30 August 2018

Benarkah Daging “Well Done” Tak Baik Buat Kesehatan?

Daging,daging well done,steak well done

Halodoc, Jakarta - Bagi pencinta hidangan steak, tingkat kematangan daging menjadi salah satu unsur yang perlu diperhatikan. Ada yang lebih suka menyantap rare, medium rare, medium, ada pula yang lebih suka memilih medium well, atau well done. Sebenarnya sih hal ini kembali lagi pada selera masing-masing. Namun, benarkah steak well done tak baik buat kesehatan?

Zat Kimia Hasil Pembakaran

Banyak ahli kuliner yang menyarankan penikmat steak agar menyantap makanan favoritnya dengan kematangan medium rare (setengah matang). Alasannya bukan hanya menyoal rasa yang lebih lezat dan alami saja, tapi tingkat kematangan ini dianggap lebih aman bagi kesehatan.

Pasalnya, daging yang diolah dengan cara dipanggang dan terlalu matang bisa memicu pelepasan berbagai zat kimia yang berbahaya. Menurut studi dari Harvard University, AS, zat kimia ini bisa menghambat pembuluh darah.

Kata ahli di dalam studi tersebut, zat radikal bebas seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic aromatic amines (HAAs), yang terbentuk saat proses pemanggangan bisa meresap ke dalam daging. Nah, andaikan proses pemanggangannya relatif lama, maka semakin banyak pula zat kimia yang terkandung di dalamnya.

Lalu, apa sih dampak zat tersebut bagi tubuh? Zat kimia ini nantinya akan memicu stres oksidatif yang merusak sel dan kode DNA. Enggak cuma itu, stres oksidatif ini juga bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh arteri dan memicu resistensi insulin yang memengaruhi lapisan pembuluh darah. Mau tahu imbasnya? Kata ahli, ujung-ujungnya stres ini akan memicu stroke dan penyakit jantung.

Picu Hipertensi

Ada juga studi menarik mengenai steak well done yang bisa kamu simak. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association seperti dilansir Daily Mail, ternyata orang yang rutin mengonsumsi daging dengan tingkat kematangan well done berisiko terkena hipertensi. Kok bisa?

Subjek penelitian dalam studi tersebut relatif banyak, yakni 100.000 orang. Setelah para ahli meneliti cara memasak dan tekanan darah subjek selama 12 - 16 tahun, barulah hasilnya terungkap. Studi tersebut membuktikan bahwa subjek yang mengonsumsi ayam, sapi, atau ikan yang dimasak dengan suhu tinggi, berpotensi mengalami hipertensi sebesar 15-17 persen.

Enggak hanya itu, studi tersebut juga mengatakan bahwa orang yang gemar mengonsumsi steak well done (tingkat kematangan sempurna) lebih berisiko mengalami hipertensi sebesar 15 persen, ketimbang mereka yang menyukai steak dengan kematangan medium rare.

Kesimpulan para ahli, orang yang rutin mengonsumsi daging panggang lebih dari 15 kali per bulannya, memiliki risiko mengidap hipertensi sebesar 17 persen, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi empat kali perbulan. Kok bisa?

Lagi-lagi hal ini disebabkan oleh senyawa kimia heterocyclic aromatic amines (HAAs) yang tercipta saat proses pemanggangan dengan suhu tinggi.

Meskipun begitu, kata ahli studi di atas tak bisa dijadikan tolok ukur bahwa daging dengan kematangan medium rare lebih aman atau sehat ketimbang well done.

“Merusak” Rasa dan Tekstur

Pada dasarnya, banyak orang yang memilih steak well done karena lebih aman untuk dikonsumsi, meski faktanya tak demikian. Selain enggak baik untuk kesehatan, steak well done sebenarnya juga bisa mengurangi kelezatannya. Steak yang dimasak well done akan mengurangi rasa juice-nya (elemen cair) karena terbakar dan daging pun cenderung bertekstur keras.

Tingkat kematangan well done ini bisa menghilangkan tekstur karena sudah terserap ketika dibakar atau dipanggang. Enggak cuma itu, tingkat kematangan sempurna juga bisa membuat juice yang membuatnya daging empuk menghilang, sehingga daging menjadi keras.

Punya keluhan kesehatan, atau mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa lo bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: