Begini Cara Mencegah Penyakit Arteri Perifer

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Cara Mencegah Penyakit Arteri Perifer

Halodoc, Jakarta – Penyakit arteri perifer alias peripheral arterial disease (PAD) terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah ke tungkai. Kondisi ini terjadi akibat adanya penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri). Hal ini kemudian menyebabkan tungkai kekurangan pasokan darah dan menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut, terutama saat digunakan untuk berjalan.

Arteri perifer terjadi karena ada penumpukan lemak di dinding pembuluh darah arteri yang bertugas memasok darah ke tungkai. Timbunan lemak tersebut kemudian membuat arteri menyempit sehingga aliran darah ke tungkai jadi tersumbat. Kondisi ini disebut juga aterosklerosis dan bisa terjadi di bagian tubuh mana pun. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini?

Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab jika dibiarkan tanpa penanganan, arteri perifer bisa memburuk dan menimbulkan kematian jaringan. Kalau ini terjadi, bagian tersebut mungkin harus ditangani dengan cara amputasi.

Kabar buruknya, kondisi ini sering muncul tanpa menimbulkan gejala sama sekali dan berkembang secara perlahan, sehingga sering terlambat ditangani. Ada banyak kondisi yang bisa memicu penyakit ini, mulai dari gaya hidup tidak sehat, penyakit seperti hipertensi, diabetes, serta kolesterol tinggi.

Baca juga: Hati-Hati, Ini 5 Penyakit yang Dapat Terjadi karena Kolesterol Tinggi

Mencegah Penyakit Arteri Perifer

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, arteri perifer terjadi karena adanya sumbatan akibat timbunan lemak yang membuat arteri menyempit alias aterosklerosis. Cara paling efektif untuk mencegah penyakit arteri perifer adalah dengan mencegah terjadinya aterosklerosis.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini adalah dengan berhenti merokok, rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga berat badan ideal. Arteri perifer juga bisa dicegah dengan rutin berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol, serta menjaga kondisi tubuh.

Baca juga: Harus Tahu, 4 Fakta Penting Mengenai Amputasi

Meski pada beberapa kasus penyakit ini tidak menimbulkan gejala, ada kemungkinan kondisi ini akan memberi gejala ringan saat muncul. Arteri perifer bisa memicu kram, tungkai terasa berat, kebas, atau nyeri. Biasanya, nyeri yang dirasakan akan semakin terasa parah saat bagian tungkai digunakan untuk beraktivitas, misalnya berjalan atau naik tangga, dan kembali mereda jika jika bagian tersebut beristirahat.

Arteri perifer yang tidak ditangani segera bisa menyebabkan gejala yang muncul semakin parah. Seiring berjalannya waktu, pembuluh darah arteri biasanya akan semakin menyempit. Setelah itu, kondisi ini akan berkembang dan memicu keluhan berupa kaki terasa dingin dan membiru, muncul luka di kaki yang tak kunjung sembuh, kaki menghitam dan membusuk. Gejala-gejala tersebut terjadi sebagai tanda kematian jaringan dan berisiko untuk diamputasi.

Mendiagnosis penyakit arteri perifer bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan, salah satunya dengan metode USG Doppler, yaitu metode pemeriksaan yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi). Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus, dan bertujuan untuk memeriksa serta memperkirakan kondisi aliran darah. Melalui USG Doppler, kondisi aliran darah akan dilihat melalui pembuluh darah.

Baca juga: Bisakah Diagnosis Penyakit Arteri Perifer dengan USG Doppler?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit arteri perifer dan cara mencegahnya dengan bertanya pada dokter di di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!