• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya yang Terjadi saat Air Ketuban Terlalu Banyak

Bahaya yang Terjadi saat Air Ketuban Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Air ketuban punya fungsi penting, salah satunya adalah untuk melindungi janin di dalam kandungan. Namun, jumlah air ketuban harus pas, tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak, agar janin bisa berkembang secara optimal. Air ketuban yang terlalu banyak atau disebut juga polihidramnion, dapat berbahaya bagi ibu hamil dan janin. 

Normalnya, volume air ketuban berkisar antara 60 mililiter saat usia kehamilan 12 minggu, 175 mililiter saat 16 minggu, dan 400-1200 mililiter saat 34-38 minggu. Jika lebih dari itu, ada risiko kesehatan yang dapat mengintai. Simak lebih lanjut setelah ini, ya.

Baca juga: Air Ketuban Terlalu Banyak, Ini Berbagai Penyebab Polihidramnion

Risiko Kesehatan Jika Air Ketuban Terlalu Banyak 

Sebenarnya, air ketuban yang berlebihan tidak bisa menjadi indikasi pasti dari masalah serius. Pada kebanyakan kasus, ibu hamil mungkin hanya perlu lebih banyak beristirahat jika mengalaminya. Namun, kondisi ini tetap tidak bisa dianggap remeh, karena ada risiko kesehatan yang mengintai.

Adapun risiko tersebut dapat bervariasi tergantung usia kehamilan, dan tingkat keparahan berlebihnya air ketuban. Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang dapat mengintai jika air ketuban terlalu banyak:

  • Persalinan prematur, jika ketuban pecah dini.
  • Persalinan caesar.
  • Plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya (solusio plasenta).
  • Prolaps tali pusar, yaitu ketika tali pusar jatuh ke vagina lebih dulu daripada bayi.
  • Proses persalinan berlangsung lebih lama.
  • Risiko perdarahan setelah melahirkan.

Selain itu, ada pula beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi pada janin, jika air ketuban terlalu banyak, yaitu:

  • Risiko cacat lahir.
  • Posisi bayi sungsang dan menyulitkan persalinan.
  • Posisi tali pusar melilit tubuh janin, sehingga suplai oksigen terhambat.

Mengingat banyaknya risiko kesehatan yang dapat terjadi pada ibu dan janin, penting untuk mematuhi jadwal pemeriksaan kehamilan. Dengan begitu, ibu dapat mengetahui sedini mungkin jika air ketuban terlalu banyak dan melakukan penanganan.

Baca juga: Apa Saja Dampak Kekurangan dan Kelebihan Air Ketuban?

Kenali Tanda-Tanda Air Ketuban Terlalu Banyak

Jika tidak terlalu parah, berlebihnya air ketuban jarang menimbulkan gejala yang berarti. Namun, pada kasus yang cukup parah, gejala yang dapat dirasakan adalah:

  • Perut bagian bawah membengkak.
  • Kaki membengkak.
  • Perut terasa terlalu besar dan berat.
  • Sesak napas.
  • Tidak nyaman saat buang air kecil.
  • Kondisi bayi tidak normal.

Untuk mengetahui secara lebih pasti apakah air ketuban terlalu banyak atau tidak, diperlukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Jika ibu tidak menyadari berbagai gejala tersebut, tetapi merasa ukuran perut lebih besar daripada usia kehamilan yang seharusnya, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit, untuk memeriksakan kondisi kehamilan. Jika air ketuban memang terlalu banyak, dokter dapat melakukan tes lebih lanjut untuk mengukur kadarnya secara rinci, dan melakukan penanganan. 

Baca juga: Ibu Hamil Hati-Hati, Ini Bahaya Air Ketuban Bocor

Bagaimana Menangani Air Ketuban yang Terlalu Banyak?

Jika mencurigai indikasi polihidramnion, dokter akan melakukan serangkaian tes, seperti cek darah, agar dapat diketahui apakah ada infeksi atau penyakit seperti diabetes. Prosedur amniosintesis dapat dilakukan, untuk mengambil sampel air ketuban, agar bisa diperiksa di laboratorium.

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan amnioreduction atau prosedur mengeluarkan air ketuban. Namun, keamanan dari prosedur ini masih menuai kontroversi hingga saat ini, dan jarang dilakukan. 

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah pemberian obat-obatan untuk menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan janin, sehingga penambahan air ketuban tidak terlalu banyak. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat antiradang untuk dikonsumsi ibu, guna mencegah risiko komplikasi akibat kelebihan cairan ketuban.

Sebagai perawatan rumahan, penting bagi ibu hamil untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, serta tetap rileks dan tenang. Hindari aktivitas berat dan cukupi waktu istirahat.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Are The Risks Of Having Too Much Amniotic Fluid?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Polyhydramnios.
NHS. Diakses pada 2021. Polyhydramnios (Too Much Amniotic Fluid).