• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Tahu dan Tempe?

Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Tahu dan Tempe?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu kerap merasakan sakit pada sendi, terutama kaki, hingga kesulitan untuk berjalan? Kalau iya, bisa jadi kamu mengalami penyakit asam urat. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan asam urat yang tinggi di dalam tubuh, sehingga menyebabkan sendi mengalami nyeri dan bengkak.

Seseorang yang mengidap gangguan ini memang diwajibkan untuk menjaga makanan yang akan dikonsumsi dengan menghindari makanan-makanan yang dapat memicu serangan asam urat. Benarkah pengidap asam urat pantang makan tahu dan tempe?

Baca juga: Benarkah Penyakit Asam Urat Bisa Diturunkan dalam Keluarga?

Benarkah Tahu dan Tempe Picu Asam Urat?

Semua orang tahu apabila seseorang yang mengalami gangguan asam urat benar-benar harus menjaga pola konsumsinya. Orang ini mungkin tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan purin. Hal tersebut karena dapat memicu kekambuhan.

Apa benar dengan mengonsumsi tahu dan tempe dapat menimbulkan kekambuhan pada gangguan asam urat? Melansir National Library of Medicine, kedelai memang mengandung purin, tetapi kadarnya masih dalam batas sedang. Oleh karenanya, kebanyakan ahli medis menyatakan apabila makanan yang terbuat dari kedelai tersebut masih dalam tahap wajar untuk dikonsumsi seseorang dengan gangguan asam urat.

Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Urat

Hindari Makanan Tinggi Purin untuk Mencegah Kambuhnya Asam Urat

Selain tempe dan tahu, masih banyak jenis makanan lainnya yang dapat menyebabkan asam urat karena kandungan purinnya yang cukup tinggi. Kalau asam urat tidak ingin kambuh, sebaiknya hindari makanan ini:

1. Daging Merah

Salah satu makanan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kekambuhan adalah daging merah, baik itu kambing atau sapi. Daging tersebut mengandung purin yang tinggi, sehingga sangat dilarang untuk pengidap asam urat. Ahli medis kebanyakan menyarankan untuk mengganti nutrisi tersebut dari daging ayam atau daging ikan.

2. Seafood

Kamu juga harus benar-benar menghindari makanan laut atau seafood. Hal tersebut karena terkandung purin yang sangat tinggi pada makanan yang berasal dari laut tersebut, seperti udang, kepiting, lobster, kerang, hingga sarden. Walau begitu, kamu masih diperbolehkan untuk mengonsumsi salmon walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit.

3. Minuman Beralkohol

Kamu juga harus menghindari konsumsi minuman yang mengandung alkohol. Memang banyak dampak buruk yang dapat terasa jika kamu terlalu sering mengonsumsi cairan tersebut. Namun, jika kamu mengidap asam urat, efek negatifnya mungkin dapat terasa tidak lama setelah mengonsumsinya. Maka dari itu, batasilah konsumsi alkohol.

Gejala Kambuhnya Asam Urat

Ketika sedang kambuh, naiknya asam urat akan menyebabkan beberapa gejala, seperti pembengkakan, sensasi panas pada sendi, dan perasaan sakit yang cukup parah hingga menyulitkan untuk bergerak. Umumnya, sendi-sendi yang terserang kelainan ini di sekitar jari-jari kaki dan tangan, serta pergelangan kaki dan lutut.

Baca juga: 17 Makanan yang Menyebabkan Asam Urat

Kalau kamu merasakan gejala-gejala ini yang semakin intens, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika kamu berencana ke rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat Halodoc supaya lebih mudah.


Referensi:

National Library of Medicine. Diakses pada 2021. Can soy intake affect serum uric acid level? Pooled analysis from two 6-month randomized controlled trials among Chinese postmenopausal women with prediabetes or prehypertension.

Straits Times. Diakses pada 2019. Gout patients can eat soy products, local study finds.