Bayi Baru Lahir Penting Melakukan Otoacoustic Emissions

Bayi Baru Lahir Penting Melakukan Otoacoustic Emissions

Halodoc, Jakarta – Tes otoacoustic emission (OAE) merupakan jenis pemeriksaan yang dianjurkan untuk dilakukan bayi baru lahir. Apa yang dimaksud dengan otoacoustic emission dan mengapa pemeriksaan ini menjadi penting?

Otoacoustic Emissions (OAE) adalah jenis tes pendengaran yang dilakukan untuk mengukur gelombang suara di telinga bayi bagian dalam. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meletakkan perangkat kecil di telinga bayi, untuk menghasilkan bunyi klik yang lembut. Setelah itu, alat akan merekam respon telinga bayi terhadap bunyi tersebut.

Tes pendengaran pada bayi adalah hal penting dilakukan untuk membantu mendeteksi dan mencegah gangguan pendengaran. Dengan begitu, risiko atau kondisi yang menyebabkan gangguan pendengaran tersebut bisa mendapat penanganan yang tepat sejak dini, sehingga mencegah terjadinya komplikasi di masa depan.

Selain tes OAE, ada satu jenis pemeriksaan lain yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi indra pendengaran Si Kecil, yaitu melalui tes Automated Auditory Brainstem Response (AABR).

Baca juga: Ini 6 Jenis Tes yang Penting untuk Bayi

Pemeriksaan AABR bertujuan untuk mengukur aktivitas gelombang otak bayi. Cara yang dilakukan hampir sama dengan OAE, yaitu meletakkan sensor yang sudah terhubung dengan jaringan komputer di kulit kepala bayi.

Kemudian, komputer akan merekam aktivitas gelombang bayi yang merupakan respon terhadap sensor tersebut. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan waktu lama dan hasilnya akan segera keluar.

Pentingnya Tes Pendengaran pada Bayi Baru Lahir

Tes pendengaran pada bayi umumnya dilakukan setelah proses persalinan selesai. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah fungsi indera pendengaran pada bayi berjalan normal atau tidak. Jika ternyata ada gangguan, dokter biasanya akan segera memberi tindakan penanganan untuk mencegah komplikasi. Mengingat, indera pendengaran sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Bayi akan mempelajari banyak hal di dunia melalui kedua telinganya. Adanya gangguan pada indera tersebut sekecil apapun bisa memengaruhi kemampuan komunikasi dan bahasa bayi. Maka dari itu, penanganan segera adalah hal yang penting dilakukan, terutama jika ditemukan adanya gangguan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Baca juga: Jangan Abaikan, 9 Gejala Ini Bisa Ancam Pendengaran

Berapa Kali Tes Ini Dilakukan?

Biasanya, hasil pemeriksaan akan segera keluar sesaat setelah tes dilakukan. Hasil tes yang menunjukkan bahwa kedua telinga bayi dapat merespon dengan baik memiliki arti bahwa indera pendengaran Si Kecil tidak mengalami masalah. Hal itu juga berarti bahwa besar kemungkinan bayi tidak mengalami gangguan telinga.

Namun, jangan berkecil hati jika hasil pemeriksaan menunjukkan hal yang sebaliknya. Bisa jadi, pemeriksaan pertama yang dilakukan tidak memberi hasil sempurna, karena ada beberapa faktor. Sehingga, dibutuhkan tes pendengaran lanjutan untuk membuktikan benar atau tidak bayi mengalami gangguan pada pendengarannya.

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan hasil tes pendengaran pertama bayi mengalami kegagalan, di antaranya:

  1. Ada kotoran atau cairan pada telinga bagian tengah yang menyumbat saluran telinga. Hal ini mau tidak mau pasti akan memengaruhi hasil tes yang keluar
  2. Ruang tes tidak kondusif, misalnya terlalu berisik sehingga mengecoh mesin pendeteksi
  3. Bayi terlalu banyak bergerak atau menangis saat menjalani pemeriksaan pendengaran

Baca juga: Cara Mendeteksi Gangguan Pendengaran pada Bayi

Mengingat pentingnya pemeriksaan ini, ibu disarankan untuk tidak melewatkan tes otoacoustic emissions begitu saja. Jika masih ragu dan butuh saran ahli, coba tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Ibu bisa bertanya seputar pemeriksaan pendengaran pada bayi dan kapan hal itu harus dilakukan. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!