• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Tepat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Tepat

Begini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 09 September 2022
Begini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang TepatBegini Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang Tepat

“Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang membuat henti napas sementara saat tidur. Salah satu cara mendiagnosis dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium semalaman (polisomnografi).”

Halodoc, Jakarta - Obstructive sleep apnea (OSA) adalah suatu gangguan yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara ketika sedang tidur. Gangguan ini dapat menyebabkan tidur yang tidak teratur, serta dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala di pagi hari dan mengantuk di siang hari.

Obstructive sleep apnea dapat menyerang semua orang di segala rentang usia, tetapi risikonya akan meningkat pada seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun. Selain itu, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan OSA, seperti hipertensi, penyakit arteri koroner, aritmia jantung, dan depresi.

Seseorang yang mengidap obstructive sleep apnea dapat menghentikan atau mengurangi pernapasan ketika tidur selama berulang kali. Gangguan tersebut umumnya disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan membuatnya terbangun mendadak atau kesulitan untuk tidur nyenyak.

Penyebab Obstructive Sleep Apnea

Sebelum masuk dalam pembahasan cara mendiagnosis OSA, ada baiknya untuk mengetahui hal yang menyebabkan gangguan tersebut. Gangguan jenis sleep apnea tersebut terjadi ketika otot-otot di belakang tenggorokan terlalu rileks untuk memungkinkan melakukan pernapasan normal. Otot-otot tersebut berpengaruh pada banyak organ di mulut, seperti amandel dan lidah.

Ketika otot tersebut rileks, saluran napas menjadi menyempit hingga menutup dan oksigen dari pernapasan akan kekurangan selama 10 hingga 20 detik. Hal ini menyebabkan penurunan tingkat oksigen pada darah dan menyebabkan penumpukan karbon dioksida. Akhirnya, gangguan pernapasan ini akan membangunkan kamu untuk membuka kembali jalan napas.

Seseorang yang mengidap OSA mungkin tidak menyadari apabila dirinya mengidap gangguan ini. Kebanyakan orang yang terserang gangguan ini merasa apabila dirinya tetap tidur nyenyak sepanjang malam.

Diagnosis Obstructive Sleep Apnea

Untuk mendiagnosis gangguan tersebut, dokter mungkin akan melakukan evaluasi berdasarkan gejala yang ditimbulkan dan melihat hasil dari tes. Kamu akan menjalani pemeriksaan fisik dan bagian yang umumnya diperiksa adalah belakang tenggorokan, mulut, dan hidung, untuk mencari bagian yang mengalami kelainan. Selain itu, tekanan darah kamu juga akan diperiksa.

Setelah itu, dokter spesialis akan melakukan evaluasi tambahan untuk melakukan diagnosis OSA, menentukan keparahannya, dan merencanakan perawatan yang akan dilakukan. Dokter tersebut memantau pernapasan kamu dan fungsi tubuh lainnya ketika kamu tidur. Berikut adalah beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis sleep apnea tersebut:

1. Polisomnografi

Selama dilakukan pemeriksaan ketika tidur ini, kamu akan terhubung ke peralatan yang memonitor aktivitas jantung, paru-paru dan otak, pola pernapasan, gerakan lengan dan kaki, serta kadar oksigen darah saat kamu tidur. Hal ini mungkin akan dilakukan semalam penuh, sehingga tubuh kamu akan dimonitor sepanjang malam.

Dengan cara tersebut, kamu akan dipantau selama paruh pertama malam. Jika kamu didiagnosa mengidap obstructive sleep apnea, staf dari dokter tersebut akan membangunkan kamu. Dengan begitu, tubuh dapat memberi jalan napas positif secara terus-menerus untuk paruh kedua pada malam tersebut.

Tes ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis obstructive sleep apnea dan menyesuaikan terapi tekanan jalan napas. Hal ini juga dapat membantu kamu untuk menyingkirkan gangguan tidur lainnya, seperti gerakan tungkai berkala atau narkolepsi, yang juga dapat menyebabkan kantuk di siang hari yang berlebihan.

2. Tes Sleep Apnea di Rumah

Dalam keadaan tertentu, dokter kamu mungkin akan memberi polisomnografi versi rumah untuk mendiagnosis gangguan tersebut. Tes ini biasanya melibatkan pengukuran aliran udara, pola pernapasan dan kadar oksigen dalam darah, serta kemungkinan gerakan ekstremitas dan mendengkur.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis obstructive sleep apnea. Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan tersebut, silakan tanya dokter di aplikasi Halodoc.

kamu juga bisa mendapatkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya dengan mendownload Halodoc sekarang juga!

 
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Obstructive sleep apnea.
WebMD. Diakses pada 2022. Obstructive Sleep Apnea (OSA).