Begini Prosedur Diagnosis Perdarahan Uterus Abnormal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Prosedur Diagnosis Perdarahan Uterus Abnormal

Halodoc, Jakarta – Jika kamu mengalami perdarahan vagina di luar siklus haid, jangan ragu untuk berbicara pada dokter. Bisa jadi kondisi tersebut menandakan infeksi lain, seperti perdarahan uterus abnormal. Menurut American Society for Reproductive Medicine, kondisi ini sering terjadi saat pubertas dan menopause. Perdarahan uterus abnormal bisa terjadi ketika hormon di dalam tubuh tidak seimbang.

Baca Juga: AKDR Bisa Picu Perdarahan Uterus Abnormal, Ini Alasannya

Cara Diagnosis Perdarahan Uterus Abnormal

Diagnosis perdarahan uterus abnormal diawali dengan menanyakan riwayat kesehatan dan siklus menstruasi. Jika kamu dicurigai mengidap perdarahan uterus abnormal, dokter melakukan pemeriksaan berikut untuk memastikan diagnosis:

  • Ultrasound (USG) untuk mengamati kondisi organ reproduksi. Pemeriksaan ini bisa mengidentifikasi adanya pertumbuhan abnormal di dalam rahim, seperti polip dan fibroid. USG juga mampu memeriksa adanya perdarahan di dalam rahim.

  • Tes darah, dilakukan untuk memeriksa kadar hormon dan jumlah darah lengkap. Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan penyebab perdarahan abnormal di luar siklus haid.

  • Biopsi endometrium. Jika terjadi pertumbuhan sel abnormal, dinding rahim akan menebal. Pada kondisi ini, dokter mengambil sampel jaringan rahim untuk diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan adanya perubahan sel abnormal dan penyebabnya.

Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi perdarahan uterus abnormal:

  • Kombinasi pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron. Pengobatan ini berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi, dianjurkan bagi wanita yang tidak sedang merencanakan kehamilan.

  • Infus estrogen, disarankan jika perdarahan terlalu deras dan pengidap tidak bisa menjalani pengobatan dengan pil KB. Setelah infus estrogen, biasanya pengidap mendapat progestin untuk menyeimbangkan hormon.

  • Obat untuk merangsang ovulasi. Obat ini biasanya diresepkan pada wanita pengidap perdarahan uterus abnormal yang sedang berusaha hamil dan tidak mengalami perdarahan berlebih. Rangsangan ovulasi bisa menghentikan perdarahan menstruasi  yang berkepanjangan.

  • Angkat rahim (histerektomi), merupakan pilihan terakhir yang dianjurkan jika ditemukan adanya sel-sel rahim abnormal yang bersifat ganas (kanker).

Baca Juga: 4 Penyebab Perdarahan Uterus Abnormal yang Perlu Diketahui

Kalau kamu mau melakukan pemeriksaan medis, kini bisa membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan di sini tanpa harus antre panjang. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter terkait keluhan siklus menstruasi via fitur Tanya Dokter dengan download aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Waspada 5 Faktor Risiko Pemicu Perdarahan Uterus Abnormal

Kenali Tanda dan Gejala Perdarahan Uterus Abnormal

Seorang wanita dicurigai mengidap perdarahan uterus abnormal jika mengalami tanda dan gejala berikut:

  • Volume darah saat haid sangat deras;

  • Darah yang keluar menggumpal;

  • Perdarahan lebih dari tujuh hari;

  • Perdarahan terjadi kurang dari 21 hari sejak menstruasi terakhir;

  • Payudara terasa lunak dan lebih sensitif;

  • Perut kembung.

Jika mengalami gejala tersebut, apalagi disertai dengan keluhan fisik lain, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter, ya.