Waspadai 5 Faktor Risiko Pemicu Perdarahan Uterus Abnormal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Waspadai 5 Faktor Risiko Pemicu Perdarahan Uterus Abnormal

Halodoc, Jakarta - Keluar darah dari Miss V biasanya adalah indikasi dari menstruasi. Namun, bagaimana jika perdarahan dari Miss V itu terjadi di luar siklus menstruasi? Bisa jadi itu gejala perdarahan uterus abnormal. Secara medis, perdarahan uterus abnormal dijelaskan sebagai kondisi perdarahan hebat atau tidak biasa dari uterus (rahim) yang keluar melalui Miss V. 

Perdarahan ini dapat terjadi pada semua wanita, dan paling umum terjadi saat pubertas dan menopause. Namun, perdarahan uterus abnormal ini juga bisa terjadi ketika kadar hormon dalam tubuh tidak seimbang. Gejala paling umum ketika mengalami kondisi ini adalah munculnya perdarahan saat sedang tidak menstruasi.

Baca juga: 3 Masalah Rahim yang Sering Dialami Oleh Wanita

Namun, perdarahan ini juga bisa terjadi pada siklus menstruasi, sehingga kerap tidak disadari pengidapnya, karena dianggap perdarahan menstruasi biasa. Kendati demikian, biasanya ada juga beberapa gejala yang menyertai perdarahan ini, seperti: 

  • Perdarahan menstruasi yang sangat deras.

  • Darah menggumpal atau ada gumpalan besar.

  • Perdarahan lebih dari tujuh hari.

  • Perdarahan yang terjadi kurang dari 21 hari sejak menstruasi terakhir.

Selain itu, gejala-gejala perdarahan uterus abnormal lain yang mungkin dialami adalah:

  • Muncul bercak darah.

  • Payudara terasa lunak dan sensitif.

  • Begah.

Waspadai Penyebab dan Faktor Risikonya

Penyebab utama dari perdarahan uterus abnormal adalah ketidakseimbangan hormon. Itulah sebabnya perdarahan ini kerap dialami wanita dalam masa pubertas ataupun menopause. Karena mereka mungkin mengalami ketidakseimbangan hormon selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ketidakseimbangan hormon ini kemudian menyebabkan perdarahan yang tidak teratur. Seperti misalnya perdarahan yang deras atau hanya bercak-bercak. Biasanya darah tampak kecokelatan, pink, atau merah terang.

Baca juga: Kaum Hawa Perlu Tahu Jenis-jenis Miom di Rahim

Namun, hormon yang tidak seimbang itu bisa jadi juga merupakan efek samping pengobatan tertentu, kondisi medis, atau berbagai faktor lainnya. Beberapa faktor yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon dan perdarahan uterus abnormal adalah:

  1. Kondisi medis tertentu. Perdarahan uterus abnormal dapat dipicu oleh adanya kondisi medis tertentu seperti sindrom polikistik ovarium (PCOS), endometriosis, polip rahim, fibroid rahim, dan penyakit menular seksual.

  2. Pemakaian pil KB. Pil ini memiliki kandungan hormon seksual wanita. Ketidakseimbangan hormon disebabkan oleh pemakaian pil KB yang tidak disertai konsultasi yang lebih dalam terlebih dahulu dengan dokter.

  3. Peningkatan atau penurunan berat badan yang cepat, lemak dalam tubuh merupakan salah satu pembentuk hormon seksual wanita. Hal ini membuat kehilangan lemak dalam waktu cepat dapat mengakibatkan perubahan jumlah hormon yang mendadak.

  4. Stres, baik fisik maupun emosional dapat menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh.

  5. Penggunaan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Meski memiliki efektivitas tinggi, penggunaan kontrasepsi jenis ini harus hati-hati karena AKDR dapat menyebabkan infeksi panggul jika tidak dilakukan dengan baik dan benar.

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Hal tentang Pengangkatan Rahim

Itulah sedikit penjelasan tentang perdarahan uterus abnormal. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!