08 October 2018

Begini Penularan Infeksi Chlamydia dari Tubuh ke Tubuh

Begini Penularan Infeksi Chlamydia dari Tubuh ke Tubuh

Halodoc, Jakarta – Chlamydia merupakan penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Meski bisa terjadi pada pria dan wanita, sebagian besar kasus chlamydia dialami oleh wanita berusia muda yang aktif secara seksual. Jika tidak ditangani segera, chlamydia bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat chlamydia adalah epididimitis, uretritis, penyakit radang panggul, komplikasi kehamilan, bartholinitis (pembengkakan kelenjar Bartholin), dan salpingitis (peradangan tuba fallopi).

Lantas, Bagaimana sih Penularan Chlamydia?

Chlamydia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, bakteri yang ditularkan pengidapnya melalui hubungan seksual tanpa kondom. Penularan ini bisa melalui hubungan seks oral, anal, vaginal, ataupun hanya saling bersentuhan alat kelamin. Bahkan, bakteri chlamydia juga bisa ditularkan melalui alat bantu seks yang tidak dilapisi dengan kondom, atau yang tidak dicuci sampai bersih setelah digunakan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bakteri chlamydia tidak bisa menular melalui kontak fisik dengan pengidap chlamydia seperti pelukan, menggunakan peralatan makan bersama, berbagi handuk, ciuman, berenang bersama, serta mandi dan menggunakan toilet yang sama.

Risiko penularan tersebut semakin meningkat jika seseorang pernah mengidap penyakit menular seksual, berganti-ganti pasangan seksual, berhubungan intim tanpa menggunakan kondom, dan yang aktif secara seksual sebelum usia 18 tahun.

Apa Saja Tanda dan Gejala Chlamydia?

Sebagian besar pengidap chlamydia tidak merasakan gejala apapun saat awal tertular penyakit ini. Sebab, biasanya gejala baru muncul setelah 1–3 minggu bakteri menginfeksi tubuh. Berikut ini beberapa tanda dan gejala chlamydia yang perlu diwaspadai:

1. Gejala Chlamydia pada Pria

Gejala yang muncul bisa berupa rasa sakit pada testikel, sensasi terbakar atau gatal saat berkemih, serta keluarnya cairan berwarna putih kental atau encer dari ujung Mr P. Infeksi dan penularan chlamydia masih bisa terjadi meskipun gejala yang dialami sudah hilang.

2. Gejala Chlamydia pada Wanita

Gejala yang muncul bisa berupa perdarahan saat atau setelah berhubungan intim, keluarnya cairan yang tidak biasa dari Miss V, sensasi terbakar atau gatal saat berkemih, nyeri perut bagian bawah, menstruasi yang lebih berat dari biasanya, serta pendarahan antara periode menstruasi.

Chlamydia sebenarnya tidak hanya menginfeksi alat kelamin. Sebab, chlamydia juga bisa menginfeksi mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan Miss V atau sperma yang terinfeksi terkena mata. Gejala yang dirasakan biasanya berupa mata terasa perih, bengkak, iritasi, hingga mengeluarkan cairan.

Apakah Infeksi Chlamydia Bisa Dicegah?

Tentu bisa. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi chlamydia serta penyakit menular seksual lainnya:

  • Setia pada satu pasangan alias tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Tidak berbagi penggunaan alat bantu seks.
  • Jangan terlalu sering membersihkan Miss V. Sebab, kebiasaan ini bisa mengurangi jumlah bakteri baik dalam Miss V. Jumlah bakteri baik yang sedikit inilah yang bisa meningkatkan risiko infeksi dalam Miss V.

Itulah cara penularan infeksi chlamydia dari tubuh ke tubuh. Kalau kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebabnya. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui fitur Contact Doctor via Chat, dan Video/Voice Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: