22 October 2018

Belum Ada Obat untuk Sembuhkan Polio

 polio,obat polio, virus polio

Halodoc, Jakarta – Polio rentan dialami oleh orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah, baik secara substansial atau kondisi medisnya. Misalnya seperti anak-anak, remaja, dan ibu hamil. Kamu akan semakin rentan terhadap penyakit polio jika kamu belum diimunisasi.

Risiko polio bisa disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah bepergian ke tempat polio menjadi endemik atau bekerja di sebuah laboratorium tempat virus polio hidup di simpan. Hidup dengan pengidap polio juga bisa membuatmu berisiko terkena penyakit ini. Selain itu, memiliki riwayat pengangkatan kelenjar amandel juga bisa membuatmu rentan terhadap polio.

Tidak Dapat Disembuhkan

Hingga saat ini, polio belum dapat disembuhkan. Ibuprofen atau obat sejenis hanya membantu mengontrol nyeri. Terapi fisik dengan diet bergizi dapat meningkatkan kesehatan dan stamina. Biasanya, dokter akan menganjurkan kamu untuk menggunakan metode lain  supaya kamu merasa lebih nyaman pada masa terinfeksi.

Selain itu, pengobatan lebih difokuskan pada penguatan imun secara alami agar tubuh mampu melawan infeksi, mendukung fungsi tubuh, dan pencegahan efek negatif jangka panjang. Pengidap mungkin akan dianjurkan istirahat di rumah sakit, diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan, serta dianjurkan olahraga ringan untuk mencegah masalah di otot dan persendian.

Apabila kamu mengalami gangguan gerak motorik jangka panjang, artinya kamu memerlukan bantuan dan perawatan lanjutan. Misalnya seperti fisioterapi, memakai alat bantu untuk gerak tangan (splint), serta pemakaian penyangga untuk membantu tungkai dan persendian yang lemah.

Vaksinasi Polio Penting Dilakukan

Lebih baik mencegah daripada mengobati, begitu pun dengan kasus polio. Vaksinasi sebaiknya dilakukan sejak dini. Vaksinasi akan meningkatan kekebalan tubuh seseorang dari virus polio. Vaksinasi polio telah berhasil menurunkan 99 persen kasus polio di seluruh dunia.

Vaksinasi polio atau imunisasi penting diberikan pada anak-anak. Setidaknya anak-anak harus diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, yaitu pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, antara 6-18 bulan, dan yang terakhir adalah pada usia antara 4-6 tahun.

Saat ini terdapat dua vaksin yang tersedia untuk melawan penyakit polio yaitu vaksin dengan virus polio inaktif (IPV) dan vaksin polio oral (OPV).

  1. IPV terdiri dari serangkaian suntikan dimulai dari 2 bulan setelah lahir dan berlanjut sampai anak berusia 4-6 tahun. Vaksin ini dibuat dari virus polio tidak aktif, tapi sangat aman dan efektif, serta tidak dapat menyebabkan polio.
  2. OPV,diciptakan dari bentuk lemah atau dilemahkan dari virus polio, dan menjadi vaksin pilihan di banyak negara karena biaya yang lebih murah. Selain itu, vaksin jenis ini memberikan kemudahan dan kekebalan yang sangat pada usus. Meski begitu, OPV juga dikenal untuk dapat kembali menjadi berbahaya mampu melumpuhkan orang yang divaksin, sehingga dibutuhkan kondisi prima untuk menerima OPV.

Sementara itu, orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio adalah mereka yang belum pernah divaksinasi atau status vaksinasinya tidak jelas. Selain itu, vaksinasi polio booster sangat dianjurkan pada siapa pun yang tidak divaksinasi atau tidak yakin jika dirinya pernah divaksinasi.

Jika kamu memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala munculnya penyakit polio, atau bahkan merasa belum yakin pernah mendapatkan vaksin, sebaiknya kamu berdiskusi dengan dokter di Halodoc. Tubuh masing-masing orang berbeda, selalu tanyakan kondisi kesehatan pada dokter di Halodoc. Diskusi dan tanya-jawab dengan dokter menjadi lebih praktis via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, segera download aplikasinya sekarang!

Baca juga: