Mimisan

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Mimisan

Mimisan, dalam istilah medisnya epistaxis, adalah keadaan terjadinya perdarahan yang keluar melalui hidung. Perdarahan dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Mimisan bukanlah suatu diagnosis penyakit, melainkan sebuah gejala yang menandakan adanya kelainan tertentu. Mimisan sering menimbulkan kekhawatiran, namun perlu diketahui bahwa kejadian ini merupakan hal yang kerap dijumpai di kehidupan masyarakat sehari-hari dan jarang menimbulkan bahaya atau bersifat mengancam jiwa.  

 

Gejala Mimisan

Perdarahan pada mimisan dapat disebabkan karena pecahnya pembuluh darah hidung bagian depan (anterior) dan belakang (posterior). Pada mimisan karena pecahnya pembuluh darah bagian belakang, perdarahan dapat terlihat menetes di tenggorokan saat pasien diminta membuka mulut. Secara umum tidak ada gejala lain selain perdarahan hidung saat mimisan berlangsung.

Namun, perlu diwaspadai jika seseorang mengalami mimisan dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang cukup panjang, disertai dengan gejala lain seperti adanya perdarahan pada tempat lain, demam, perubahan warna pada kulit menjadi pucat, kaki dan tangan dingin, peningkatan denyut nadi, sesak nafas, dan penurunan kesadaran.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Mimisan

Mimisan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan hingga penyakit serius. Penyebab tersebut antara lain adalah trauma lokal, misalnya setelah membuang ingus terlalu keras atau setelah mengorek hidung, lalu dapat karena adanya iritasi pada mukosa hidung akibat gas atau zat kimia maupun udara panas. Selain itu, mimisan dapat terjadi karena tumor hidung atau sinus yang dapat bersifat jinak atau ganas serta keadaan pasca operasi.

Penyakit sistemik yang menyebabkan terjadinya mimisan adalah hipertensi, kelainan faktor pembekuan darah, infeksi, ketidakseimbangan hormon, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid dan antikoagulan juga dapat menyebabkan mimisan.

 

Diagnosis Mimisan

Penegakkan diagnosis penyebab terjadinya mimisan dibuat berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik yang detail. Pemeriksaan penunjang tidak rutin dilakukan kecuali pada mimisan yang dicurigai disebabkan oleh penyakit sistemik atau tumor.

Pemeriksaan penunjang meliputi tes darah lengkap termasuk di dalamnya pemeriksaan jumlah trombosit, waktu perdarahan, dan waktu pembekuan. Selain itu dapat pula dilakukan pemeriksaan radiologi hidung dan sinus paranasal.

 

Penanganan Mimisan

Dalam menangani mimisan, pendamping pasien harus tetap tenang. Minta pasien untuk duduk tegak dengan posisi kepala sedikit menunduk ke bawah. Pasien dianjurkan untuk mencondongkan tubuh ke depan sehingga darah tidak mengalir ke tenggorokan. Tekan hidung pasien dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk selama kurang lebih 10-15 menit untuk menghentikan perdarahan.

Jika hal diatas telah dilakukan namun perdarahan belum berhenti, bawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Umumnya, pasien akan diberi tampon/perban untuk dimasukkan ke dalam rongga hidung yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan. Pasien juga dapat ditangani dengan cara membakar (kauter) pembuluh darah yang pecah menggunakan AgNO3 (nitrat), atau dengan melakukan tindakan pembedahan.

Selain menangani mimisan, perlu diperhatikan tanda-tanda syok akibat volume darah yang keluar terlalu banyak, seperti pucat, kaki dan tangan dingin, serta penurunan kesadaran. Jika hal tersebut terjadi, segera lakukan resusitasi cairan.

 

Pencegahan Mimisan

Seseorang yang rentan mengalami mimisan sebaiknya berhati-hati saat membuang ingus atau mengorek hidung. Pada mimisan yang disebabkan karena penggunaan obat-obatan sebaiknya mengunjungi ke dokter untuk pengaturan ulang jenis dan dosis obat. Pencegahan yang juga perlu dilakukan adalah dengan waspada terhadap kemungkinan suatu penyakit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu mengalami mimisan yang tidak kunjung berhenti atau mimisan setelah mengonsumsi obat tertentu, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu di sini.