• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Mendeteksi Reseptor HER2 pada Kanker Payudara?

Bagaimana Mendeteksi Reseptor HER2 pada Kanker Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimana Mendeteksi Reseptor HER2 pada Kanker Payudara?

Halodoc, Jakarta - Setelah didiagnosis kanker payudara, pemeriksaan HER2 perlu dilakukan. HER2 adalah singkatan dari human epidermal growth factor, yaitu sejenis gen penghasil protein yang jika ada dalam jumlah tinggi, dapat mendorong kanker untuk tumbuh dan bermetastasis lebih cepat. 

Jadi, sangat penting untuk mengetahui apakah kanker payudara yang diidap, HER2-positif atau HER2-negatif. Sebab, hal ini dapat menentukan pengobatan apa yang paling efektif untuk kondisi yang dialami. 

Baca juga: Ini 5 Jenis Benjolan pada Payudara yang Harus Diwaspadai

HER2 dan Kaitannya dengan Kanker Payudara

HER2 merupakan gen yang membuat protein yang ditemukan di permukaan semua sel payudara. Gen ini juga terlibat dalam pertumbuhan sel normal. Perlu diketahui, gen adalah unit dasar keturunan, yang diturunkan dari ibu dan ayah. 

Pada kanker tertentu, terutama kanker payudara, gen HER2 bermutasi (berubah) dan membuat salinan gen tambahan. Ketika ini terjadi, gen HER2 membuat terlalu banyak protein HER2, yang menyebabkan sel membelah dan tumbuh terlalu cepat.

Kanker dengan tingkat protein HER2 yang tinggi dikenal sebagai HER2-positif. Kanker dengan tingkat protein yang rendah dikenal sebagai HER2-negatif. Sekitar 20 persen dari kasus kanker payudara adalah HER2-positif.

Penting untuk memiliki hasil status HER2 yang akurat, agar pengobatan kanker payudara bisa dilakukan dengan seefektif mungkin. Termasuk dalam menentukan pilihan terapi yang ditargetkan seperti Herceptin (trastuzumab), Perjeta (pertuzumab), Tykerb (lapatinib), dan Nerlynx (neratinib), obat yang secara khusus menangani protein ini.

Status HER2 yang akurat juga sangat penting dalam menentukan jenis pengobatan kanker payudara metastasis HER2-positif. Selain itu, pola metastasis, serta pengobatan situs metastasis tertentu, dapat bervariasi berdasarkan status HER2 yang dimiliki.

Baca juga: 6 Cara Mudah Mencegah Kanker Payudara

Tes untuk Mendiagnosis Kanker Payudara HER2-Positif

Ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah kanker payudara yang diidap HER2-positif atau tidak. Bagaimana hasilnya muncul di laporan akan bergantung pada tes yang dijalani. Dua dari tes yang paling umum dilakukan adalah:

1.Tes IHC (Immunohistochemistry)

Tes IHC menggunakan pewarna kimia untuk mendeteksi adanya protein HER2. IHC memberikan skor 0 hingga 3+ yang mengukur jumlah protein HER2 pada permukaan sel dalam sampel jaringan kanker payudara. 

Jika skornya 0 banding 1+, itu dianggap HER2-negatif. Jika skornya 2+, itu dianggap batas, sedangkan skor 3+ dianggap HER2-positif. Jika hasil tes IHC mendekati batas, kemungkinan tes FISH akan dilakukan pada sampel jaringan kanker untuk menentukan apakah kanker tersebut HER2-positif.

2.Fluorescence In Situ Hybridization (FISH)

Tes ini dilakukan dengan menggunakan label khusus yang menempel pada protein HER2. Label khusus tersebut memiliki bahan kimia yang ditambahkan padanya sehingga dapat berubah warna dan bersinar dalam gelap saat menempel pada protein HER2. 

Tes ini adalah yang paling akurat, tetapi relatif lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan hasil. Itulah sebabnya tes IHC biasanya merupakan tes pertama yang dilakukan untuk melihat apakah suatu kanker payudara HER2-positif atau tidak. Hasil tes FISH akan menunjukkan positif atau negatif.

Penting untuk mengetahui tes HER2 mana yang dilakukan. Umumnya, hanya kanker dengan hasil tes IHC 3+ atau FISH positif yang merespons obat-obatan yang menargetkan kanker payudara HER2-positif. Hasil tes IHC 2+ disebut borderline. Jika memiliki hasil IHC 2+, dokter biasanya akan menyarankan agar jaringan diuji ulang dengan tes FISH.

Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa kanker payudara HER2-positif dapat menjadi negatif seiring waktu. Demikian pula, kanker payudara HER2-negatif bisa menjadi positif. Jika kanker payudara muncul kembali di masa mendatang sebagai penyakit lanjut, dokter harus mempertimbangkan untuk melakukan biopsi lagi dan menguji ulang status HER2.

Baca juga: Kenali 6 Gejala Kanker Payudara

Pengujian HER2, bersama dengan pengujian reseptor estrogen dan progesteron, harus dilakukan pada semua kanker payudara invasif (stadium I hingga stadium IV), pada saat diagnosis dan sebelum pengobatan dilakukan. 

Pengujian juga harus diulang jika memiliki tes yang ternyata tidak pasti, jika ahli onkologi merasa jenis tes yang berbeda lebih akurat, atau jika kanker berulang atau menyebar. Perlu diketahui bahwa status HER2 juga dapat berubah seiring waktu, bahkan di berbagai area tumor tunggal.

Itulah sedikit penjelasan mengenai kanker payudara HER2 dan tes yang bisa dilakukan untuk menetapkan diagnosisnya. Penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Referensi:
Breast Cancer. Diakses pada 2021. HER2 Status.
Medline Plus. Diakses pada 2021. HER2 (Breast Cancer) Testing.
Very Well Health. Diakses pada 2021. HER2 Testing in Breast Cancer.