• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anak Sulung Lebih Cerdas?

Benarkah Anak Sulung Lebih Cerdas?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Anak Sulung Lebih Cerdas?

Halodoc, Jakarta – Pernahkah mendengar mengenai mitos mengenai urutan kelahiran anak? Misalnya, anak sulung lebih bertanggung jawab dan dewasa. Sementara itu si bungsu sering dianggap manja dan kurang bertanggung jawab. Kira-kira, itu mitos atau fakta, ya?

Baca juga: Kiat Sederhana Meningkatkan Kecerdasan Bayi

Sebenarnya, ada banyak faktor yang memengaruhi kecerdasan anak. Dilansir dari Smart Parenting, asupan nutrisi anak dan ibu saat menjalani proses kehamilan, pendampingan orangtua pada anak, hingga pemenuhan waktu bermain anak dapat memengaruhi kondisi kecerdasan anak.

Lebih Cerdas dan Penuh Rencana

Salah satu mitos menarik tentang anak sulung adalah mereka biasanya lebih cerdas. Benarkah demikian? Menurut para ahli dari Universitas Edinburgh dalam Journal of Human Resources (2016), ternyata anak sulung cenderung lebih cerdas ketimbang adiknya. Kok bisa? Mereka menerima lebih banyak stimulasi mental pada masa awal pertumbuhan. Sehingga, IQ mereka lebih tinggi sejak usia setahun.

Kata ahli, semua anak menerima dukungan emosi yang sama. Namun, orangtua cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu dalam kegiatan yang merangsang otak dengan anak-anak mereka yang lebih kecil. Dengan kata lain, orangtua yang menyebabkan si sulung lebih cerdas.

Menurut ahli di lain tempat, anak sulung juga memainkan perannya dengan baik. Contoh, ketika ujian sekolah atau pemilihan sekolah baru, si sulung akan menasihati adiknya untuk rajin belajar. Enggak cuma itu, umumnya si sulung juga sering menasihati adiknya mengenai pergaulan.

Baca juga: Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi Ibu?

Artikel berjudul “The Archiver, the Peacemaker and the Life of the Party: How Birth Order Affects Personality” yang dimuat oleh Huffpost, membuat gambaran karakter anak saat merencanakan liburan. Hasilnya, si sulung adalah tipe anak dengan penuh perencanaan. Mereka merencanakan persiapannya dengan matang, minimal seminggu sebelum acara.

Nah, si bungsu lain ceritanya. Sebagai anak bungsu, kondisi ini membuat anak memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih. Tidak hanya itu, anak bungsu umumnya lebih merasa nyaman karena banyak perhatian yang didapat dari orangtua dan kakaknya.

Pengalaman orangtua saat menjaga kakak sulung, membuat orangtua lebih santai dan toleran untuk menjaga anak bungsu. Inilah yang membuat anak bungsu lebih kreatif dibandingkan anak sulung.

Namun, sebaiknya orangtua tetap adil saat memberikan perhatian pada anak. Apalagi jika anak mengalami perubahan pada kondisi kesehatan mental maupun fisiknya. Ibu bisa bertanya langsung pada dokter anak melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan kesehatan yang dialami anak. 

Pelajaran Hidup dari Adik

Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun 2015 lalu mengungkapkan, urutan kelahiran anak memang tidak berdampak pada kepribadian anak. Karakteristik kunci kepribadian anak sendiri meliputi, kestabilan emosi, keramahan, kesadaran, dan imajinasi. Selain itu, peneliti juga menyimpulkan kalau urutan kelahiran anak tidak memiliki dampak jangka panjang terhadap karakter kepribadian seseorang di masa depan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Anak yang Banyak Bertanya Berarti Cerdas

Ada fakta anak sulung, ada juga fakta si bungsu atau adik menurut para ahli. Sampai saat ini, adik selalu dianggap sebagai anak yang mendapatkan pelajaran dari kakak-kakaknya. Namun, studi yang dipublikasikan dalam Child Development menemukan hal menarik.

Menurut para ahli, adik bisa memberi kontribusi positif dalam tumbuhnya rasa empati pada kakak-kakaknya. Dengan kata lain, adik “memastikan” kakaknya agar tubuh menjadi pribadi yang penuh kasih. Menarik, kan?

Jadi, terlepas dari urutan kelahiran anak, nyatanya setiap anak dapat memiliki keunikannya masing-masing dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2020. The Archiver, the Peacemaker and the Life of the Party: How Birth Order Affects Personality
The University of Edinburgh. Diakses pada 2020. First Borns Have Mental Edge, Study Shows