Serangan Jantung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan kondisi medis darurat ketika darah yang menuju ke jantung terhambat. Gangguan aliran darah ke jantung bisa merusak atau bahkan menghancurkan otot jantung dan bahkan bisa berakibat fatal. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami serangan jantung harus segera dibawa ke rumah sakit terdetak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Faktor Risiko Serangan Jantung

Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Contohnya:

  • Minuman beralkohol.

  • Usia dan jenis kelamin.

  • Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Kelebihan berat badan.

  • Polusi udara.

  • Adanya riwayat tekanan darah tinggi saat hamil.

Baca juga: Waspada, Pernah Serangan Jantung Berisiko Alami Perikarditis

 

Penyebab Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi karena adanya pasokan darah ke jantung terganggu, sehingga membutuhkan pasokan darah konstan yang mengandung oksigen. Apabila jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, maka otot-otot jantung akan rusak.

Jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama yang paling sering menyebabkan serangan jantung. Namun, di samping itu ada pula beberapa kondisi lainnya yang bisa memicu serangan jantung.

1. Aneurisma

Kondisi ini terjadi karena adanya kelemahan pada dinding pembuluh darah yang pada akhirnya tidak bisa menahan tekanan darah yang mengalir melewatinya.

2. Hipoksia

Kondisi ini merupakan kurangnya pasokan oksigen di dalam sel dan jaringan tubuh. Alhasil, sel dan jaringan tubuh tak bia menjalankan fungsi normalnya.

3. Penyalahgunaan obat-obatan

Obat-obatan stimulan saraf bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta bisa memicu serangan jantung.

 

Gejala Serangan Jantung

Seseorang yang mengalami serangan jantung akan mengalami beberapa keluhan dalam tubuhnya. Berikut beberapa gejala yang umumnya terjadi saat serangan jantung.

  • Rasa gelisah dan mudah cemas.

  • Sesak napas.

  • Adanya sakit atau nyeri pada bagian dada.

  • Rasa sakit pada bagian tubuh, mulai dari lengan sebelah kiri, rahang, leher, punggung, hingga perut.

  • Merasa lemah dan mudah pusing.

Hal yang perlu diperhatikan, gejala-gejala tersebut tak selalu dialami oleh orang yang mengalami serangan jantung. Sebab, dalam beberapa kasus ada pula orang yang tak mengalami gejala sama sekali, bahkan sampai mengalami jantung berhenti.

Berhenti jantung ini disebabkan oleh komplikasi serangan jantung. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini terjadi saat jantung mengalami kekejangan hingga menyebabkan kejang yang akan berhenti mendadak.

Baca juga: Ini Hubungan Antara Serangan Jantung dan Aterosklerosis

 

Diagnosis Serangan Jantung

Terdapat beberapa pemeriksaan yang akan dokter lakukan untuk memastikan diagnosis serangan jantung. Contohnya, EKG (elektrokardiografi), tes darah, rontgen dada, atau angiografi koroner. Di samping itu, ada juga beberapa pemeriksaan lainnya untuk menelisik kemampuan jantung. Misalnya ekokardiogafi, MRI jantung, atau EKG treadmil.

 

Komplikasi Serangan Jantung

Serangan jantung yang tak segera ditangani dengan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi, bahkan kematian. Komplikasi serangan jantung bisa berupa aritmia atau irama jantung yang tidak normal, jantung robek, hingga gagal jantung. Gagal jantung ini bisa membuat jantung tak bekerja dengan efektif untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Baca juga: Muncul Sebelum Serangan Jantung, Apa Itu Angina Pektoris?

 

Pengobatan Serangan Jantung

Terdapat beberapa cara yang akan dilakukan dokter untuk menganani atau mengobati serangan jantung. Contohnya:

  • Operasi dan prosedur penanganan serangan jantung.

  • Obat-obatan yang digunakan.

  • Pemulihan setelah mengalami serangan jantung.

 

Pencegahan Serangan Jantung

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan jantung, seperti:

  • Perubahan gaya hidup yang sehat agar tehindar dari diabetes dan hipertensi.

  • Memilih makanan yang sehat.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Menjaga tekanan darah.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Heart Attack.

 Diperbarui pada 11 September 2019