Benarkah GERD bisa Memicu Kematian Mendadak? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah GERD bisa Memicu Kematian Mendadak? 

Halodoc, Jakarta – Media sosial tengah diramaikan dengan hoaks seputar penyakit asam lambung naik alias gastroesophageal reflux disease (GERD). Ada yang menyebut penyakit ini bisa memicu komplikasi berupa gangguan pada mata, hingga memengaruhi jantung dan menyebabkan kematian mendadak. Benarkah? Selengkapnya, baca faktanya di bawah ini.

GERD dan penyakit jantung memang cenderung memiliki gejala yang serupa, yaitu nyeri dada dan muncul sensasi terbakar. Tak jarang, gejala penyakit ini disalahartikan sebagai serangan jantung atau penyakit jantung koroner. Namun perlu diketahui, asam lambung naik tidak akan memengaruhi jantung dan tidak bisa memicu kematian mendadak. 

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Dampak dari Obesitas 

Komplikasi Penyakit GERD yang Perlu Diketahui 

Penyakit asam lambung alias GERD adalah kondisi yang menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal tersebut, kemudian memicu sensasi terbakar di dada yang terasa mengganggu. Gejala penyakit ini muncul setidaknya 2 kali dalam seminggu. Gejala GERD sering disalahartikan sebagai serangan jantung karena sama-sama memicu nyeri di sekitar dada. 

Letak kedua organ ini yang berdekatan menjadi alasan mengapa gejala yang muncul bisa terasa mirip. Kendati begitu, asam lambung tidak bisa memengaruhi jantung apalagi masuk sampai jantung dan menyebabkan kematian mendadak. Meski tidak mematikan seperti penyakit jantung, GERD sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. 

Penyakit asam lambung yang tidak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi. GERD bisa dikenali dengan gejala sensasi terbakar di dada (heartburn), sering bersendawa, mual dan muntah, muncul gejala mag, serta sesak napas. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan keluhan mulut terasa asam.

Baca juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

Asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan karena melemahnya otot yang LES. Dalam kondisi normal, otot kerongkongan bagian bawah ini akan berkontraksi dan menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun atau masuk ke lambung. Namun, otot ini bisa lemah dan tetap terbuka, sehingga mengakibatkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. 

Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Namun, ada berbagai faktor yang membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalaminya, di antaranya lansia, obesitas, perokok aktif, kehamilan, serta sering langsung berbaring atau tidur setelah makan. Ada komplikasi yang bisa muncul akibat GERD, di antaranya: 

  1. Luka pada Kerongkongan 

Penyakit asam lambung yang terjadi dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan luka pada dinding kerongkongan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang melewati kerongkongan bisa mengikis dinding kerongkongan dan menimbulkan luka. Kondisi ini bisa membuat kerongkongan berdarah dan nyeri saat menelan. 

  1. Iritasi Kerongkongan 

Asam lambung naik bisa menyebabkan kerongkongan teriritasi. Dalam waktu lama, hal ini akan membuat luka dan terbentuknya jaringan parut pada kerongkongan. Jaringan parut yang terbentuk bisa mengakibatkan kerongkongan atau esofagus menyempit. 

  1. Kanker Esofagus 

Pada kondisi yang parah, asam lambung, bahkan bisa memicu kanker esofagus. Kondisi ini biasanya diawali dengan esofagus barrett, yaitu perubahan pada dinding sel kerongkongan akibat iritasi asam lambung yang terjadi terus-menerus. 

Baca juga: Benarkah Pengidap GERD Mudah Terkena Kanker Esofagus? 

Jadi, GERD dan serangan jantung adalah dua penyakit yang berbeda meski memiliki gejala serupa. Berbeda dengan serangan jantung, GERD tidak menyebabkan kematian mendadak. Meski begitu, kondisi ini tetap harus diwaspadai dan sebaiknya ditangani dengan tepat agar tidak muncul komplikasi. 

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit GERD dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Harvard University. Diakses pada 2020. Heartburn vs. heart attack.
American Gastroenterological Association. Diakses pada 2020. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Disease and Conditions. Gastroesophageal Reflux Disease.