• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Cuma Nyeri Dada, Ini 13 Gejala Serangan Jantung Lainnya

Bukan Cuma Nyeri Dada, Ini 13 Gejala Serangan Jantung Lainnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Beberapa dekade ke belakang, penyakit jantung seringkali dikaitkan dengan usia. Namun, faktanya kini enggak sedikit kok orang-orang di usia produktif yang mesti berhadapan dengan masalah kesehatan ini. Enggak percaya?

Lihat saja apa yang pernah terjadi pada mantan bintang Real Madrid, Iker Casillas, politikus Adjie Massaid, dan penyanyi ternama seperti Mike Mohede. Ketiganya sama-sama pernah mengalami serangan jantung. Iker masih terbilang beruntung, nyawanya masih tertolong, tak, seperti Adjie dan Mike.

Lantas, seperti apa gejala serangan jantung yang mesti diwaspadai?

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Bukan Cuma Seputar Nyeri Dada

Ingat, serangan jantung merupakan kegawat daruratan medis yang harus segera ditangani.  Seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya mengeluhkan keadaan yang mirip dengan masuk angin.

Contohnya, pusing, mual atau muntah, berkeringat dingin, jantung berdebar-debar, dada terasa terbakar, tertekan atau, atau terasa berat. Selain itu, bisa juga timbulnya rasa nyeri pada dada dan menyebar ke daerah leher, rahang, hingga pungung.

Padahal, faktanya masuk angin tidak dikenal dalam dunia medis. Lalu seperti apa sih gejala serangan jantung lainnya? Menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, berita gejala serangan jantung yang umumnya dialami pengidapnya.

  1. Nyeri dada, gejala paling umum dari serangan jantung.

  2. Nyeri yang bisa berpindah dari dada ke lengan, bahu, leher, gigi, rahang, daerah perut, atau punggung.

Rasa sakitnya bisa parah atau ringan, seperti:

  1. Dada seperti terikat tali ketat.

  2. Gangguan pencernaan yang buruk.
  1. Dada seperti diduduki sesuatu yang berat.

Rasa sakit dari gejala serangan jantung ini paling sering berlangsung lebih dari 20 menit. Mungkin rasa sakit akibat gejala serangan jantung ini bisa diatasi dengan obat atau istirahat. Akan tetapi, gejala bisa muncul kembali.

Selain itu, ada pula gejala serangan jantung lainnya yang mesti diwaspadai. Misalnya:

  1. Kegelisahan
  2. Batuk.
  3. Pingsan.
  4. Sakit kepala ringan dan pusing.
  5. Mual dan muntah.
  6. Palpitasi (jantung berdetak terlalu cepat atau tidak teratur).
  7. Sesak napas.
  8. Mengeluarkan banyak keringat.

Baca juga: Masuk Angin, Angin Duduk, dan Serangan Jantung, Apa Bedanya?

Beberapa orang khususnya paruh baya (usia 40 tahunan ke atas), pengidap diabetes, dan wanita, mungkin mengalami sedikit atau tidak mengalami rasa sakit pada bagian dadanya.

Dalam beberapa kasus, mereka mungkin mengalami gejala yang tidak biasa. Contohnya, sesak napas, kelelahan, dan kelemahan. Kondisi ini bisa dibilang sebagai silent heart attack, alias serangan jantung tanpa gejala.

Hal yang perlu ditegaskan, segeralah temui dokter atau nomor telepon darurat ketika mengalami gejala serangan jantung di atas. Ingat, jangan menunggu hingga gejala serangan jantung makin berkembang.

Lalu, kondisi seperti apa sih yang bisa menyebabkan serangan jantung?  Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Gegara PJK dan Faktor Risiko Lainnya

Jangan sekali-kali menyepelakan serangan jantung kalau tak mau berujung pada maut. Alasannya, komplikasi dari serangan jantung bisa memicu gagal jantung. Kondisi ini bisa membuat jantung tak efektif memompa darah ke seluruh tubuh. Nah, kondisi inilah yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan kematian.

Lalu, kondisi apa sih yang bisa memicu serangan jantung?

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan biang keladi serangan jantung. Namun, mau tahu lagi faktor pemicu lainnya? Sebut saja kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, jarang berolahraga, hipertensi, diabetes, obesitas, hingga stres.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Dalam beberapa kasus, risiko serangan jantung makin tinggi pada mereka yang mengidap penyakit autoimun dan bumil yang mengalami preeklamsia.

Singkat kata, faktor-faktor di atas itulah yang bisa menyebabkan terganggunya pasukan darah ke otot jantung, sehingga memicu serangan jantung.

Mau tahu lebih jauh mengenai gejala serangan jantung dan cara mencegahnya? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus Diakses pada 2020. Heart attack.
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Heart Attack.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Heart Attack.