali, ada jenis terapi lain yang bisa dicoba, yaitu counter conditioning. Terapi ini dilakukan untuk mengajarkan teknik relaksasi dan visualisasi pada pengidap fobia. Secara perlahan, hal-hal yang menyebabkan munculnya rasa takut akan diperkenalkan pada pengidap claustrophobic. Kemudian, secara perlahan pengidap akan diminta untuk menghadapinya dan menerapkan teknik relaksasi yang sudah diajarkan. 

  1. Cognitive behavioral therapy (CBT)

Terapi ini berkaitan dengan pola pikir. Saat menjalani CBT, pengidap fobia akan diminta untuk mengubah pola pikir serta cara merespons situasi yang membuat takut. Pengidap akan dirangsang untuk membentuk pola pikir berkaitan dengan cara bersikap saat berada di ruangan sempit dan gelap. 

  1. Modelling 

Terapi ini melibatkan seorang “model” untuk memberikan contoh bagaimana cara menghadapi rasa takut saat berada di ruang sempit. Kemudian, pengidap fobia akan diminta untuk meniru cara-cara yang sudah dicontohkan tersebut. Terapi ini juga akan diberikan rasa percaya diri sehingga mampu mengatasi rasa takutnya. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Antara Agoraphobia dan Fobia Sosial

  1. Konsumsi Obat-obatan 

Jika dibutuhkan, beberapa jenis obat-obatan mungkin akan diberikan untuk mengatasi fobia. Jenis obat yang sering diresepkan dokter adalah antidepresan atau obat depresi. 

Jika memiliki gejala claustrophobic atau fobia lainnya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke ahli. Jika ragu, bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi ahli psikologi melalui Video/Voice Call atau Chat. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
NHS UK. Diakses pada 2021. Claustrophobia. 
Better Health. Diakses pada 2021. Claustrophobia. 
Winchester Hospital. Diakses pada 2021. Claustrophobia.
Anxiety UK. Diakses pada 2021. Claustrophobia.