• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mendapatkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna

Begini Cara Mendapatkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Mendapatkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna

Halodoc, Jakarta - Memiliki kondisi buta warna, artinya seseorang tidak bisa melihat warna tertentu seperti kebanyakan orang, atau bahkan tidak bisa melihat warna sama sekali. Buta warna bisa terjadi karena keturunan, jika kamu atau anak mengalami buta warna, segera bicarakan dengan dokter untuk melakukan tes buta warna. 




Pada kasus tertentu, misalnya, saat melamar pekerjaan ataupun mendaftar masuk kuliah, terkadang tes buta warna diperlukan untuk mendapatkan surat keterangan tidak buta warna. Kamu bisa mengunjungi Puskesmas, rumah sakit, ataupun klinik spesialis mata untuk melakukan tes buta warna dan mendapatkan surat keterangan tidak buta warna. 

Baca juga: Cara untuk Deteksi Buta Warna Parsial

Prosedur Mendapatkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna

Untuk bisa mendapatkan surat keterangan tidak buta warna, seseorang harus menjalani tes buta warna terlebih dulu untuk memastikan kondisi kesehatan mata. Dokter mata bisa mengetahui apakah seseorang mengalami buta warna dari tes yang disebut tes pelat warna. Jika hasilnya tidak jelas, ada tes lain yang bisa dilakukan. 

Kamu tidak perlu menunggu hasil tes buta warna ini, karena dokter mata akan segera memberi tahu jika kamu mengalami atau tidak buta warna setelahnya. Tes buta warna memeriksa apakan seseorang bisa melihat warna secara akurat. Jika kamu tidak lulus tes, kemungkinan kamu memiliki kekurangan penglihatan warna, atau buta warna. 

Tes buta warna bisa mengidentifikasi anak-anak yang mungkin kesulitan mengenali warna. Ini bisa menjadi faktor dalam aktivitas tertentu di sekolah dan di rumah. Tes buta warna juga bisa mengidentifikasi orang-orang yang mungkin kesulitan pada pekerjaan yang membutuhkan penglihatan warna yang sempurna.

1. Tes Pelat Warna

Tes pelat warna adalah tes buta warna parsial yang umum dilakukan. Untuk melakukannya, dokter akan mengarahkan kamu untuk menunjuk angka ataupun huruf yang ada secara samar pada gambar dengan pola titik berwarna.

Dokter akan meminta kamu menunjuk objek tes dengan kondisi melihat menggunakan kedua mata, selanjutnya dengan menutup satu mata dan membaca serta menebak gambar yang terbentuk dari titik-titik berwarna dengan bentuk yang berbeda di tengahnya. 

Orang yang tidak memiliki kelainan buta warna pasti bisa menebak bentuk yang tersembunyi di antara pola titik berwarna. Namun jika memang mengalami buta warna, seseorang akan melihat angka yang berbeda dengan orang yang penglihatan normal. 

Baca juga: Hal yang Dirasakan Pengidap Buta Warna Parsial

2. Tes Holmgren dan Anomaloscope

Tes Holmgren adalah tes buta warna parsial yang menggunakan benang-benang wol beraneka warna yang sudah dirancang khusus sebagai alat pemeriksaannya. Saat menjalani tes ini, dokter akan meminta kamu mengambil benang sesuai warna yang diperintahkan. 

Sementara itu, tes anomaloscope dilakukan dengan menebak warna pada alat berupa mikroskop bernama Anomaloscope. 

Membedakan Jenis Buta Warna

Jenis buta warna yang berbeda menyebabkan masalah penglihatan warna yang berbeda juga:

1. Buta Warna Merah-Hijau

Jenis buta warna yang paling umum terjadi, membuat perbedaan antara merah dan hijau sulit dibedakan. Ada 4 jenis buta warna merah-hijau:

  • Deuteranomaly: Jenis buta warna merah-hijau yang paling umum. Kondisi ini membuat warna hijau terlihat lebih merah. Jenis ini ringan dan biasanya tidak mengganggu aktivitas normal. 
  • Protanomali: Membuat tampilan merah lebih hijau dan kurang cerah. Jenis ini ringan dan biasanya tidak mengganggu aktivitas normal. 
  • Protanopia: Sama seperti deuteranopia yang membuat seseorang tidak bisa membedakan antara merah dan hijau sama sekali. 

2. Buta Warna Biru-Kuning

Jenis buta warna ini kurang umum terjadi. Kondisi ini menyulitkan seseorang untuk membedakan antara biru dan hijau, serta antara kuning dan merah. Ada 2 jenis buta warna biru kuning, yaitu:

  • Tritanomaly: Sulit membedakan antara biru dan hijau, dan antara kuning dan merah.
  • Tritanopia: Sulit membedakan antara biru dan hijau, ungu, dan mera, dan kuning dan merah muda. Warna juga terlihat kurang cerah.

Baca juga: Ini Penjelasan tentang Buta Warna Parsial

3. Buta Warna Lengkap

Saat mengalami buta warna lengkap, pengidapnya tidak bisa melihat warna sama sekali. Kondisi ini juga disebut monokromasi, dan sangat jarang terjadi. 

Itulah yang perlu diketahui tentang buta warna. Jika kamu membutuhkan cara mendapatkan surat keterangan buta warna ataupun mencurigai mengalami buta warna, segera bicarakan pada dokter mata melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Eye Institute. Diakses pada 2021. Types of Color Blindness
All About Vision. Diakses pada 2021. Color blind tests: Do you see colors as they really are?
National Eye Institute. Diakses pada 2021. Testing for Color Blindness