Benarkah Anal Seks Bisa Sebabkan Wasir?

Benarkah Anal Seks Bisa Sebabkan Wasir?

Halodoc, Jakarta - Seks anal adalah merupakan praktik memasukkan Mr P, jari, ataupun benda asing seperti vibrator ke dalam anus untuk kepuasan seksual. Praktek seksual seperti ini bukan tidak menimbulkan risiko. Pasalnya, anus tidak memiliki pelumas seperti yang dimiliki Miss V. 

Akibatnya, seks anal cenderung terasa tidak nyaman dan berpotensi mencederai kulit anus dari gesekan. Terlebih, lapisan rektum yang ada pada anus lebih tipis dari Miss V. Kurangnya pelumasan dan jaringan yang lebih tipis meningkatkan risiko robekan terkait gesekan di anus dan rektum. 

Potensi lain dari seks anal adalah penularan bakteri melalui gesekan yang ditimbulkan. Sebab, rektum dan anus adalah jalan utama keluarnya tinja yang secara alami mengandung bakteri. Untuk tahu lebih lanjut, yuk ketahui risiko seks anak di bawah ini

Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Penyakit Menular Seksual

Risiko Seks Anal yang Perlu Diketahui

Penetrasi saat melakukan seks anal dapat merobek jaringan di dalam anus yang memungkinkan bakteri dan virus memasuki aliran darah. Hal ini tentunya memudahkan penyebaran infeksi menular seksual termasuk HIV. Penelitian menunjukkan bahwa pajanan anal terhadap HIV memiliki risiko 30 kali lebih besar untuk pasangan reseptif dibandingkan pajanan melalui Miss V. 

Paparan human papillomavirus (HPV) juga dapat menyebabkan perkembangan kutil dubur dan kanker dubur. Menggunakan pelumas memang bisa membantu, tapi tidak sepenuhnya mencegah robek akibat gesekan.

Anus adalah bagian yang sudah dirancang untuk menahan atau mengeluarkan kotoran, sehingga melakukan hubungan intim melalui anus tentunya dianggap hal yang tidak wajar. Selain itu, jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan yang baik seperti kulit di luar anus. 

Jaringan eksternal anus memiliki lapisan sel-sel mati yang berfungsi sebagai pelindung untuk melawan infeksi. Sedangkan, jaringan di dalam anus tidak memiliki perlindungan alami tersebut, sehingga membuat anus rentan terhadap robek dan penyebaran infeksi.

Anus dikelilingi oleh otot seperti cincin, yang disebut sfingter anal. Otot ini akan mengencang setelah kita buang air besar. Saat ototnya kencang, penetrasi anal bisa terasa menyakitkan dan sulit. Seks anal berulang dapat menyebabkan melemahnya sfingter anal, sehingga otot akan mulai sulit untuk menahan kotoran.

Baca Juga: Harus Tahu, HIV dan AIDS Itu Berbeda

Meski kamu dan pasangan tidak memiliki infeksi atau penyakit menular seksual, tapi bakteri yang ada dalam anus tetap berpotensi menginfeksi orang-orang yang melakukan praktek seks anal. Melakukan seks vaginal setelah anal juga dapat menyebabkan infeksi vagina dan saluran kemih. Kontak oral dengan anus dapat membuat kedua pasangan berisiko mengidap hepatitis, herpes, HPV, dan infeksi lainnya. 

Bisakah Anal Seks Sebabkan Wasir?

Jawabannya adalah ya. Sebab, wasir umumnya disebabkan karena pembengkakan pembuluh darah vena yang bisa juga disebabkan karena tekanan pada rektum. Wasir adalah area pembuluh darah di dalam dan di luar rektum yang dapat menyebabkan gatal, sedikit pendarahan, dan kadang-kadang rasa sakit. Wasir mudah diobati dan mudah dicegah. Nah, pengidap wasir yang melakukan seks anal tentunya berpotensi memperburuk kondisi wasir yang telah ada. 

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini untuk Mencegah Kutil Kelamin

Kalau kamu telah melakukan seks anal dan mengalami yang tidak menyenangkan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Enggak usah repot, sekarang buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu bisa melalui aplikasi Halodoc lho! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!