Begini Cara Diagnosis Necrotizing Enterocolitis pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
begini-cara-diagnosis-necrotizing-enterocolitis-pada-bayi-halodoc

Halodoc, Jakarta – Walaupun bayi yang baru lahir masih kecil, tetapi ia bisa mengalami radang usus, lho. Necrotizing enterocolitis (NEC) adalah peradangan pada usus besar atau usus halus yang sering menyerang bayi berusia dua minggu, terutama bayi yang lahir prematur. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian bila tidak segera mendapatkan penanganan medis. Karena itu, jangan sampai terlambat menyadarinya. Ketahui gejala dan cara mendiagnosis necrotizing enterocolitis pada bayi di sini.

Necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans adalah peradangan yang awalnya hanya memengaruhi lapisan dalam usus, tetapi kemudian bisa berkembang ke lapisan luar, sehingga membentuk lubang. Bila kondisi ini terjadi, bakteri yang normalnya ada di dalam usus, akan keluar dari usus ke rongga perut (peritoneum) dan menyebabkan peritonitis.

Baca juga: Alasan Necrotizing Enterocolitis Terjadi di Kelahiran Prematur

Waspadai Gejalanya

Penting bagi ibu untuk mengetahui gejala enterokolitis nekrotikans yang bisa muncul pada bayi berikut, agar ibu bisa segera mengenali penyakit tersebut dan membawa Si Kecil ke dokter. 

  • Demam;

  • Diare;

  • Muntah berwarna kehijauan;

  • Lemas;

  • Tidak mau menyusu;

  • Perut membesar disertai dengan perubahan warna; dan

  • Buang air besar berdarah.

Baca juga: Jangan Diabaikan, 6 Komplikasi Necrotizing Enterocolitis

Cara Mendiagnosis Necrotizing Enterocolitis

Untuk mendiagnosis enterokolitis nekrotikans, pertama-tama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah perut bayi mengalami pembesaran dan terasa keras (distensi). Dokter juga perlu melakukan tes darah untuk melihat jumlah sel darah putih dan sel keping darah (trombosit) dalam tubuh Si Kecil. Bila kadar trombosit rendah, tetapi sel darah putih tinggi itu tandanya Si Kecil mengidap necrotizing enterocolitis. 

Kadar trombosit menjadi rendah akibat banyak digunakan untuk memperbaiki kerusakan jaringan, sedangkan sel darah putih yang meningkat disebabkan oleh infeksi. Selain tes darah, sampel feses bayi juga akan diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat darah atau tidak.

Foto rontgen perut juga mungkin perlu dilakukan untuk melihat tanda-tanda kebocoran usus. Untuk mengetahui adanya kebocoran usus, dokter juga bisa memasukkan jarum ke rongga perut bayi untuk memeriksa apakah di dalam rongga perut terdapat cairan. Bila terdapat cairan usus di rongga perut, itu berarti usus bayi sudah bocor.

Pengobatan untuk Necrotizing Enterocolitis

Bila bayi sudah didiagnosis mengidap penyakit peradangan usus besar ini, pengobatan perlu segera dilakukan untuk mencegah komplikasi. Namun, pengobatan yang diberikan untuk pengidap enterokolitis nekrotikans bisa berbeda-beda yang tergantung beberapa faktor, seperti usia, keparahan penyakit, dan kondisi kesehatan bayi.

Dokter biasanya akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui dan sebagai gantinya, asupan nutrisi untuk bayi akan diberikan melalui infus. Antibiotik juga akan diberikan untuk mengatasi infeksi yang terjadi pada usus bayi. Bila bayi mengalami sulit bernapas karena perutnya membengkak, maka dokter akan memberikan tambahan oksigen.

Selain pemberian obat-obatan, kondisi bayi juga akan terus dipantau oleh dengan saksama. Dokter secara rutin akan melakukan pemeriksaan tes darah dan foto rontgen perut untuk memastikan kondisi bayi tidak semakin parah. Namun, bila necrotizing enterocolitis yang diidap oleh bayi sudah cukup parah, seperti terjadi usus berlubang atau peradangan sudah menyebar sampai dinding perut, dokter bedah akan melakukan operasi untuk membuang jaringan usus yang rusak. Kemudian, dokter akan membuat saluran pembuangan sementara pada dinding perut (kolostomi atau ileostomi) sampai peradangan pada usus membaik dan usus bisa disambung kembali.

Baca juga: Bayi Mengidap Necrotizing Enterocolitis, Orangtua Harus Apa?

Itulah cara untuk mendiagnosis necrotizing enterocolitis pada bayi. Ibu juga bisa membicarakan gejala mencurigakan yang dialami Si Kecil dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis in the Newborn.
NCBI. Diakses pada 2019. Necrotizing enterocolitis in newborns: pathogenesis, prevention and management.