Batu Ginjal Bisa Berakhir pada Gagal Ginjal, Benarkah?

batu-ginjal-bisa-berakhir-pada-gagal-ginjal-benarkah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Jangan bayangkan penyakit batu ginjal seperti batu yang ada di tanah pada umumnya yang terdapat di dalam organ ginjal. Nyatanya, batu ginjal terbentuk dari limbah darah yang berubah menjadi kristal dan semakin keras seiring waktu, sehingga menyerupai batu. 

Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami masalah dalam buang air kecil. Bila tidak segera diobati, batu ginjal katanya bisa berakhir pada gagal ginjal. Benarkah demikian? Cek faktanya di sini.

Apa Itu Batu Ginjal?

Penyakit batu ginjal atau yang dalam istilah medisnya disebut nefrolitiasis adalah terbentuknya materi keras yang menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Sebenarnya, batu ginjal tidak hanya terbentuk di ginjal, tapi juga bisa terjadi di sepanjang saluran urine, dimulai dari ginjal, ureter (saluran kemih yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, sampai uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh).

Berdasarkan jenis komposisi kristalnya, batu ginjal bisa dikelompokan menjadi beberapa jenis, yaitu batu kalsium oksalat, kalsium fosfat, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Batu ginjal bisa tidak hanya diam di dalam ginjal saja, tapi bisa berpindah-pindah. Namun, pada kasus perpindahan batu ginjal yang berukuran besar, batu akan sulit melewati ureter yang kecil dan halus hingga kandung kemih, untuk dikeluarkan melalui uretra. Akibatnya, pengidap berisiko mengalami iritasi saluran kemih.

Batu ginjal paling sering dialami oleh orang-orang yang berusia 30–60 tahun. Kira-kira terdapat 10 persen wanita dan 15 persen pria yang pernah mengalami penyakit ini selama hidup mereka.

Baca juga: Awas, Ini 4 Gejala dari Batu Ginjal

Apa Penyebab Batu Ginjal?

Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau adanya masalah kesehatan yang mendasari. Namun, batu ginjal juga bisa dipicu oleh berbagai macam kondisi, antara lain:

  • kurang minum air putih, 

  • berat badan berlebih,

  • sering menahan buang air kecil,

  • mengonsumsi kalsium dan vitamin C dalam jumlah banyak,

  • kebiasaan minum minuman bersoda,

  • mengalami infeksi saluran kemih berulang,

  • adanya kelainan anatomis pada saluran kemih, dan

  • efek samping dari operasi pada organ pencernaan. 

Baca juga: 5 Tips Sederhana untuk Mencegah Batu Ginjal

Bisakah Batu Ginjal Menyebabkan Gagal Ginjal?

Jawabannya adalah ya. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 3,2 persen kasus gagal ginjal permanen yang dialami orang dewasa disebabkan oleh batu ginjal. 

Jadi, batu ginjal yang semakin lama semakin besar di dalam ureter, akan menghalangi air seni untuk mengalir keluar. Air seni yang tidak bisa keluar ini lama-kelamaan akan terakumulasi dan memberi tekanan yang besar pada ginjal. Kondisi ini dinamakan hidronefrosis. 

Akibat dari kondisi ini, ginjal terpaksa harus bekerja lebih keras dan berisiko mengalami kerusakan. Namun, bila batu ginjal hanya terjadi pada satu ginjal, hal ini belum tentu menyebabkan gagal ginjal. Gagal ginjal baru terjadi apabila batu dengan ukuran yang besar menyumbat ginjal kanan dan kiri.

Selain itu, batu ginjal yang dibiarkan saja dan tidak ditangani segera juga bisa berakhir pada komplikasi gagal ginjal permanen. Sebaliknya, bila batu ginjal di tangani dengan cepat dan tepat, gagal ginjal yang terjadi hanya bersifat sementara, kemudian fungsi ginjal akan pulih kembali dalam beberapa waktu.

Baca juga: Prosedur Cuci Darah Jika Alami Gagal Ginjal

Karena itu, segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami masalah berkemih, seperti nyeri atau tidak bisa buang air kecil. Sebab, kondisi tersebut adalah gejala batu ginjal. Kamu juga bisa mendiskusikan masalah kesehatan apapun yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui melalui fitur Talk to A Doctor untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.