• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hipertensi Bisa Jadi Penyebab Mimisan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hipertensi Bisa Jadi Penyebab Mimisan?

Benarkah Hipertensi Bisa Jadi Penyebab Mimisan?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 September 2022

“Hipertensi umumnya bukanlah penyebab mimisan. Namun, adanya kondisi krisis hipertensi dapat memperparah terjadinya mimisan.”

Benarkah Hipertensi Bisa Jadi Penyebab Mimisan?Benarkah Hipertensi Bisa Jadi Penyebab Mimisan?

Halodoc, Jakarta – Sebagian orang pernah mengalami mimisan setidaknya sekali dalam hidupnya. Orang yang tidak mengetahui penyebab mimisan mungkin tidak terlalu khawatir. Namun, orang yang memiliki tekanan darah tinggi sering kali khawatir apakah mimisan merupakan tanda serius dari hipertensi.

Mimisan umumnya bukan gejala hipertensi. Hanya saja hal tersebut masih menjadi perdebatan, apakah orang dengan hipertensi lebih sering mengalami mimisan? Lantas, apa sebenarnya hubungan hipertensi dan mimisan?

Hubungan Hipertensi dan Penyebab Mimisan

Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi tidak menyebabkan mimisan, kecuali seseorang memiliki tekanan darah yang sangat tinggi yang disebut krisis hipertensi. Sementara itu, beberapa penelitian justru mengaitkan keduanya. 

Sebuah studi menemukan bahwa, dibandingkan orang dengan tekanan darah normal, pengidap hipertensi memiliki risiko mimisan yang lebih besar yang mungkin memerlukan perhatikan medis. 

Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa hipertensi biasanya bukan penyebab mimisan, tapi bisa membuat mimisan lebih sulit dikendalikan. Namun, penelitian hanya secara langsung menghubungkan mimisan dengan krisis hipertensi. 

Krisis hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik naik hingga 18 mmHg atau lebih tinggi, dan tekanan darah diastolik naik hingga 120 mmHg atau lebih. Hal tersebut dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, atau kerusakan pada ginjal, otak, atau mata.

Perlu diwaspadai, krisis hipertensi adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Gejala lain dari krisis hipertensi selain mimisan yaitu:

  • Nyeri dada yang parah.
  • Sakit kepala parah.
  • Kebingungan.
  • Sesak napas.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit punggung.
  • Mati rasa atau lemah.
  • Sulit berbicara.

Mengalami mimisan dan hipertensi secara bersamaan juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang.

Penyebab Mimisan yang Sering Terjadi

Mimisan biasanya tidak berbahaya. Penyebab mimisan yang paling umum adalah mengupil. Kondisi yang membuat kering selaput hidung, beberapa obat-obatan, dan cedera juga dapat menyebabkan mimisan. 

Berikut beberapa kondisi yang secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan mimisan:

  • Alergi.
  • Luka dan goresan di hidung.
  • Terdapat benda asing tersangkut di hidung.
  • Menghirup bahan kimia.
  • Menghirup udara dingin atau kering.
  • Penggunaan kanula hidung.
  • Mengupil.
  • Cedera hidung traumatis.
  • Infeksi saluran pernapasan atas.
  • Meniup hidung terlalu kuat atau bersin.

Sementara itu, beberapa kondisi yang mempengaruhi sistem peredaran darah dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami mimisan. Hal tersebut termasuk:

  • Kecanduan alkohol.
  • Kanker.
  • Kelainan pembuluh darah.
  • Penyakit von willebrand.
  • Hemofilia.

Sejumlah obat-obatan juga dapat menyebabkan mimisan, termasuk:

  • Obat-obatan terlarang seperti kokain.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen, aspirin.
  • Inhibitor agregasi trombosit dan antikoagulan.
  • Suplemen seperti vitamin E, ginkgo, atau ginseng.
  • Semprotan hidung.

Sebagian besar kondisi mimisan bukanlah hal yang serius. Namun, jika pendarahan berlangsung lebih dari 20 menit, aliran darah deras, atau jika terjadi setelah cedera kepala, maka kamu harus segera menemui dokter. 

Sementara itu, hipertensi menjadi kondisi yang lebih umum seiring bertambahnya usia. Kamu perlu mengunjungi dokter secara rutin untuk memantau tekanan darah dan melacak bagaimana perubahannya seiring waktu. Sebab membiarkan hipertensi tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko sejumlah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. 

Jika perlu kunjungan dokter secara rutin, kamu bisa membuat janji medis di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medpage Today. Diakses pada 2022. Severe Nosebleeds More Common With Hypertension
Healthline. Diakses pada 2022. Does Having High Blood Pressure Cause Nosebleeds?
KHealth. Diakses pada 2022. The Link Between High Blood Pressure and Nosebleeds