Bagaimana Cara Rabies Menyerang Manusia?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bagaimana Cara Rabies Menyerang Manusia?

Halodoc, Jakarta – Memiliki hewan peliharaan dapat membuat kamu merasakan beberapa manfaat pada kesehatan, seperti membuat kamu jadi lebih aktif dan banyak bergerak serta dapat menurunkan tingkat depresi. 

Baca juga: 4 Fakta Tentang Rabies pada Manusia

Sebaiknya perhatikan juga kesehatan hewan peliharaan yang dimiliki agar kondisi kesehatannya selalu optimal dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan pada hewan peliharaan, salah satunya adalah penyakit rabies.

Penularan Rabies pada Manusia

Rabies merupakan penyakit yang dikenal dengan istilah lain yaitu anjing gila. Penyakit rabies memang bisa ditularkan dari anjing melalui gigitan, cakaran atau paparan langsung air liur anjing yang mengalami penyakit rabies. Meskipun dikenal sebagai penyakit anjing gila, nyatanya penyakit rabies dapat ditularkan oleh hewan lain seperti kucing, kera, musang, dan bahkan kelinci.

Pada manusia, virus rabies menyerang bagian otak dan sistem saraf. Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang mengalami penyakit rabies. Penularannya bukan melalui kulit. Virus rabies tidak dapat masuk melalui kulit yang sehat. Manusia dapat tertular virus rabies ketika luka yang ada pada tubuh mengalami kontak langsung dengan air liur hewan yang alami rabies.

Tidak hanya luka yang terbuka, gigitan hewan atau cakaran hewan yang terkontaminasi dengan virus rabies juga menjadi cara penularan virus rabies dari hewan pada manusia. Virus rabies yang masuk dalam tubuh manusia, dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

Virus rabies yang mencapai otak berkembang dengan pesat sehingga menyebabkan peradangan pada otak. Parahnya, penyebaran virus rabies lebih cepat ketika seseorang mengalami gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi rabies pada bagian leher atau kepala. 

Baca juga: Waspada Gigitan Anjing Rabies, Ketahui Tahapan Gejalanya

Ketahui Gejala Rabies pada Manusia

Seseorang yang mengalami rabies tidak langsung mengalami gejala-gejala penyakit rabies. Virus rabies bereaksi pada tubuh sekitar 4-12 minggu seseorang terpapar virus rabies. Namun, setelah masa inkubasi selesai, gejala lain yang mungkin dialami oleh seseorang yang terpapar virus rabies, seperti demam, lemas, mengalami kesemutan di beberapa bagian tubuh, sakit kepala, mengalami nyeri dan sakit yang cukup parah pada area bekas gigitan serta meningkatkan perasaan cemas.

Gejala awal dari penyakit rabies hampir mirip dengan penyakit flu. Jika kamu sudah mengalami gejala seperti kram otot, gangguan tidur, halusinasi, produksi air liur secara berlebihan, sesak napas, kesulitan menelan, dan hiperaktif, sebaiknya segera ditangani. Gejala ini menjadi tanda bahwa virus rabies sudah menyerang cukup parah. Kamu bisa melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat dan membuat janji dengan dokter secara online melalui aplikasi Halodoc.

Lakukan Pencegahan untuk Penularan Rabies

Penularan virus rabies dapat dicegah dengan beberapa cara, salah satunya adalah menjaga kesehatan hewan peliharaan kamu. Sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin pada hewan peliharaan dan lakukan vaksinasi pada hewan peliharaan agar hewan tidak mengalami penyakit rabies. Tidak hanya itu, kamu perlu menerima vaksin rabies sebelum melakukan kegiatan bersama hewan yang dapat meningkatkan risiko tertular rabies.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Vaksin Rabies pada Manusia

Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan yang menularkan penyakit rabies pada manusia. Tidak ada salahnya untuk ketahui tanda-tanda hewan yang mengalami kondisi rabies, seperti mulut yang selalu berbusa, mudah menyerang orang, terlihat takut, dan tidak nafsu makan agar dapat mencegah kontak langsung dengan hewan tersebut.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Rabies
Medical News Today. Diakses pada 2019. What You Nedd To Know About Rabies