13 April 2018

Ini Dampak Kekurangan dan Kelebihan Air Ketuban Bagi Bayi

Ini Dampak Kekurangan dan Kelebihan Air Ketuban Bagi Bayi

Haldoc, Jakarta – Dampak kekurangan air ketuban selama kehamilan sering membuat ibu resah. Padahal, cairan ini punya peran yang amat penting bagi janin, lho. Misalnya, sebagai pelindung janin bila terjadi benturan. Pastinya, cairan ini jadi unsur penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Sebenarnya, enggak cuma kekurangan air ketuban  saja, kelebihan cairan tersebut pun juga bisa menimbulkan berbagai masalah. Lalu, apa jadinya bila ibu hamil kekurangan atau kelebihan air ketuban?

Penyebab Kurangnya Air Ketuban

Kekurangan cairan ketuban biasa dikenal dengan oligohidramnion. Kondisi medis ini bisa disebabkan pelbagai faktor seperti dehidrasi, hipoksia kronis, preeklamsia, diabetes, kehamilan kembar, hingga tekanan darah tinggi kronis.

Selain itu, mengutip American Pregnancy, kekurangan air ketuban juga bisa disebabkan oleh:

  • Usia kehamilan sudah melewati batas, akibatnya bisa menurunkan fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.
  • Timbulnya masalah pada plasenta. Jika plasenta enggak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi,  maka memungkinkan ia untuk berhenti mendaur ulang cairan.
  • Masalah pada perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi, sehingga produksi air seninya sedikit. Nah, hal ini bisa membuat cairan ketuban rendah.
  • Adanya kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.

(Baca Juga: 8 Mitos Kehamilan yang Perlu Diketahui Ibu)

Dampak Kekurangan Air Ketuban

Kata ahli, kondisi air ketuban yang sedikit dalam waktu lama bisa menyebabkan perkembangan janin jadi abnormal. Misalnya, timbulnya masalah pada paru-paru yang disebut dengan hipoplasia paru. Enggak cuma itu, dampak kekurangan air ketuban juga bisa meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan.

Volume cairan ketuban yang rendah terkadang bisa membatasi pergerakan janin. Alhasil, janin pun bisa tertekan karena ruang yang sempit. Nah, hal Inilah yang bisa menyebabkan kelainan pada janin.

Sedangkan kekurangan cairan ketuban terjadi dekat dengan waktu kelahiran, mungkin janin akan mengalami kelahiran prematur. Apalagi bila ibu mengidap preeklampsia dan berat atau janin enggak berkembang di dalam rahim.

Penyebab Berlebihnya Air Ketuban

Sama halnya dengan  oligohidramnion, polihidramnion (cairan ketuban lebih banyak) juga bisa disebabkan pelbagai faktor. Biasanya, kelebihan air ketuban ini ditandai dengan rahim mengembang lebih cepat, sehingga terlihat lebih besar. Kondisi ini juga bisa membuat ibu mengalami ketidaknyamanan pada perut, sesak napas, nyeri punggung, hingga bengkak pada kaki dan pergelangan tangan.

Umumnya, kelebihan air ketuban ini terjadi bila ibu mengalami kehamilan kembar, kelainan genetik janin, dan diabetes gestasional. Selain itu, kelainan janin yang menyebabkan janin sulit menelan cairan tapi ginjalnya terus menghasilkan cairan, juga bisa jadi penyebabnya.

Dampak Kelebihan Air Ketuban

Menurut ahli, air ketuban yang terlampau banyak bukanlah pertanda baik. Volume air ketuban yang amat banyak bisa mengakibatkan regangan berlebihan pada rahim. Hal inilah yang terkadang bisa menyebabkan kehamilan prematur. Enggak cuma itu, terlalu banyak air ketuban juga bisa menyebabkan komplikasi persalinan, misalnya, perdarahan paska persalinan.

Jika ibu mengalami kondisi ini, biasanya dokter akan mengawasi lebih ketat mengingat risiko ketuban pecah dini lebih tinggi. Selain itu, saat proses persalinan pun dokter akan ekstra hati-hati. Pasalnya, air ketuban yang terlampau banyak memungkinan terjadi prolaps tali pusar, yaitu kondisi tali pusar keluar melalui pembukaan leher rahim. Nah, bila kondisi ini terjadi, mau enggak mau ibu mesti melahirkan dengan operasi caesar.

Nah, kalau kamu mau tahu lebih jauh mengenai dampak kekurangan atau kelebihan air ketuban,  kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai kondisi tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.