• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Halodoc, Jakarta - Apakah ibu sudah tahu kalau faktor genetik yang diwarisi ibu lebih berperan penting dalam menentukan kecerdasan anak? Nah, menurut penelitian ahli dari University of Washington, wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X.  

Wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria. Yuk, simak ulasan selengkapnya di sini! 

Baca juga: Agar Tumbuh Cerdas, Terapkan 4 Kebiasaan Ini pada Anak

Dari Riset Tikus ke Manusia

Dalam menyelidiki masalah di atas, para peneliti pernah menggunakan tikus sebagai alat percobaannya. Mereka meyakini kalau kecerdasan adalah salah satu condition gen yang hanya dimiliki oleh gen ibu. Nah, studi yang dimodifikasi secara genetik itu membuktikan hal tersebut. 

Para peneliti mengidentifikasi sel-sel yang hanya berisi gen ibu atau ayah di enam bagian berbeda dari otak tikus. Bagian ini mengontrol fungsi kognitif berbeda, dari kebiasaan makan hingga memori.

Sel dengan gen paternal terakumulasi di bagian sistem limbik, yang terlibat dalam fungsi seperti seks, makanan, dan agresi. Tetapi para peneliti tidak menemukan sel paternal di korteks serebral, di mana fungsi kognitif paling maju berlangsung. Contohnya seperti penalaran, pemikiran, bahasa, dan perencanaan.

Khawatir manusia mungkin tidak seperti tikus, para peneliti di Glasgow, Skotlandia, mengambil pendekatan yang lebih manusiawi untuk mengeksplorasi kecerdasan.

Sejak dari 1994 dan dilakukan tiap tahunnya, peneliti mewawancarai 12.686 orang yang berusia 14 sampai 22 tahun. Hasilnya, tim peneliti menemukan prediktor kecerdasan terbaik adalah IQ dari gen sang ibu

Ada juga penelitian menarik lainnya dari University of Washington, AS. Di sana peneliti menemukan bahwa ikatan emosional yang baik antara ibu dan anak amat penting bagi pertumbuhan beberapa bagian otak, contohnya area hippocampus.

Hippocampus adalah area yang berhubungan dengan memori, belajar, dan respons stres.

Nah, setelah peneliti melakukan analisis antara hubungan ibu dan anak selama tujuh tahun, mereka menemukan temuan yang menarik. Ternyata, jika seorang anak mendapatkan dukungan emosional dan intelektual dengan baik, maka area hippocampusnya lebih besar 10 persen dariada anak-anak yang kurang mendapatkan dukungan dari ibunya. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Anak yang Banyak Bertanya Berarti Cerdas

Tidak Mutlak pada Faktor Genentik

Meskipun kecerdasan anak berkaitan erat dengan faktor genetik, tapi bukan berarti pintar-tidaknya seorang anak mutlak dipengaruhi oleh faktor tersebut. Ada penelitian yang menyebutkan hanya 40-60 persen kecerdasan yang diperkirakan berasal dari warisan gen. 

Kata ahli psikiatri dari Utrecht University Medical, Belanda, secara umum orangtua yang sangat cerdas akan menghasilkan anak yang cerdas pula. Namun, hal ini enggak mutlak, bisa saja kedua orangtua memiliki kecerdasan yang rendah, tapi ternyata menghasilkan anak yang memiliki IQ tinggi, atau sebaliknya. Kok bisa? 

Selain genetik, kecerdasan anak sisanya bergantung pada lingkungan. Jadi, lingkungan punya pengaruh pada kecerdasan, meskipun pengaruh ini menjadi lebih kecil jika anak tumbuh semakin dewasa. 

Ahli dari Melbourne University’s Graduate School of Education juga berpendapat senada. Katanya, anak tidak hanya berbagi gen saja, mereka juga berbagi keluarga dan lingkungan. Dengan kata lain, dengan siapa anak bergaul, makanan apa yang mereka makan, kualitas pendidikan, dan hal lainnya, turut serta memengaruhi kecerdasan anak.  

Baca juga: Benarkah Anak Sulung Lebih Cerdas?

Tips Agar Anak Tumbuh Cerdas

Memang tidak ada jalan yang pasti agar anak tumbuh menjadi jalan yang cerdas. Jangan khawatir, berikut ini hal yang disarankan untuk dilakukan orangtua agar anak tumbuh cerdas, yaitu:

  • Ajarkan Keterampilan Sosial. Studi dilakukan di Pennsylvania State dan Duke University menunjukkan ada korelasi positif antara keterampilan sosial anak-anak di taman kanak-kanak dan keberhasilan mereka di awal masa dewasa. Caranya dengan mengajari anak-anak cara menyelesaikan masalah dengan teman, mendengarkan tanpa menyela, dan membantu orang lain di rumah.
  • Jangan Terlalu Melindungi. Di usia pengasuhan, banyak orangtua yang mengalami kesulitan untuk mengizinkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Orangtua gemas sendiri dan turun tangan langsung untuk membantu anak. Padahal, tindakan ini tidak tepat. Peneliti dari Universitas Harvard, Julie Lythcott-Haims berpendapat, membiarkan anak-anak membuat kesalahan dan mencari cara sendiri untuk memperbaikinya adalah hal yang baik untuk membuat mereka tumbuh cerdas. 
  • Dorong Anak Belajar Sejak Dini. Membaca untuk anak-anak dan mengajar mereka matematika sejak dini memengaruhi kemampuan akademis mereka kelak. Namun, penting juga untuk tidak membantu terlalu jauh apabila anak punya pekerjaan rumah dari sekolah. Jika orangtua terlalu banyak membantu, hal ini dapat menghambat kecerdasan mereka. 
  • Jangan Terlalu Lama di Depan Gadget. Terlalu banyak waktu menonton dikaitkan dengan obesitas, pola tidur yang tidak teratur, dan masalah perilaku. Selain itu, studi tahun 2017 oleh Greg L. West di University of Montreal mengungkapkan, bermain game dapat merusak otak dan menyebabkannya kehilangan sel. Menurut American Academy of Pediatrics, waktu terbaik anak bermain gadget harus dibatasi, yakni dua jam sehari.
  • Jangan Terlalu Sering Memuji. Beberapa orangtua menemukan anak mereka ternyata lebih pintar dari yang kamu bayangkan. Namun, berhenti memujinya secara berlebihan. Penelitian di Universitas Stanford menunjukkan, memuji anak-anak secara berlebihan malah dapat membuat mereka tidak berusaha maksimal nantinya.

Nah, bagi kamu yang ingin membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan atau meningkatkan sistem imun, bisa kok menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 

Referensi:
Independent. Diakses pada 2021. Children Inherit Their Intelligence from Their Mother Not Their Father, Say Scientists. 
Reader's Digest. Diakses pada 2021. Good News! Science Has Confirmed That Kids Get Their Intelligence From Mom. 
Inc. Diakses pada 2021. Science Says These 10 Things Will Help You Raise Extremely Smart and Successful Kids.