Ini Penjelasan tentang Buta Warna Parsial

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Buta Warna Parsial, buta warna sebagian

Halodoc, Jakarta - Buta warna merupakan kondisi saat kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Pengidap kondisi ini akan mengalami kesulitan dalam membedakan warna tertentu. Namun, pengidap kondisi ini masih dapat melatih diri dalam beradaptasi, sehingga dapat menjalankan aktivitas hariannya dengan normal. Buta warna sendiri terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya adalah buta warna parsial.

Baca juga: Harus Tahu, Ini 4 Buta Warna Parsial

Buta warna jenis ini akan memiliki ciri dan karakter berupa:

  • Melihat warna biru tampak kehijauan. Selain itu, pengidap kondisi ini akan sulit membedakan warna merah mudah dengan kuning dan merah.
  • Melihat warna biru terlihat seperti hijau. Selain itu, pengidap akan melihat warna kuning, seperti abu-abu atau ungu terang.

Dokter akan melakukan penanganan berdasarkan dengan tipe buta warna yang diderita. Berikut ini penjelasan selengkapnya tentang buta warna parsial.

Apa yang Dimaksud dengan Buta Warna Parsial?

Buta warna parsial merupakan jenis buta warna yang paling umum dialami. Pengidap buta warna akan memiliki pandangan yang berbeda tentang warna serta tidak dapat membedakan beberapa warna tertentu. Buta warna parsial biasanya terjadi ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen, yaitu molekul yang bertugas dalam mendeteksi warna dalam sel-sel pada retina.

Selain karena adanya faktor keturunan, buta warna dapat disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh, seperti mata, saraf penglihatan, bagian otak yang bertugas memproses informasi warna. Tak hanya itu, katarak dan usia juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna.

Baca juga: Curiga Si Kecil Buta Warna? Pastikan dengan Tes Ini

Berikut Klasifikasi Buta Warna Parsial

Buta warna parsial memiliki dua golongan, yaitu kesulitan membedakan warna pada gradasi merah-hijau, dan sulit membedakan warna biru-kuning. Ketika pengidap kesulitan membedakan warna merah-hijau, kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya fungsi sel kerucut merah atau kerucut hijau. Buta warna ini terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  1. Deuteranopia, yaitu ketika pengidap melihat warna merah menjadi kuning kecoklatan dan warna hijau menjadi krem.

  2. Protanopia, yaitu ketika pengidap melihat warna merah tampak hitam, warna jingga dan hijau akan terlihat kuning, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.

  3. Protanomali, yaitu ketika pengidap melihat warna jingga, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai warna hijau. 

  4. Deuteranomalia, yaitu ketika pengidap melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.

Sementara itu, buta warna biru-kuning terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Tritanomali, yaitu ketika pengidap melihat warna biru tampak lebih hijau, serta sulit membedakan kuning dan merah.

  2. Tritanopia, yaitu ketika pengidap melihat warna biru lebih tampak hijau dan warna kuning tampak menjadi ungu atau abu-abu muda.

Baca juga: Ini 4 Profesi yang Mengharuskan Lulus Tes Buta Warna

Sejak lahir, manusia sudah kenali dengan warna-warna di sekitarnya. Oleh karena itu, sebagian besar pengidap buta warna parsial tidak menyadari jika mereka mengalami gangguan tersebut. Untuk mengatasinya, pengidap dapat menggunakan lensa kontak yang dapat membantu membedakan warna. Sedangkan untuk mendiagnosis kondisi ini, dibutuhkan sebuah tes guna memastikan seseorang memang benar mengidap buta warna parsial. 

Buta warna parsial yang diwariskan melalui genetik keluarga tidak dapat disembuhkan, karena tidak mungkin menggantikan sel kerucut pada retina. Namun, jika buta warna parsial terjadi karena efek samping mengonsumsi obat-obatan tertentu, segera temui dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan khusus.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Color Blindness?
NHS. Diakses pada 2019. Colour Vision Deficiency (Colour Blindness).