Bikin Gatal, Benarkah Kurap Muncul karena Jarang Mandi?

Bikin Gatal, Benarkah Kurap Muncul karena Jarang Mandi?

Halodoc, Jakarta - Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur yang dapat terjadi pada seseorang yang jarang mandi. Hal tersebut terjadi karena tubuh yang beraktivitas mengeluarkan keringat, sehingga tubuh terasa tidak nyaman. Namun, apabila dibiarkan maka akan menyebabkan iritasi dan jamur. Lama-kelamaan dibiarkan, maka akan menyebabkan kulit terserang kurap.

Kurap atau disebut juga dengan tinea adalah infeksi kulit yang dapat menghasilkan bercak berbentuk cincin pada kulit dengan tepi merah menyerupai cacing. Walaupun kurap dapat menyerang seluruh area di tubuh, tetapi tempat yang sering mengalami kondisi ini adalah tempat yang hangat, gelap dan lembap. Area-area tersebut adalah kulit di daerah selangkangan, ruang di antara jari-jari kaki, dan lipatan kulit pada orang-orang gemuk.

Penyebab Kurap

Seseorang dapat mengidap kurap dengan cara yang berbeda-beda, seperti:

  • Kontak langsung dari kulit ke kulit dengan orang yang mengidap kurap.

  • Memelihara hewan yang terinfeksi oleh kurap.

  • Menggunakan barang pribadi pada orang yang telah terinfeksi.

Penyebab lainnya adalah menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Beberapa permukaan yang dapat menyebabkan seseorang mengidap kurap adalah lantai kamar mandi, ruang salin dan mandi, dan alas olahraga. Umumnya, setiap permukaan yang digunakan banyak orang dapat menyebabkan kurap, terutama jika permukaannya lembap. Selain itu, karpet dan sofa yang terkontaminasi dapat menyebabkan infeksi tersebut menyebar.

Baca Juga: Bisakah Kurap Disembuhkan dengan Bahan Alami?

Jenis-Jenis Kurap

Kurap yang terjadi pada seseorang tergantung dari lokasi terjadinya. Kurap yang paling umum terjadi pada seseorang, yaitu kutu air (athlete's foot) atau tinea cruris (jock itch). Beberapa jenis kurap yang ada, yaitu:

  1. Tinea Capitis

Infeksi jamur atau kurap pada kulit kepala merupakan salah satu jenis penyakit infeksi yang dapat terjadi. Kurap dengan nama lain tinea capitis tersebut dapat menyebabkan bercak rambut rontok pada kulit kepala. Umumnya, infeksi ini terjadi pada anak-anak dengan usia 3 hingga 9 tahun, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah padat. Hal ini dapat menyebar melalui sisir, topi, hingga bantal yang tersentuh orang yang mengidapnya.

  1. Tinea Cruris

Infeksi jamur yang menyebabkan gatal, bersisik, dan bercak merah pada selangkangan ini disebut juga dengan tinea cruris. Hal ini paling sering menyerang pria remaja dan dewasa, terutama pada seseorang yang mengidap obesitas atau yang mengenakan pakaian ketat. Kurap ini adalah salah satu yang umum terjadi.

Baca Juga: Obesitas Dapat Menyebabkan Kurap, Ketahui 3 Pencegahannya

  1. Tinea Pedis

Tinea pedis atau kutu air adalah jenis kurap yang umum terjadi setelah tinea cruris. Pada beberapa orang, jamur penyebab kurap juga menyerang kuku jari kaki. Kutu air umumnya menyerang orang-orang yang sering berjalan tanpa alas kaki di lantai yang telah terkontaminasi jamur tersebut, terutama di ruang ganti atau tempat berolahraga. Di samping itu, kondisi ini juga rentan menyerang orang yang kurang menjaga kebersihan kaki, jarang mengganti kaus kaki, dan sering menggunakan pemandian umum.

  1. Tinea Corporis

Infeksi kulit yang muncul seperti cincin pada bagian tubuh atau wajah tersebut adalah salah satu jenis kurap yang dapat terjadi. Infeksi ini dapat terjadi pada semua orang di semua usia, tetapi lebih umum menyerang anak-anak. Selain itu, kurap jenis ini lebih umum terjadi pada iklim yang lebih hangat. Kurap ini juga menyebabkan gatal pada area yang mengalami.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Cara Penularan Tinea Corporis yang Perlu Diketahui

Itulah pembahasan tentang kurap dapat disebabkan jarang mandi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal kurap, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!